{"id":7103,"date":"2017-12-12T22:52:06","date_gmt":"2017-12-12T22:52:06","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7103"},"modified":"2017-12-12T22:52:06","modified_gmt":"2017-12-12T22:52:06","slug":"dr-alamsyah-m-ag-pegang-ekonomi-untuk-dunia-pegang-dzikir-untuk-akhirat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7103","title":{"rendered":"Dr. Alamsyah, M.Ag : Pegang Ekonomi Untuk Dunia, Pegang Dzikir Untuk Akhirat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7104\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/25299395_1495206467193238_3588349975608030070_n.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"640\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Dekan Fakultas Syari\u2019ah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Alamsyah, M.Ag., menjadi keynote speaker pada acara Bedah Buku \u201cKumpulan Khotbah Bisnis dan Keuangan Syari\u2019ah\u201d yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara yang diikuti 100 peserta ini di gelar di GSG Fakultas Syari\u2019ah UIN Raden Intan Lampung, Selasa (12\/12\/17).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para peserta ini berasal dari berbagai ormas-ormas yang ada di Provinsi Lampung, diantaranya NU, Muhammadiyah,\u00a0 LDII, dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. Alamsyah, M.Ag mengatakan Ekonomi Syari\u2019ah di Indonesia ini memiliki potensi yang begitu besar untuk\u00a0 terus berkembang. Mengingat penduduk mayoritas kita adalah Muslim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMeskipun sampai detik ini, perkembangan ekonomi syari\u2019ah belum bisa mencapai 5%. Namun kita harus tetap optimis bahwa kita memiliki harapan untuk terus bertambah,\u201d kata Dr. Alamsyah, M.Ag.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dekan Fakultas Syari\u2019ah ini juga menerangkan beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran pada diri umat Islam ada tiga yaitu kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSatu keluarga miskin memiliki potensi melahirkan 10 kali lipat keluarga-keluarga miskin. Fakir itu membawa kepada kekufuran,\u201d tutur Dewan Pengawas Perbankan Syari\u2019ah Provinsi Lampung kepada peserta bedah buku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOleh karena itu, sudah saatnyalah kita mengubah paradigma supaya para penceramah, da\u2019i\/da\u2019iyyah di Indonesia tidak hanya menerangkan materi tentang dosa dan pahala atau syurga dan neraka atau masalah haji. Namun harus progres di dalam memberikan materi yang berkaitan dengan tema-tema seperti semangat dalam bekerja, entrepreneur, wirausaha, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan tema-tema ekonomi,\u201d kata Dr. Alamsyah, M.Ag yang juga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau penceramah ngomongin ibadah haji, pertanyaannya adalah, gimana bisa mau ibadah haji sementara financial masih keterbelakangan. Pegang ekonomi untuk kehidupan di dunia, pegang dzikir untuk kehidupan akhirat,\u201d pungkasnya. (Dewi Yulianti)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Dekan Fakultas Syari\u2019ah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Alamsyah, M.Ag., menjadi keynote speaker pada acara Bedah Buku \u201cKumpulan Khotbah Bisnis dan Keuangan Syari\u2019ah\u201d yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Acara yang diikuti 100 peserta ini di gelar di GSG Fakultas Syari\u2019ah UIN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7104,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-7103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7103"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7103\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}