{"id":5225,"date":"2017-07-21T00:01:56","date_gmt":"2017-07-21T00:01:56","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=5225"},"modified":"2017-07-21T00:01:56","modified_gmt":"2017-07-21T00:01:56","slug":"pergeseran-gerakan-keislaman-menjadikan-islam-moderat-sangat-peting-digaungkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=5225","title":{"rendered":"Pergeseran Gerakan Keislaman Menjadikan Islam Moderat Sangat Peting Digaungkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-5226\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/20155686_1367721676608385_3858922053566557788_n.jpg\" alt=\"\" width=\"923\" height=\"483\" \/><\/p>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong>\u00a0Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung KH. Dr. Khairuddin Tahmid menjelaskan bahwa \u00a0Paradigma Islam Wasathiyah (moderat) harus menjadi corak faham keagamaan mainstream ummat Islam di Indonesia. Hal ini menurutnya penting seiring dengan semakin kuatnya indikasi bergesernya gerakan keislaman di negeri ini ke kutub kiri ataupun kutub kanan.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pergeseran ke kutub kiri memunculkan gerakan liberalisme, pluralisme dan sekularisme dalam beragama. Sedangkan pergeseran ke kutub kanan menumbuhkan radikalisme dan fanatisme sempit dalam beragama.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Demikian disampaikan Kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini saat menjadi Pemateri pada Dialog Ormas Keagamaan di Kampus Universitas Malahayati Bandarlampung, Kamis (20\/7\/2017).<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Kiai Khairuddin menambahkan bahwa Islam wasathiyah identik dengan kaum Muslimin yang disebut sebagai \u2018ummatan washatan\u2019 dalam Qur\u2019an yang mampu menjadi saksi kebenaran bagi manusia Iain. &#8220;Ummatan washatan adalah umat yang selalu menjaga keseimbangan. TIdak terjerumus ke ekstrimisme kiri atau kanan, yang dapat mendorong kepada tindakan kekerasan,&#8221; ujarnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Islam moderat lanjut Dosen UIN Raden Intan Lampung ini, memiliki ciri sesuai dengan beberapa qaidah seperti santun, tidak keras dan tidak radikal (Layyinan, Ia fazzon wala gholizon), Kesukarelaan, tidak memaksa dan tidak mengintimidasi (Tathowwu\u2019iyyan, Ia ikrohan wala ijbaron), toleran, tidak egois dan tidak fanatis (Tasamuhiyyan, Ia ananiyyan wala ta\u2019asubiyyan) dan saling mencintai, tidak saling membenci dan bermusuhan (Tawaddudiyyan, Ia takhosumiyyan wala tabaghudiyyan).<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Keterkaitannya antara agama dengan negara, Ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan contoh model relasi negara yang simbiotik mutualisme. Agama dan negara merupakan dua entitas yang berbeda. Namun keduanya dipahami saling menempatkan diri, dimana agama dan negara dipahami sebagai saling membutuhkan secara timbal balik.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Agama membutuhkan negara sebagai instrumen dalam melestarikan dan mengembangkan agama, sebaliknya negara juga memerlukan agama karena agama juga membantu dalam pembinaan moral, etika dan spiritualitas,&#8221; katanya.<\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div dir=\"auto\" style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa Agama dalam konteks negara mesti diletakkan sebagai sumber nilai, dan secara fungsionai agama mengambil peran tawassuth. Hal ini dalam artian menentukan visi kenegaraannya dengan pendekatan membangun masyarakat Islam (Islam society) dari pada membangun negara Islam (Islam slate). (Muhammad Faizin)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung:\u00a0Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung KH. Dr. Khairuddin Tahmid menjelaskan bahwa \u00a0Paradigma Islam Wasathiyah (moderat) harus menjadi corak faham keagamaan mainstream ummat Islam di Indonesia. Hal ini menurutnya penting seiring dengan semakin kuatnya indikasi bergesernya gerakan keislaman di negeri ini ke kutub kiri ataupun kutub kanan. &#8220;Pergeseran ke kutub kiri memunculkan gerakan liberalisme, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-5225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5225"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5225\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}