{"id":4632,"date":"2017-05-14T15:54:02","date_gmt":"2017-05-14T15:54:02","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4632"},"modified":"2017-05-14T15:54:02","modified_gmt":"2017-05-14T15:54:02","slug":"ldii-pemanggilan-aplikasikan-mading-sebagai-media-masjid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4632","title":{"rendered":"LDII Pemanggilan Aplikasikan Mading sebagai Media Masjid"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4633\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/18527604_1301825929864627_4578706460544151548_n.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"581\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Natar<\/strong><strong>: <\/strong>Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan mengaplikasikan mading sebagai media komunikasi umat di Masjid masing-masing majelis taklim. Adapun realisasinya, diawali dengan mengadakan workshop dengan pemateri Frediansyah Firdaus, S.Pt., yang merupakan Anggota Departemen Komunikasi, Informasi dan Media DPP LDII.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMajalah Dinding (Mading) merupakan media komunikasi massa tulis yang penyajiannya biasa dipajang di media dinding atau sejenisnya. Masjid sebagai tempat suci ibadah umat Islam tentunya menjadi tempat yang sering didatangi. Nah, kehadiran mading menjadi jawaban untuk menyampaikan informasi yang menarik dan bermanfaat bagi umat,\u201d ujar Fredy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang berlangsung di RKB SMA Tri Sukses ini diikuti remaja masjid dengan total peserta sebanyak 30 peserta pada Kamis (11\/5\/2017).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fredy menjelaskan banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh Remaja Masjid jika mampu mengaktifkan mading di masjid sebagai wahana berkomunikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMading ini akan menjadi sarana komunikasi informasi, media hiburan yang murah, memupuk minat baca, melatih kecerdasan, melatih berorganisasi, mengasah kemampuan menulis dan yang tak kalah penting adalah, menjadi sarana mendapatkan pahala dari manfaat yang diperoleh oleh umat,\u201d terang Fredy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan ini Fredy menjelaskan tiga faktor yang menjadi penentu kesuksesan mading. \u201cAdalah penulis, ilustrator dan dokumentator yang harus bekerjasama dengan baik agar mading bisa menjadi media efektif yang bermanfaat,\u201d lanjut Alumnus IPB ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama. \u201cPeserta pun kami tugaskan untuk membuat mading di masjidnya masing-masing dengan tenggat waktu 10 hari dengan tema menyongsong ramadhan,\u201d tutup Retno Galuh Shangrani Ketua Panitia Kegiatan. (Rls LDII)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Natar: Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan mengaplikasikan mading sebagai media komunikasi umat di Masjid masing-masing majelis taklim. Adapun realisasinya, diawali dengan mengadakan workshop dengan pemateri Frediansyah Firdaus, S.Pt., yang merupakan Anggota Departemen Komunikasi, Informasi dan Media DPP LDII. \u201cMajalah Dinding (Mading) merupakan media komunikasi massa tulis yang penyajiannya biasa dipajang di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4633,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-4632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4632"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4632\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}