{"id":5431,"date":"2017-08-06T23:26:09","date_gmt":"2017-08-06T23:26:09","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=5431"},"modified":"2017-08-06T23:26:09","modified_gmt":"2017-08-06T23:26:09","slug":"kkn-uin-raden-intan-gotong-royong-bersihkan-masjid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=5431","title":{"rendered":"KKN UIN Raden Intan Gotong Royong Bersihkan Masjid"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5432 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/bersih.jpg\" alt=\"\" width=\"293\" height=\"165\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Beberapa waktu lalu, (30\/7\/2017), mahasiswa KKN kelompok 225 yang berjumlah 12 orang bergotongroyongmembersihkan masjid Nurul Falah Desa Waya Krui, Banyumas, Pringsewu. Mahasiswa KKN saling bahu membahu, bekerjasama untuk membersihkan masjid dan sekitarnya. Mulai dari membersihkan selokan, pelataran masjid, jendela maupun lantai masjid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MeirizhaPutri, mahasiswa KKN menyatakan kegiatan gotong royong ini dilakukan karena mengingat tujuan utama mahasiswa KKN yaitu memperdayakan masyarakat berbasis masjid melalui POSDAYA, perludimulai dari hal-hal kecil seperti membersihkan masjid terlebih dahulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSehinggaketika masjid bersih, kita akan dapat melakukan berbagai kegiatan dengan nyaman dan damai. Pada zaman dahulu masjid digunakan oleh masyarakat sebagai tempat untuk menyebarluaskan agama Islam, tempat untuk menimba ilmu, tempat untuk berdiskusi, digunakan sebagai tempat untuk mengaji dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam masjid,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menambahkan sebagai pemuda atau generasi penerus bangsa haruslah menyadari bahwa seorang muslim wajib hukumnya untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah Swt. \u201cSalah satu perintah Allah Swt bagi kaum Adam yaitu untuk mendirikan salat di masjid, karena sebaik-baiknya sholat bagikaum Adam yaitu di masjid. Mengingat bahwa masjid tak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Maka dari itu kita harus merawat, menjaga dan membersihkan masjid,\u201dtambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abdul Qodir Zaelani, M.A., Dosen Pembimbing Mahasiswa menyatakan mengapresiasi kegiatanmahasiswa gotong royong membersihkan masjid. \u201cSemoga dengan adanya gotong royong membersihkan masjid, dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan masjid. Semoga pula dengan adanya rasa nyaman, masyakarat dapat menggunakan masjid sebagai sarana untuk mentransformasi nilai-nilai kehidupan dan pengetahuan. Sehingga masjid bisa menjadi jantungnya peradaban masyarakat,\u201dujar Abdul Qodir Zaelani, M.A. (Rahman)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Beberapa waktu lalu, (30\/7\/2017), mahasiswa KKN kelompok 225 yang berjumlah 12 orang bergotongroyongmembersihkan masjid Nurul Falah Desa Waya Krui, Banyumas, Pringsewu. Mahasiswa KKN saling bahu membahu, bekerjasama untuk membersihkan masjid dan sekitarnya. Mulai dari membersihkan selokan, pelataran masjid, jendela maupun lantai masjid. MeirizhaPutri, mahasiswa KKN menyatakan kegiatan gotong royong ini dilakukan karena mengingat tujuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5432,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-5431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5431"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5431\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}