{"id":7738,"date":"2018-02-22T23:24:38","date_gmt":"2018-02-22T23:24:38","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7738"},"modified":"2018-02-22T23:24:38","modified_gmt":"2018-02-22T23:24:38","slug":"imbauan-rminu-lampung-soal-fenomena-penyerangan-terhadap-ulama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7738","title":{"rendered":"Imbauan RMINU Lampung soal Fenomena Penyerangan terhadap Ulama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7739 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/28058979_10210963755518985_5495378716014155323_n.jpg\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"288\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Terkait maraknya teror yang ditujukan kepada para ulama akhir-akhir ini oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di beberapa daerah, Ketua Rabithah Ma&#8217;ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Provinsi Lampung KH Basyaruddin Maisir mengajak umat Islam untuk tetap tenang namun waspada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penganiayaan dan teror kepada Ulama\u00a0<span class=\"text_exposed_show\">sudah masuk ke wilayah Lampung. Hal ini perlu diwaspadai. Bukan di takuti. Karena kalau ditakuti ya berhasillah si peneror itu,&#8221; katanya sesaat setelah menjadi narasumber pada dialog terkait hal tersebut di salah satu stasiun televisi di Lampung, Selasa (20\/2) malam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menghindari hal tersebut, Sekretaris Umum MUI Provinsi Lampung ini mengimbau kepada tokoh-tokoh agama, ulama dan pimpinan pondok pesantren serta majelis-majelis taklim untuk merapatkan barisan dengan mewaspadai orang-orang asing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ia juga mengajak segenap elemen masyarakat untuk meningkatkan keamanan di lingkungan masing-masing sebagai cara antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Beberapa kali kejadian penganiayaan pada ulama dilakukan oleh orang gila. Apa iya orang gila ngamuknya milih-milih cari yang kiai?&#8221; tanya Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Lampung ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengingatkan pola modus operandi yaitu orang dibuat gila dalam waktu tertentu, bisa terindikasi bahwa gerakan tersebut memang sengaja dilakukan oleh kelompok tertentu dengan motif tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini jangan-jangan gerakan by design (dengan sengaja),&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebab itu, ia mengingatkan kembali agar masyarakat segera melaporkan jika terdapat kejadian-kejadian mencurigakan yang terjadi di lingkungan masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Segera laporkan kalau ada kejadian-kejadian yang mencurigakan. Miliki nomor kantor polisi,&#8221; imbaunya seraya meminta aparat kepolisian untuk sungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dalang di balik rangkaian peristiwa ini. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Terkait maraknya teror yang ditujukan kepada para ulama akhir-akhir ini oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di beberapa daerah, Ketua Rabithah Ma&#8217;ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Provinsi Lampung KH Basyaruddin Maisir mengajak umat Islam untuk tetap tenang namun waspada. &#8220;Penganiayaan dan teror kepada Ulama\u00a0sudah masuk ke wilayah Lampung. Hal ini perlu diwaspadai. Bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7739,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-7738","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7738","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7738"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7738\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7738"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7738"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7738"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}