{"id":4664,"date":"2017-05-19T00:27:55","date_gmt":"2017-05-19T00:27:55","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4664"},"modified":"2017-05-19T00:27:55","modified_gmt":"2017-05-19T00:27:55","slug":"kh-lukman-harits-dimyati-pancasila-bhineka-tunggal-ika-nkri-uud-1945-adalah-harga-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4664","title":{"rendered":"KH Lukman Harits Dimyati : Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 adalah Harga Mati"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4665\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/pesantren-baitul-mustaqim-lampung-tengah-1.jpg\" alt=\"\" width=\"2048\" height=\"1232\" \/>Lampung Tengah:<\/strong> Bertempat dihalaman kompleks pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo kecamatan Punggur kabupaten Lampung Tengah, yang diasuh oleh KH Muhtar Ghozali sekaligus Ketua Idaroh Syu\u2019biyyah Jatman Kabupaten Lampung Tengah, lebih kurang seribuan warga nahdliyyin dan wali santri menyaksikan prosesi khataman kitab Al \u2018Imrithi dalam rangka agenda rutin tahunan Haflah Akhirussanah, Ahad lalu,14 Mei 2017 M bertepatan 17 Sya\u2019ban 1438 H.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KH Lukman Harits Dimyati dalam mauidhoh hasanah menyampaikan, bahwasannya santri-santri Nahdlatul Ulama selain menguasai Kitab Kuning dan hidup bermasyarakat, harus faham dengan pilar-pilar negara salah satunya adalah dengan mamahami Pancasila. Bagi Nahdlatul Ulama Pancasila sudah final dan sudah sesuai dengan syariat Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWarga Nahdlatul Ulama di propinsi Lampung umumnya dan khususnya di kabupaten \u00a0Lampung Tengah harus hati-hati dengan adanya upaya gerakan-gerakan, kelompok Islam radikal yang merongrong Pancasila. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 adalah harga mati. Yang Tidak Sepaham Dengan Pancasila Silahkan Pergi dari Indonesia\u201d, imbuh Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGerakan merongrong Pancasila jangan-jangan juga menjalar ke para pegawai negeri sipil di Lampung Tengah, pak Wakil Bupati Lampung Tengah mohon disisir para ASN (aparatur sipil negara) di kabupaten ini. Mereka bilang anti Pancasila, pemerintah adalah thoghut tapi setiap bulan menerima gaji negara. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah harus tanggap dengan kondisi ini\u201d, tegas Katib Suriyah PBNU ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadir dalam agenda Haflah Akhirussanah pesantren Baitul Mustaqim Punggur Lampung Tengah adalah; KH Nur Daim (Rois Suriyah PCNU Kabupaten Lampung Tengah), KH Nur Salim (Sekretaris Idaroh Syu\u2019biyyah Jatman Kabupaten Lampung Tengah), KH Slamet Anwar (Wakil Ketua PCNU Kabupaten Lampung Tengah), Nurhayati S.H (Sekretaris PW Fatayat NU Propinsi Lampung), Muhyidin Thohir, M.Pd.I (Sekretaris Syeikher Mania Propinsi Lampung), H. Lukman Djoyosumarto (Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah), Aminan, M.Pd (Dosen IAIM NU Kota Metro Lampung), Ahmad Jailani MS (Kabag Perekonomian Kabupaten Lampung Tengah), H. Sarjito (Kadis Kominfo Kabupaten Lampung Tengah), H. Midi Iswanto (Anggota DPRD Propinsi Lampung), Camat Punggur, para Kepala Kampung, para TNI dan POLRI dan puluhan generasi muda NU lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Tengah: Bertempat dihalaman kompleks pesantren Baitul Mustaqim Sidomulyo kecamatan Punggur kabupaten Lampung Tengah, yang diasuh oleh KH Muhtar Ghozali sekaligus Ketua Idaroh Syu\u2019biyyah Jatman Kabupaten Lampung Tengah, lebih kurang seribuan warga nahdliyyin dan wali santri menyaksikan prosesi khataman kitab Al \u2018Imrithi dalam rangka agenda rutin tahunan Haflah Akhirussanah, Ahad lalu,14 Mei 2017 M bertepatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4665,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-4664","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4664"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4664\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}