{"id":5234,"date":"2017-07-22T06:28:50","date_gmt":"2017-07-22T06:28:50","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=5234"},"modified":"2017-07-22T06:28:50","modified_gmt":"2017-07-22T06:28:50","slug":"ketua-mui-lampung-nilai-tepat-kebijakan-pemerintah-tentang-perpu-ormas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=5234","title":{"rendered":"Ketua MUI Lampung Nilai Tepat Kebijakan Pemerintah Tentang Perpu Ormas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5235\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/20140123_10209434864097655_2153170080709968359_n.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"540\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid mengatakan bahwa langkah Pemerintah yang bertindak tegas dengan membubarkan Ormas Keagamaan yang akan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah sudah tepat.<\/p>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penerbitan Perpu Nomor 2 Tahun 2017 oleh Pemerintah bukanlah tindakan otoriter ataupun represif. Ini merupakan langkah preventif melalui regulasi perundang undangan untuk menghindari perongrongan kesatuan dan keutuhan Negara,&#8221; jelasnya, Jumat (21\/7\/17).<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Kiai yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini mengatakan bahwa Islam yang tepat diaplikasikan di Indonesia adalah Islam Moderat (Washatiyyah). Karena menurutnya salah satu wujud dari watak washatiyyah adalah berpandangan bahwa NKRI dengan Pancasila sebagai dasarnya sebagai sebuah negara adalah sah menurut pandangan Islam.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Fikroh Islam Washatiyah (Moderat) juga tetap melandaskan ajaran Islam kepada Al-Qur\u2019an dan As-sunnah sebagai sumber primer. Selain itu sumber-sumber sekunder juga menjadi landasan pemikiran yang mengacu pada dua sumber primer tersebut seperti ijma\u2019 dan qiyas.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Islam Washatiyyah juga menjadikan ijtihad sebagai otoritas dan aktifitas khusus bagi orang orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang tidak mudah untuk dipenuhi,&#8221; jelasnya didepan Peserta Workshop Multikulturalisme Intern Ummat Islam di Bandarlampung.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Islam moderat juga berpegang teguh pada petunjuk Al Qur\u2019an dalam melakukan dakwah \u00a0amar ma&#8217;ruf nahi munkar, yaitu dakwah dengan hikmah atau kearifan, mauidzatul hasanah dan mujadalah bil husna (berdiskusi dengan baik).<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Penyebarluasan pemahaman keagamaan yang moderat \u00a0lanjutnya menekankan pentingnya toleransi dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat yang majemuk tanpa ada kekerasan. &#8220;Islam tidak membenarkan adanya kekerasan baik kekerasan pemikiran maupun kekerasan tindakan,&#8221; ingatnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Islam lanjutnya juga tidak membenarkan terorisme serta menilainya sebagai tindakan yang tidak manusiawi dan tidak beradab. &#8220;Jika terjadi konflik dalam masyarakat, Islam mengajarkan untuk menyelesaikannya dengan perdamaian,&#8221; pungkasnya. (Muhammad Faizin)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid mengatakan bahwa langkah Pemerintah yang bertindak tegas dengan membubarkan Ormas Keagamaan yang akan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah sudah tepat. &#8220;Penerbitan Perpu Nomor 2 Tahun 2017 oleh Pemerintah bukanlah tindakan otoriter ataupun represif. Ini merupakan langkah preventif melalui regulasi perundang undangan untuk menghindari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5235,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-5234","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5234"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5234\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}