{"id":5434,"date":"2017-08-06T23:29:55","date_gmt":"2017-08-06T23:29:55","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=5434"},"modified":"2017-08-06T23:29:55","modified_gmt":"2017-08-06T23:29:55","slug":"pesan-warga-masyarakat-untuk-mahasiswa-kkn-uin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=5434","title":{"rendered":"Pesan Warga Masyarakat Untuk Mahasiswa KKN UIN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5435\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/IMG-20170806-WA0023.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Beberapa waktu lalu, mahasiswa KKN Kelompok 225 dan 226 jalin silaturahmi dengan masyarakat desa Waya Krui, Banyumas, Pringsewu. Kunjungan tersebut dilakukan dari rumah ke rumah untuk berkenalan dan menyambung tali silaturahim dengan warga setempat. Kunjungan mahasiswa KKN tersebut disambut baik oleh masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu Susi, salah satu warga mengungkapkan masyarakat di desa Waya Krui mempunyai beragam suku, bai<span class=\"text_exposed_show\">k suku Lampung, Jawa, Sunda dan sebagainya. \u201cWarga di sini senang didatangi mahasiswa KKN karena mahasiswa KKN diharapkan dapat berbagi ilmu untuk membantu dan mengembangkan pola pikir masyarakat setempat,&#8221;,ujar ibu Susi.<\/span><\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sukri, salah satu mahasiswa KKN menyatakan bahwa mahasiswa KKN meminta bimbingan dan bantuan warga di desa Waya Krui untuk melaksanakan program-program kerja yang telah direncanakan, karena mahasiswa KKN masih dalam proses belajar untuk bermasyarakat dan tentunya membutuhkan panutan untuk dicontoh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menjelaskan, atas kunjungan yang dilakukan mahasiswa KKN, banyak sekali mendapatkan nasihat dan masukan-masukan yang diberikan warga setempat kepada peserta KKN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAdapun beberapa nasihat dan masukan-masukan yang diberikan kepada kami yaitu ramah kepada masyarakat, sering-sering main ke rumah-rumah warga supaya bersahabat dan tidak dibilang sombong, masyarakat di desa Waya Krui biasanya jika tanggal 17 Agustus memperingati hari kemerdekaan dengan upacara dan tentunya mengadakan lomba-lomba, salah satunya lomba lari karung, makan kerupuk, lomba kelereng dan masih banyak lagi,\u201d ujarnya yang juga sebagai salah ketua kelompok KKN Desa Waya Krui.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menambahkan, kunjunganp dilanjutkan ke salah satu PAUD yang ada di desa Waya Krui. Kunjungan ini bertujuan untuk memintak izin dari pihak sekolah agar mahasiswa dapat ikut serta dalam mendidik anak-anak yang bersekolah di sana. \u201cSilakan mahasiswa KKN membantu PAUD kami. Tentu kami sangat senang sekali,\u201d ujar salah satu guru PAUD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abdul Qodir Zaelani, M.A. Dosen Pembimbing Lapangan mengungkapkan apa yang dilakukan mahasiswa KKN berkunjung ke masyarakat merupakan langkah tepat. \u201cMahasiswa melakukan kunjungan ke warga masyarakat dan meminta bimbingan serta dukungan merupakan langkah yang tepat. Sebab dukungan dan bimbingan dari masyarakat menjadi salah satu factor keberhasilan melaksanakan KKN,\u201d ujarnya. (Meishi Dwi Astusi)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Beberapa waktu lalu, mahasiswa KKN Kelompok 225 dan 226 jalin silaturahmi dengan masyarakat desa Waya Krui, Banyumas, Pringsewu. Kunjungan tersebut dilakukan dari rumah ke rumah untuk berkenalan dan menyambung tali silaturahim dengan warga setempat. Kunjungan mahasiswa KKN tersebut disambut baik oleh masyarakat. Ibu Susi, salah satu warga mengungkapkan masyarakat di desa Waya Krui mempunyai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5435,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-5434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}