{"id":7426,"date":"2018-01-19T09:20:23","date_gmt":"2018-01-19T09:20:23","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7426"},"modified":"2018-01-19T09:20:23","modified_gmt":"2018-01-19T09:20:23","slug":"wali-kota-bandarlampung-wajibkan-sekolah-baca-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7426","title":{"rendered":"Wali Kota Bandar Lampung Wajibkan Sekolah Baca al-Qur&#8217;an"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7427\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/25659262_175976779711958_7438847072440531557_n.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"578\" \/><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mewajibkan sekolah di kota ini membaca al-Qur&#8217;an setiap pagi untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan guru dan siswanya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Sejak 2010, sudah saya instruksikan setiap sekolah yang mempunyai siswa Muslim wajib membaca al-Qur&#8217;an, bila hari Jumat wajib membaca Surat Yasin,&#8221; kata Herman HN, Ahad (12\/2\/2018).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Herman mengatakan, bahwa hal tersebut sebagai bentuk upaya pencegahan dari hal yang buruk. Selain itu, agar siswa yang imannya tebal tentunya bisa mengerti mana hal tidak baik dan baik untuknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Di zaman seperti saat ini iman dan ketakwaan perlu ditingkatkan agar bisa membentengi diri dari perilaku buruk. &#8220;Sekolah perlu menggalakkan hal ini karena sangat bermanfaat untuk membentengi siswa dan siswi dari perilaku buruk,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Terlebih beberapa waktu lalu Pemkot Bandar Lampung menyetujui pendidikan al-Qur&#8217;an masuk kurikulum sekolah, dan masuk rancangan peraturan daerah (raperda) setelah DPRD memberikan usulan inisiatif. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Saya sangat setuju apa yang diusulkan oleh DPRD dan sudah menjadi raperda, sehingga tinggal implementasi ke siswa,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Herman HN mengatakan, kurikulum baca tulis Alquran saat ini sangat penting untuk mengatasi persoalan perilaku generasi muda yang dinilai kurang baik. Ia melanjutkan, dengan adanya kurikulum baru ini diharapkan bisa memperbaiki akhlak dan juga memperdalam lagi ilmu agama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Kita sangat berharap dengan adanya kurikulum baca dan tulis Alquran ini bisa membantu memperbaiki perilaku siswa,&#8221; kata dia lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Menurutnya, dengan mempelajari baca dan tulis Alquran kelak akan berguna bagi masa depan siswa karena bisa memperkokoh keimanan serta jauh dari hal buruk. &#8220;Dengan membekali pendidikan agama sejak dini bisa tercipta suatu karakter individu yang bisa menghadapi hambatan-hambatan yang akan terjadi kemudian,&#8221; ujar Herman. <\/span><span style=\"color: #000000;\"> (Rudi Santoso)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mewajibkan sekolah di kota ini membaca al-Qur&#8217;an setiap pagi untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan guru dan siswanya. &#8220;Sejak 2010, sudah saya instruksikan setiap sekolah yang mempunyai siswa Muslim wajib membaca al-Qur&#8217;an, bila hari Jumat wajib membaca Surat Yasin,&#8221; kata Herman HN, Ahad (12\/2\/2018). Herman mengatakan, bahwa hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7427,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-7426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7426\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}