{"id":7713,"date":"2018-02-20T22:27:03","date_gmt":"2018-02-20T22:27:03","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7713"},"modified":"2018-02-20T22:27:03","modified_gmt":"2018-02-20T22:27:03","slug":"boyong-kerjasama-dengan-indosat-laznas-dewan-dakwah-siap-kembangkan-usaha-kwt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7713","title":{"rendered":"Boyong Kerjasama Dengan Indosat, Laznas Dewan Dakwah Siap Kembangkan Usaha KWT"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7714\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/PhotoGrid_1518447588864.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Laznas Dewan Dakwah kembali kunjungi usaha KWT pada Senin, (19\/2\/2018) di Jl. Raya Wawasan, Dusun Cinta Jaya, Desa Wawasan Kec. Tanjungsari Kab. Lam-Sel (ma) yang sempat vakum selama 2 tahun. Kali ini Laznas Dewan Dakwah tidak hanya datang sendiri, namun juga datang bersama dengan Tim Madrasah Relawan Lampung beserta Tim Indosat yang merupakan partner untuk mengembangkan usaha KWT tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menilik sejarah KWT, dulu daerah tersebut adalah daerah rawan kristenisasi. Yang mana\u00a0 tanah sekolah didaerah tersebut sempat ingin dibeli oleh pastur, namun Laznas Dewan Dakwah bergerak lebih cepat untuk lebih dahulu membeli tanah tersebut untuk menyelamatkan masyarakat sekitar dari bahaya kristenisasi. Hingga akhirnya sampai dengan sekarang tanah tersebut tetap dipakai untuk sekolah dengan jumlah 36 siswa\/siswi dengan biaya yang gratis. Berangkat dari hal tersebut, maka Laznas Dewan Dakwahpun juga bergerak untuk membentuk Kelompok Wanita Tani(KWT)sejak tahun 2013 silam, yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu KWT Mawar(10 orang), KWT Melati(20 orang) dan KWT Karya Sejahtera(10 orang)untuk memberdayakan perempuan khususnya ibu-ibu dengan memberikan bibit kangkung, cabe, terong, dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAdanya KWT sangat bermanfaat terutama untuk ibu-ibu. Yang pertama, kami bisa menyambung silaturahmi, yang kedua kami bisa menghemat perekonomian kami masing-masing, kami tidak hanya dirumah tetapi kami punya kegiatan lain,\u201d Ucap Desi Dharmayani selaku ketua KWT.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semenjak 2 tahun belakangan, usaha ini vakum dikarenakan musim kemarau. Tapi ibu-ibu KWT masih tetap berkumpul untuk membuat sabun mandi, sabun cuci, kue, dan pengambilan jempitan (berupa beras) untuk menggantikan usahanya yang sempat vakum.\u00a0 Namun usaha ini kurang berkembang dikarenakan kurangnya dana dan minimnya pengetahuan tentang cara pemasaran produk tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena hal itu, Laznas Dewan Dakwah bekerjasama dengan Indosat bergerak untuk membantu mengembangkan usaha KWT yang ada di desa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pak Haris selaku perwakilan dari Tim Indosat menanggapi \u201cMenurut saya usaha KWT ini bisa dikembangkan asalkan serius dan mereka harus dibekali ilmu yang cukup agar maksimal hasilnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSukses adalah hak setiap orang termasuk ibu-ibu di KWT, banyak ibu-ibu hebat disana. Insyaallah kalau serius mereka akan sukses.\u201d Sambung tanggapan dari Pak Haris. (Nur Tiara Sari)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Laznas Dewan Dakwah kembali kunjungi usaha KWT pada Senin, (19\/2\/2018) di Jl. Raya Wawasan, Dusun Cinta Jaya, Desa Wawasan Kec. Tanjungsari Kab. Lam-Sel (ma) yang sempat vakum selama 2 tahun. Kali ini Laznas Dewan Dakwah tidak hanya datang sendiri, namun juga datang bersama dengan Tim Madrasah Relawan Lampung beserta Tim Indosat yang merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7714,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-7713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7713"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7713\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}