{"id":7107,"date":"2017-12-12T23:02:20","date_gmt":"2017-12-12T23:02:20","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7107"},"modified":"2017-12-12T23:02:20","modified_gmt":"2017-12-12T23:02:20","slug":"dekan-fakultas-syariah-dr-alamsyah-m-ag-syiarkan-ekonomi-syariah-syariahkan-ekonomi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7107","title":{"rendered":"Dekan Fakultas Syari&#8217;ah, Dr. Alamsyah, M.Ag: Syiarkan Ekonomi Syariah, Syariahkan Ekonomi Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7108\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/25152194_1495211053859446_3802779970588143375_n.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"640\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Sebagai penduduk muslim terbanyak didunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Namun sampai dengan saat ini perkembangan ekonomi syariah belum memperlihatkan trend positif. Hal ini terlihat sejak tahun 1994 sampai dengan saat ini, pengguna jasa ekonomi syariah di Indonesia baru mencapai 5 % dari total umat Islam Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fakta ini diungkapkan oleh Dewan Pengawas Syariah Provinsi Lampung Dr. Alamsyah saat menjadi keynote speaker pada Acara Bedah Buku Kumpulan Khutbah Bisnis dan Keuangan Syariah kerjasama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung dan MUI Provinsi Lampung di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Selasa (12\/12).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal menurutnya, ekonomi syariah sangat penting bagi umat Islam dalam melakukan amaliah perekonomian sehingga sesuai dengan kaidah dan hukum dalam agama. Ketika semua hasil pergerakan ekonomi dilakukan sesuai dengan kaidah syar&#8217;i maka tentunya harta yang didapatkan akan berkah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mari Syiarkan Ekonomi Syariah dan Syariahkan Ekonomi Indonesia. Umat Islam wajib kaya. Karena ketika umat Islam tidak menguasai ekonomi ini merupakan sumber kemunduran umat Islam,&#8221; ajaknya didepan peserta bedah buku yang terdiri dari para Ulama dan pengurus MUI Lampung serta Ormas Islam ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung ini mengingatkan juga bahwa salah satu permasalahan saat ini yang dihadapi umat Islam adalah kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Hal ini merupaka target dari pihak luar untuk melemahkan umat Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Satu keluarga miskin memiliki potensi 10 kali lipat menghasilkan keluarga miskin. Dan kefakiran akan mampu membuat orang menjadi kufur ,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehingganya A&#8217;wan PWNU Lampung ini mengingatkan agar para ulama agar lebih concern terhadap permasalahan ekonomi ummat dengan memberikan motivasi entrepreneurship sehingga umat mampu lebih baik tingkat ekonominya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setidaknya satu bulan sekali ada materi khutbah jumat terkait dengan penguatan ekonomi umat. Karena permasalahan dan pembahasan yang dihadapi umat bukan hanya surga, neraka, pahala dan dosa namun persoalan ekonomi juga selalu dihadapi dalam kehidupan sehari-hari,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain Dr. Alamsyah, ada 3 nara sumber lainnya yang mengisi materi pada acara tersebut. Ketiga pemateri tersebut adalah Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna, Ketua Umum MUI Provinsi Lampung Dr. KH. Khairuddin Tahmid dan Pakar Perbankan Syariah Ridwansyah. (Muhammad Faizin).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Sebagai penduduk muslim terbanyak didunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Namun sampai dengan saat ini perkembangan ekonomi syariah belum memperlihatkan trend positif. Hal ini terlihat sejak tahun 1994 sampai dengan saat ini, pengguna jasa ekonomi syariah di Indonesia baru mencapai 5 % dari total umat Islam Indonesia. Fakta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7108,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-7107","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7107"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7107\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}