{"id":5355,"date":"2017-08-02T23:05:51","date_gmt":"2017-08-02T23:05:51","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=5355"},"modified":"2017-08-02T23:05:51","modified_gmt":"2017-08-02T23:05:51","slug":"liga-santri-nusantara-region-viii-lampung-tolak-full-day-school","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=5355","title":{"rendered":"Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Tolak Full Day School"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5356\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/Panitia-LSN-Region-VIII-dengan-Ketua-NU-Lamtim.jpg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"780\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lampung Timur<\/strong><strong>:<\/strong> Sepakbola adalah olahraga yang populer dipesantren, ia menjadi media pemersatu \u00a0dalam perbedaan dan mampu menembus sekat-sekat primordialisme, sepakbola sudah menjadi bahasa tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia, khususnya pesantren-pesantren dibawah naungan Nahdlatul Ulama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian disampaikan, KH Zuhdi Adnan selaku Ketua PCNU Kabupaten Lampung Timur, ketika menerima Rombongan Panitia Pelaksana dan Koordinator Liga Santri Nusantara Regional VIII Lampung, dikediamannya, Selasa, (1\/8\/2017).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLiga Santri Nusantara adalah harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, sebagai momentum pesantren untuk menolak kebijakan <em>Full Day School<\/em> (FDS), pesantren-pesantren di Lampung harus bersatu, satu suara untuk menolak kebijakan tersebut yang tidak pro pesantren dan tidak pro madrasah diniyah\u201d, imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWajar-wajar saja jika kita menolak \u00a0<em>Full Day School<\/em> (FDS) yang jelas mengancam madrasah-madrasah diniyah yang keberhasilannya telah teruji mencetak kader-kader yang berakhlaqul karimah\u201d, imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekali lagi, dengan agenda Liga Santri Nusantara kami mendukung penuh. Mari kita tunjukkan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang jauh dari nilai-nilai radikalisme apalagai terorisme. Pesantren adalah perguruan tertinggi tertua di republik ini\u201d, imbuh Ketua PCNU Kabupaten Lampung Timur dua periode ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Munir A Haris, S.Sos.I selaku Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung menambahkan, bahwa agenda nasional ini ajang silaturahim antar pesantren se Propinsi Lampung, mencari bakat terpendam para santri untuk mencetak atlet sepakbola profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPanitia pusat \/ nasional menyiapkan tiga tiket untuk tiga pemain terbaik nasional yang nantinya akan bersekolah sepakbola di markas Bayern Munchen Jerman. Saya berharap mudah-mudahan dari tiga pemain terbaik nasional itu salah satunya dari Propinsi Lampung\u201d, imbuh mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerkait amanah Ketua PCNU Kabupaten Lampung Timur tentang <em>Full Day School<\/em> (FDS), kami berjanji melalui momentum Liga Santri Nusantara ini akan semakin memasifkan penolakan tersebut\u201d, pungkas alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. (Akhmad Syarif Kurniawan)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Timur: Sepakbola adalah olahraga yang populer dipesantren, ia menjadi media pemersatu \u00a0dalam perbedaan dan mampu menembus sekat-sekat primordialisme, sepakbola sudah menjadi bahasa tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia, khususnya pesantren-pesantren dibawah naungan Nahdlatul Ulama. Demikian disampaikan, KH Zuhdi Adnan selaku Ketua PCNU Kabupaten Lampung Timur, ketika menerima Rombongan Panitia Pelaksana dan Koordinator Liga Santri Nusantara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5356,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-5355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5355"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5355\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}