{"id":6720,"date":"2017-11-14T23:30:48","date_gmt":"2017-11-14T23:30:48","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=6720"},"modified":"2017-11-14T23:30:48","modified_gmt":"2017-11-14T23:30:48","slug":"stit-pringsewu-gelar-seminar-penyusunan-karya-ilmiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=6720","title":{"rendered":"STIT Pringsewu Gelar Seminar Penyusunan Karya Ilmiah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6722\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/23517680_1942914595724260_8222971167810396215_n-1.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"629\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Salah satu ciri utama masyarakat akademis adalah mengedepankan cara berpikir ilmiah. Artinya adalah membuat masalah atau sesuatu yang kompleks menjadi sederhana, mudah dipahami, dan menawarkan solusi atas suatu masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian dikatakan Ketua STIT Pringsewu, Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., saat membuka seminar akademik dengan tema Penyusunan Karya Ilmiah di kampus setempat, Selasa (14\/11). Seminar yang merupakan a<span class=\"text_exposed_show\">genda rutin semester ini diikuti seluruh mahasiswa dan dosen STIT Pringsewu, dengan narasumber Nurhadi Kusuma, MM., dan\u00a0Eri Purwanti, M.Pd.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Dwi Rohmadi mengungkapkan, cara berpikir ilmiah adalah berpikir berdasarkan data dan fakta empiris, dianalisis secara logis dan dituangkan secara sistematis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi sebagai sivitas akademika hendaknya terbiasa berpikir secara ilmiah dan berperan menularkan \u201cvirus\u201d berpikir ilmiah itu kepada masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahasiswa, lanjut Dwi Rohmadi, perlu terus berlatih agar terampil dalam menyusun karya ilmiah. Dengan demikian akan menunjang kelancaran studi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMelalui kegiatan seminar ini kami berharap para peserta dapat menggali informasi dan inspirasi bersama narasumber sehingga nantinya mampu membuat karya ilmiah yang baik,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, ketua panitia Yoby, mengatakan, seminar ini bertujuan membantu mahasiswa dalam membuat karya tulis ilmiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah mencermati kondisi teman-teman, maka kami berinisiatif mengadakan seminar ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua,\u201d ucap mahasiswa yang duduk di Semester III ini. (Muhammad Idris)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Salah satu ciri utama masyarakat akademis adalah mengedepankan cara berpikir ilmiah. Artinya adalah membuat masalah atau sesuatu yang kompleks menjadi sederhana, mudah dipahami, dan menawarkan solusi atas suatu masalah. Demikian dikatakan Ketua STIT Pringsewu, Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., saat membuka seminar akademik dengan tema Penyusunan Karya Ilmiah di kampus setempat, Selasa (14\/11). Seminar yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6721,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-6720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6720"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6720\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}