{"id":7009,"date":"2017-12-08T06:56:59","date_gmt":"2017-12-08T06:56:59","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=7009"},"modified":"2017-12-08T06:56:59","modified_gmt":"2017-12-08T06:56:59","slug":"4-negara-ikuti-festival-layang-layang-pupr-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=7009","title":{"rendered":"4 Negara Ikuti Festival Layang Layang PUPR Lampung\u00a0\u00a0"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-7010\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/IMG-20171203-WA0010.jpg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"780\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Sebanyak 400 layang-layang dari berbagai macam bentuk dan ukuran, mulai pagi hingga sore hari ini Minggu (3\/12). Menghiasi langit Kota Bandarlampung, dalam rangka perayaan puncak Hari Bakti PU ke-72, di Lapangan Korpri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung, Yudi Aryanto, mengatakan, pada festival layang-layang kali ini ada 75 layangan berukuran besar berjuluk &#8216;delta yang<br \/>\njuga ikut diterbangkan secara bersamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Layang-layang berukuran besar tersebut, merupakan milik penghobi layangan mancanegara dan lokal, seperti dari Swedia, Kanada, Malaysia, India, hingga Bali,&#8221; kata Yudi, di Lapangan Korpri, Pemprov Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, dengan adanya festival layang-layang kali ini, diharapkan juga dapat ikut mensukseskan program pemerintah dalam sektor kepariwisataan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terakhir festival digelar pada tahun 1992. Dan ini coba dimulai kembali, dan\u00a0 Lampung sebagai titik awal menuju event-event besar selanjutnya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khusus di Provinsi Lampung sendiri, sambung Yudi, para penghobi dan minat masyarakat akan layang-layang sudah cukup membaik. Kendati demikian, pihaknya akan mencoba menjadikan festival ini sebagai acara rutin setiap<br \/>\ntahunnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Komunitas layangan semakin banyak, terlebih lagi ketua layang-layang Indonesia adalah Anshori Djausal. Kedepannya kita gelar event ini setiap tahun di kota-kota seluruh Indonesia, termasuk mancanegara,&#8221; jelas Yudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, pada perayaan Hari Bakti PU ke-72, Dinas PUPR Lampung juga sudah menggelar workshop pembuatan layang-layang untuk anak usia dini, TK, SD, hingga SMP, di Kantor PUPR setempat. Dan perhelatan event layang-layang kali ini, secara langsung diselenggarakan oleh Museum Layang-layang Indonesia, Jakarta. (Rudi Santoso)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Sebanyak 400 layang-layang dari berbagai macam bentuk dan ukuran, mulai pagi hingga sore hari ini Minggu (3\/12). Menghiasi langit Kota Bandarlampung, dalam rangka perayaan puncak Hari Bakti PU ke-72, di Lapangan Korpri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung, Yudi Aryanto, mengatakan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7010,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-7009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7009"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7009\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}