{"id":6454,"date":"2017-10-25T23:33:46","date_gmt":"2017-10-25T23:33:46","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=6454"},"modified":"2017-10-25T23:33:46","modified_gmt":"2017-10-25T23:33:46","slug":"pmii-fak-ushuluddin-asah-jiwa-jurnalistik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=6454","title":{"rendered":"PMII Fak. Ushuluddin Asah Jiwa Jurnalistik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6455\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/6b491475-2741-4d50-b857-71b68e947500.jpg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"585\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ushuluddin Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar diskusi rabuan di halaman rektorat kampus setempat, Rabu (25\/10\/2017) sore. Diskusi rabuan kali ini membahas tentang jurnalistik. Diikuti 33 peserta dan beberapa pengurus Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuludin, diskusi ini berjalan sangat khidmat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemateri Erzal Syahreza Aswir mengatakan menulis merupakan pekerjaan yang membutuhkan praktik. Kader Lembaga Ta&#8217;lif wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung ini menegaskna bahwa menulis harus selalu dipraktikkan. &#8220;Kalau belajar menulis tanpa praktik, ya jadi wacana,&#8221; kata kader PMII Komisariat Universitas Lampung ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, untuk menulis ala berita jurnalistik, Erzal menjelaskan hanya membutuhkan 5w + 1 H. Unsur 5w + 1H itu terletak pada awal paragraf. Karena pada dasarnya berita berbentuk piramida terbalik, yaitu berita utama ada di awal dan selebihnya pelengkap. &#8220;Biasa disebut Lead atau teras berita, isinya sudah mewakili keseluruhan,&#8221; ujar pria keturunan Solo itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah teras berita, ada tubuh berita. Pada tubuh berita, kata Erzal lebih menjelaskan tentang teras berita. Tubuh berita berisi rincian dari apa yang ditulis pada teras. &#8220;Ini lebih kepada pengembangan berita,&#8221; kata alumni SMKN 3 Metro ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, Erzal menjelaskan mengenai penutup berita. Penutup berita ada pada bagian akhir yang berisi keterangan-keterangan tambahan. Keterangan tambahan tersebut tidak boleh melenceng dari pembahasan tubuh berita. &#8220;Hanya bersifat melengkapi,&#8221; kata pria kelahiran Lampung Timur ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Erzal berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu mencoba. Ia mengatakan menulis tak perlu berfikir baik dan buruk tulisan. Menulis pada dasarnya akan bisa jika sudah terbiasa. &#8220;Ilmu itu akan mengikuti, asal tekun saja,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Ketua Rayon PMII Ushuludin Fuad Syahroni mengatakan diskusi jurnalistik digelar untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan anggota. Ia berharap seluruh peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. &#8220;Semangat menulis harus dibangun sejak dini,&#8221; kata Fuad. (Dwi Nanda Jhosi Putri)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ushuluddin Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menggelar diskusi rabuan di halaman rektorat kampus setempat, Rabu (25\/10\/2017) sore. Diskusi rabuan kali ini membahas tentang jurnalistik. Diikuti 33 peserta dan beberapa pengurus Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuludin, diskusi ini berjalan sangat khidmat. Pemateri Erzal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6455,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-6454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6454"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6454\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}