{"id":5312,"date":"2017-07-29T23:35:38","date_gmt":"2017-07-29T23:35:38","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=5312"},"modified":"2017-07-29T23:35:38","modified_gmt":"2017-07-29T23:35:38","slug":"kh-manan-abdul-ghani-pengurus-nu-harus-rajin-menyapa-jamaah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=5312","title":{"rendered":"KH. Manan Abdul Ghani : Pengurus NU Harus Rajin Menyapa Jama\u2019ah  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5313\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/KH-Manan-Abdul-Ghani.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"541\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lampung Tengah: <\/strong>\u00a0Nahdlatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan (<em>jam\u2019iyyah ijtima\u2019iyyah<\/em>), organisasi gerakan (<em>jam\u2019iyyah harokiyah<\/em>), organisasi keagamaan (<em>jam\u2019iyyah diiniyyah<\/em>) mempunyai potensi yang luar biasa. Potensi ini harus digerakkan secara maksimal oleh seluruh komponen pengurus Nahdlatul Ulama disemua tingkatan, pengurus Nahdlatul Ulama diciptakan untuk mengurus, bukan malah menjadi urusan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian disampaikan oleh KH Manan Abdul Ghani selaku Ketua Lembaga Takmir Masid (LTM) PBNU disela-sela Silaturahim dan Halaqoh Alim Ulama NU dan Pimpinan Pesantren se Propinsi Lampung, Kamis lalu (27\/7\/2017).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAda empat hal yang harus diperhatikan pengurus NU jika NU ingin kuat. <em>Pertama<\/em>, penguatan struktur. Pengurus NU jadilah seperti pohon yang rantingnya menjulang keatas dan akarnya menjulang kebawah. Mulai Dari PBNU hingga Anak Ranting organisasi ini harus kuat. <em>Kedua,<\/em> pesantren. NU adalah organisasi keagamaan yang berbasis pesantren. Jadi, mohon di inventaris berapa jumlah pesantren yang NU di seluruh pelosok Propinsi Lampung ini,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ketiga<\/em>, jamaahnya para kiai, jamaahnya para pengurus. \u00a0Pengurus NU harus rajin \u00a0menyapa para jamaahnya di masjid-masjid. Potensi fisik Se Indonesia ada kurang lebih 800 ribu masjid adalah masjid NU, oleh karena ini data base masjid NU harus jelas dimasing-masing wilayah tempat kita tinggal. <em>Keempat<\/em>, <em>amaliah Aswaja an Nahdliyyah<\/em>, tradisi warga nahdliyyin harus dipelihara dan dilestarikan. Penguatan dakwah melalui gerakan lailatul ijtima\u2019 harus berjalan dimushola-mushola, masjid-masjid NU. Inilah kekayaan kita sebagai warga nahdliyyin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksanaan Silaturahim dan Halaqah Alim Ulama dan Pimpinan Pesantren se Propinsi Lampung di laksanakan di pesantren Darussa\u2019adah Mojo Agung Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, dihadiri : KH Ahmad Shodiq (Mustasyar PBNU), KH Mustofa Aqil Siradj (Rois Suriyah PBNU), KH Ahmad Ishomuddin (Rois Suriyah PBNU), H Umarsyah (Ketua PBNU), KH Manan Abdul Ghani (Ketua LTM PBNU) KH Muhsin Abdillah (Rois Suriyah PWNU Lampung), Rois Suriyah PCNU se Propinsi Lampung, Badan Otonom, Lembaga dan ribuan warga nahdliyyin. (Akhmad Syarif Kurniawan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Tengah: \u00a0Nahdlatul Ulama sebagai organisasi kemasyarakatan (jam\u2019iyyah ijtima\u2019iyyah), organisasi gerakan (jam\u2019iyyah harokiyah), organisasi keagamaan (jam\u2019iyyah diiniyyah) mempunyai potensi yang luar biasa. Potensi ini harus digerakkan secara maksimal oleh seluruh komponen pengurus Nahdlatul Ulama disemua tingkatan, pengurus Nahdlatul Ulama diciptakan untuk mengurus, bukan malah menjadi urusan. Demikian disampaikan oleh KH Manan Abdul Ghani selaku Ketua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5313,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-5312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5312"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5312\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}