{"id":5686,"date":"2017-08-21T23:21:36","date_gmt":"2017-08-21T23:21:36","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=5686"},"modified":"2017-08-21T23:21:36","modified_gmt":"2017-08-21T23:21:36","slug":"meriahkan-perintangatan-hut-ri-kkn-uin-gelar-berbagai-perlombaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=5686","title":{"rendered":"Meriahkan Perintangatan HUT RI, KKN UIN Gelar Berbagai Perlombaan"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5687 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/20914314_10207437469974301_5308747944129668843_n.jpg\" alt=\"\" width=\"535\" height=\"297\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> 17 Agustus 2017 merupakan hari yang paling bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat pekon Waya Krui ikut serta memperingati hari kemerdekaan. Setelah mengikuti upacara di lapangan kecamatan Banyumas, mahasiswa KKN kelompok 225 mempersiapkan acara perlombaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayu, salah satu mahasiswa KKN mengungkapkan berbagai perlombaan diadakan di pekon Waya Krui ini. Perlombaan dimulai dari jam 08.00 pagi. Lomba makan kerupuk sebagai lomba pembuka. dilanjutkan dengan lomba memasukkan paku ke dalam botol. Lomba ini tidak hanya diikuti anak-anak saja namun ibu-ibu pun ikut serta memeriahkannya. \u201cBegitupula dengan perlombaan lari karung. Perlombaan ini diikuti oleh anak-anak dan ibu-ibu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amar juga menyatakan hal yang sama. Selaku ketua panitia, Amar menjelaskan berbagai perlombaan digelar di pekon Waya Krui, diantaranya lomba tarik tambang, joget balon, gaple, panjat pinang, makeup tanpa cermin, dan panjat pinang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerlombaan panjat pinang merupakan lomba yang paling ditunggu-tunggu oleh warga Waya Krui. Perlombaan ini diikuti oleh 4 tim, di setiap tim terdiri dari 4 anggota. Masyarakat Waya Krui sangat antusias untuk menyaksikan perlombaan panjat pinang ini. Antusias masyarakat ditunjukan oleh sorak warga yang menggema sehingga membangkitkan semangat para pejuaang panjat pinang,&#8221; tutur Amar, mahasiswa fakultas Syariah jurusan Ahwal al-Syakhsiyyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lia Nurjanah, selaku panitia juga mengungkapkan panita menyiapkan berbagai kado bagi pemenang setiap perlombaan. Namun tidak dengan panjat pinang, hadiah digantungkan langsung ke atas pohon pinang. \u201cAdapun hadiah yg digantungkan ke atas pohon pinang yaitu baju, kaos, handuk, celana training, celana boxer, wajan, teko minum, mie sedap, minuman big cola, torabika, baju bola dan masih banyak lagi hadiah yang ada di atas pohon pinang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abdul Qodir Zaelani, M.A., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengapresiasi kegiatan yangd\u00a0 dilakukan mahasiswa dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia. Ia juga mengungkan rasa syukur kepada Allah atas kemerdekaan ini. \u201cDengan rasa syukur ini semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ni&#8217;mat terhadap negara Indonesia ini. RRasa terimakasih juga kepada segenap para pahlawan bangsa yang telah\u00a0 berjuang untuk kemerdekaan NKRI. Semoga para pejuang, amal ibadahnya diterima Allah SWT,\u201d ujarnya. (Meishi Dwiastuti)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: 17 Agustus 2017 merupakan hari yang paling bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat pekon Waya Krui ikut serta memperingati hari kemerdekaan. Setelah mengikuti upacara di lapangan kecamatan Banyumas, mahasiswa KKN kelompok 225 mempersiapkan acara perlombaan. Ayu, salah satu mahasiswa KKN mengungkapkan berbagai perlombaan diadakan di pekon Waya Krui ini. Perlombaan dimulai dari jam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5687,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-5686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5686"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5686\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}