{"id":7225,"date":"2017-12-21T01:53:00","date_gmt":"2017-12-21T01:53:00","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7225"},"modified":"2017-12-21T01:53:00","modified_gmt":"2017-12-21T01:53:00","slug":"hadroh-hiqma-uin-lampung-raih-juara-1-dan-juara-the-best-vocal-di-festival-hadroh-pringsewu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7225","title":{"rendered":"Hadroh Hiqma UIN Lampung Raih Juara 1 dan Juara The Best Vocal\u00a0di Festival Hadroh Pringsewu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7226\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/IMG-20171220-WA0020.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Hadroh UKM HIQMA (Himpunan Qori\u2019 dan Qori\u2019ah) UIN Raden Intan Lampung Raih Juara 1 dan Juara The Best Vocal pada ajang festival hadroh di Pringsewu, Senin (18\/12\/17).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara yang bertemakan \u201cMenjalin Sillaturrahmi dalam Rangka Bersama Melestarikan Budaya Musik Islami\u201d diikuti oleh 50 grup hadroh se-Provinsi\u00a0 Lampung di gelar atas kerjasama antara SMK Muhammadiyyah Pringsewu dengan IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Pringsewu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerasaan senang, bahagia, terharu, berkumpul menjadi satu tatkala mendengar nomor urut \u00a0grup hadroh UKM HIQMA yang dimiliki kampus hijau Bandar Lampung ini disebut dan dinobatkan sebagai juara 1. Pasalnya, grup ini baru kali keduanya mengikuti perlombaan,\u201d kata Abdul Miftachuddin, selaku koordinator grup hadroh ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAllahu Akbar ! Segala sesuatu tergantung niatnya. Meskipun hadroh banjari ini baru kali keduanya ikut lomba, syukur Alhamdulillah dengan sebuah usaha yang sungguh-sungguh, akhirnya membuahkan hasil . Yang penting segala sesuatu kuncinya Bismillah,\u201d ujar Abdul dengan mata yang berkaca-kaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diliputi rasa bahagia dan hampir tidak percaya grup yang terdiri dari 11 personil, 6 vokalis, Ina Lestari dan Dewi Wulandari (suara\u00a0 1), Binty Syafa\u2019ah (suara 2), Artati (Suara 3), Putri (Suara falset), Dewi Yulianti (Suara bass),dan \u00a05 Pemain music (Imam Mustofa, Abdul Miftachuddin, Dian, \u00a0Ahmad Fauzi, Deden Rahmatullah) dapat meraih dua juara sekaligus. Pasalnya, sebelum keberangkatan hingga tampil lomba selalu ada saja halangan dan rintangannya. Mulai dari kostum yang belum sampai, dapat kabar hampir di diskwalifikasi, sampai mic mati saat di panggung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSyukur Alhamdulillah, kayak mimpi rasanya kalo dapet dua juara. Ternyata semua rintangan itu ada hiqmahnya, yang penting optimis dan tampilkan yang terbaik. Semua kerja keras itu terbayar dengan peraihan juara ini. Namun, semua ini menjadi beban yang cukup berat, artinya kami harus terus meningkatkaan kwalitas kami,\u201d kata Ina Lestari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari kompetisi inilah kita dapat terus mengasah bakat-bakat yang ada di kader-kader UKM HIQMA. Harapannya\u00a0 kedepan dapat lebih matang dan lebih berkwalitas lagi, juga buat kader-kader baru dapat menjadi penerus nantinya, tutur Imam Mustofa \u00a0selaku pembimbing koordinator hadroh banjari UKM HIQMA UIN Raden Intan Lampung. \u00a0(Dewi Yulianti)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Hadroh UKM HIQMA (Himpunan Qori\u2019 dan Qori\u2019ah) UIN Raden Intan Lampung Raih Juara 1 dan Juara The Best Vocal pada ajang festival hadroh di Pringsewu, Senin (18\/12\/17). Acara yang bertemakan \u201cMenjalin Sillaturrahmi dalam Rangka Bersama Melestarikan Budaya Musik Islami\u201d diikuti oleh 50 grup hadroh se-Provinsi\u00a0 Lampung di gelar atas kerjasama antara SMK Muhammadiyyah Pringsewu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-7225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7225"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7225\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}