{"id":6120,"date":"2017-09-29T00:26:29","date_gmt":"2017-09-29T00:26:29","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=6120"},"modified":"2017-09-29T00:26:29","modified_gmt":"2017-09-29T00:26:29","slug":"pengajian-al-ukhuwah-ke-3-hadirkan-dr-kh-ainul-ghoni-m-ag-dengan-tajuk-menjaga-dan-melestarikan-kemabruran-haji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=6120","title":{"rendered":"Pengajian Al-Ukhuwah ke 3 Hadirkan Dr. KH. Ainul Ghoni, M.Ag dengan tajuk Menjaga dan Melestarikan Kemabruran Haji"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6121\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/22089009_301018927041246_1379834346087009794_n.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"640\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Guna menjaga dan melestarikan kemabruran pasca haji, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung\u00a0 menyelenggarakan pengajian rutin Al-Ukhuwah yang membahas kehidupan pasca haji, dengan tajuk \u201cMenjaga dan Melestarikan Kemabruran Haji\u201d yang di isi oleh Dr. KH. Ainul Ghoni, M.Ag Pengurus MUI Lampung\/Akademisi UIN Raden Intan Lampung, Minggu\u00a0 (24\/9\/2017) di Masjid Nurul Ulum Islamic Center Gedung Meneng Rajabasa Bandar Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. KH. Ainul Ghoni, M.Ag mengatakan siapa saja yang ingin mendapatkan haji yang mabrur, maka hendaklah ia memahami rukun haji seperti ihram, wukuf, tawaf ifadah, sa\u2019i, tahallul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHaji mabrur dambaan setiap jamaah, karena haji mabrur adalah\u00a0 ibadah haji yang baik atau diterima Allah Swt. Untuk mengetahuinya sesungguhnya jamaah bisa melihat dari amalan sehari-hari. Oleh karena itu untuk menjaga dan melestariskan kemabruran ibadah haji, jamaah haji ada 3 aspek yang harus dilakukan,\u201d kata Dr. KH. Ainul Ghoni, M.Ag.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Dr. KH. Ainul Ghoni, M.Ag aspek tersebut, pertama, aspek kepribadian. Setiap jamaah haji hendaknya terus berupaya melestarikan amalan yang telah dijalankan selama di tanah Suci, seperti shalat tepat waktu, melaksanakan ibadah-ibadah sunah, cepat melakukan tobat apabila berdosa, dan ibadah-ibadah lainnya. Kedua, aspek ubudiyah. Setiap jamaah haji hendaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas ibadah shalat, puasa sunah, tilawah al-Quran, zakat, infak dan sedekah. Ketiga, aspek sosial. Setiap jamaah haji harus membiasakan diri shalat berjamaah, menyantuni anak yatim, menjenguk orang sakit dan meninggal dunia, kerja bakti dan tolong-menolong, serta mendamaikan orang yang berselisih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n\u201cSemoga sodara-sodara kita yang telah melaksanakan ibadah haji dapat meraih predikat haji mabrur dan dapat melestarikan nilai-nilai ibadah haji itu dalam kehidupan sehari-hari,\u201d tutur Dr. KH. Ainul Ghoni, M.Ag disambut \u201cAamiin\u201d oleh para jamaah. (Rudi Santoso)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Guna menjaga dan melestarikan kemabruran pasca haji, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung\u00a0 menyelenggarakan pengajian rutin Al-Ukhuwah yang membahas kehidupan pasca haji, dengan tajuk \u201cMenjaga dan Melestarikan Kemabruran Haji\u201d yang di isi oleh Dr. KH. Ainul Ghoni, M.Ag Pengurus MUI Lampung\/Akademisi UIN Raden Intan Lampung, Minggu\u00a0 (24\/9\/2017) di Masjid Nurul Ulum Islamic Center Gedung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6121,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-6120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6120"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6120\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}