{"id":5579,"date":"2017-08-15T08:02:55","date_gmt":"2017-08-15T08:02:55","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=5579"},"modified":"2017-08-15T08:02:55","modified_gmt":"2017-08-15T08:02:55","slug":"mahasiswa-kkn-uin-edukasi-masyarakat-lestarikan-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=5579","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN UIN, Edukasi Masyarakat Lestarikan Budaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5580\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/20770258_10207404236463484_2251583809543259946_n.jpg\" alt=\"\" width=\"739\" height=\"453\" \/><strong>Pringsewu:<\/strong> Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia, salah satu program kerja mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung adalah mengajarkan kepada anak-anak di pekon Sri Rahayu Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu belajar tari-tarian di antaranya tari Sigeh Pengunten beberapa waktu lalu (1\/8\/2017). Mengajarkan tarian ini merupakan program kelompok dari KKN UIN Raden Intan Lampung. Selain Ta<span class=\"text_exposed_show\">ri Sigeh Pengunten, anak-anak juga belajar tari kreasi Kun Anta.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Heldayeti, salah satu mahasiswa KKN menyatakan anak-anak sangat senang bisa belajar tari karena memang dulu sekolah mereka sempat ada ekstrakulikuler tari akan tetapi ekstrakulikuler itu tidak berjalan lagi karena keterbatasan tenaga pengajar. Latihan kegiatan menari ini dilakukan dari hari Rabu tanggal 2 agustus 2017, dan dilakukan secara rutin setiap hari dari pukul 13.30 sampai pukul 15.00<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Heldayeti juga berharap dengan adanya belajar seni tari ini dapat meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap budaya Indonesia terutama dalam tari-tarian karena anak-anak adalah generasi bangsa yang akan menjadi penerus dan pelestari dari budaya-budaya yang ada di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerharap dengan latihan menari ini anak-anak dapat semakin cinta akan budaya-budaya yang ada di Indonesia, dan semakin melatih kelenturan tubuh dan mengembangkan minat anak terutama anak yang aktif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu peserta yang ikut menari, Hafidzoh merasa senang bisa belajar menari bersama kakak-kakak mahasiswa KKN. \u201cSenang bisa belajar menari lagi karena di sekolah kita sekarang tidak ada ekstrakulikuler tari lagi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abdul Qodir Zaelani, M.A., Dosen Pembimbing Lapangan mengapresiasi mahasiswa KKN UIN Raden Intan yang berada di desa Sri Rahayu yang mengedukasi masyarakat agar melestarikan budaya. \u201cSaya mengapresiasi mahasiswa KKN yang mengedukasi masyarakat untuk melestarikan budaya berupa tarian. Kekayaan atau khazanah budaya bangsa yang begitu beragam, harus terus dilestarikan oleh anak bangsa, sehingga budaya bangsa tetap lestari tidak tergerus oleh masa,\u201d ujarnya. (Helda)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia, salah satu program kerja mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung adalah mengajarkan kepada anak-anak di pekon Sri Rahayu Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu belajar tari-tarian di antaranya tari Sigeh Pengunten beberapa waktu lalu (1\/8\/2017). Mengajarkan tarian ini merupakan program kelompok dari KKN UIN Raden Intan Lampung. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5580,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-5579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5579"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5579\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}