{"id":7143,"date":"2017-12-16T00:24:02","date_gmt":"2017-12-16T00:24:02","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7143"},"modified":"2017-12-16T00:24:02","modified_gmt":"2017-12-16T00:24:02","slug":"bedah-buku-kumpulan-khotbah-bisnis-dan-keuangan-syariah-ketua-umum-mui-lampung-bahannya-kini-sudah-ada-tinggal-menyampaikannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7143","title":{"rendered":"Bedah Buku Kumpulan Khotbah Bisnis dan Keuangan Syariah, Ketua Umum MUI Lampung: \u201cBahannya Kini Sudah Ada, Tinggal Menyampaikannya\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7144\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/25443202_1498092253571326_969083923623173248_n.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"640\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Kegiatan Bedah Buku \u201cKumpulan Khotbah Bisnis dan Keuangan Syariah\u201d yang diselenggarakan oleh OJK Provinsi Lampung bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung pada Selasa, (12\/12\/2017) menghadirkan beberapa pembicara salah satunya yakni Dr. Khairuddin Tahmid, MH selaku Ketua Umum MUI Lampung. Buku yang diterbitkan OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur ini dibedah di GSG Fakultas Syari\u2019ah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Umum MUI Lampung tersebut mengawali pemaparannya dengan mengungkap sejarah Nabi Muhammad Saw.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNabi Muhammad digambarkan miskin padahal\u00a0 beliau itu milyarder pelaku bisnis. Mulai usia dini melakukan mulai magang melakukan perdagangan sampai menjadi pelaku ekonomi sampai\u00a0 menjadi eksportir beberapa produk walaupun dari aspek pembiayaan permodalannya melalui kerjasama dengan konglomerat yang bernama siti khodijah. Ini menunjukkan bahwa nabi kita ini pebisnis. Ini yang tidak banyak diomongkan mungkin kekurangan literasi untuk bahannya namun sekarang bahannya sudah ada buku ini tinggal menyampaikannya dan kemudian dimulai dari uswah hasanah contoh teladan dari si penyampainya itu,\u201d Paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beliau memaparkan, dalam bagian kedua dalam buku ini menjelaskan mengenai entrepreneurship dengan 14 topik bahasan dan apabila kita baca setahun ini cukup. Dalam buku ini ada 52 judul khutbah yang mana bisa jadi sumber bahasan para penceramah atau muballighah. Ada banyak contoh bank konven yang kini beralih menjadi bank syariah. Dan apabila pemikiran ini makin disebarkan maka ini akan memiliki pengaruh yang besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya ucapkan terima kasih atas kerja sama ini mudah-mudahan akan terus berlanjut pada bentuk kegiatan-kegiatan lain lagi yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat kita terkait literasi edukasi terhadap ekonomi syariah,\u201d tandasnya. (Siti Zubaidah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Kegiatan Bedah Buku \u201cKumpulan Khotbah Bisnis dan Keuangan Syariah\u201d yang diselenggarakan oleh OJK Provinsi Lampung bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung pada Selasa, (12\/12\/2017) menghadirkan beberapa pembicara salah satunya yakni Dr. Khairuddin Tahmid, MH selaku Ketua Umum MUI Lampung. Buku yang diterbitkan OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur ini dibedah di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7144,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-7143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7143"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7143\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}