{"id":4575,"date":"2017-05-12T00:44:04","date_gmt":"2017-05-12T00:44:04","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4575"},"modified":"2017-05-12T00:44:04","modified_gmt":"2017-05-12T00:44:04","slug":"ketum-mui-lampung-tepat-keputusan-pemerintah-bubarkan-hti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4575","title":{"rendered":"Ketum MUI Lampung : Tepat Keputusan Pemerintah Bubarkan HTI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4576 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Ketua-MUI-Lampung-Khairuddin-Imelda.jpg\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"257\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung: Menyusul keputusan Pemerintah membubarkan ormas pengusung\u00a0Khilafah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), berbagai dukungan terhadap\u00a0keputusan yang tepat tersebut terus mengalir dari berbagai elemen\u00a0masyarakat.<\/p>\n<p>Berbagai dukungan pembubaran dan pelarangan HTI yang sudah dilarang serta\u00a0dibubarkan di banyak negara tersebut datang dari organisasi maupun\u00a0perorangan. Salah satunya dari Organisasi para Ulama dan Cendikiawan\u00a0Muslim, Majelis Ulama Indonesia (MUI).<\/p>\n<p>Menurut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH. Dr.\u00a0Khairuddin Tahmid, negara dalam hal ini NKRI memiliki otoritas untuk\u00a0mengatur warga negaranya dan juga organisasi yg hidup di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi sudah tepat pemerintah melakukan pembubaran terhadap HTI.\u00a0 Banyak\u00a0argumen kenapa pemerintah melakukan ini,\u00a0 diantaranya organisasi yang hidup\u00a0di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan dasar negara,\u00a0 dan juga bentuk\u00a0negara,&#8221; tegasnya dikediamannya, Rabu\u00a0 (10\/5\/17).<\/p>\n<p>Ia mengingatkan bahwa NKRI bukan negara yang berdasarkan agama. Maka\u00a0paradigma yang tepat adalah paradigma simbiotik yaitu agama dan negara\u00a0saling membutuhkan\u00a0 bukan menjadi satu (integratif)\u00a0 dan bukan pula dipisah\u00a0(sekularistik).<\/p>\n<p>&#8220;Mainstream Islam yang dikembangkan di Indonesia adalah Islam moderat,\u00a0Islam tengah,\u00a0 Islam washatiyah,&#8221; tegas Kiai Khairuddin yang juga Dosen UIN\u00a0Raden Intan Lampung.<\/p>\n<p>Pembubaran HTI oleh pemerintah juga sejalan dengan maqolah dalam agama\u00a0Saddud Darai&#8217; atau mencegah untuk timbulnya kemadhorotan dikemudian hari. &#8221;\u00a0Ada juga qoidah yang menyebutkan dar ul mafasid muqoddamun &#8216;ala jalbil\u00a0masholih. Menghindarkan kerusakan harus lebih didahulukan dibandingkan\u00a0mendatangkan kebaikan,\u201d pungkasnya. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Menyusul keputusan Pemerintah membubarkan ormas pengusung\u00a0Khilafah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), berbagai dukungan terhadap\u00a0keputusan yang tepat tersebut terus mengalir dari berbagai elemen\u00a0masyarakat. Berbagai dukungan pembubaran dan pelarangan HTI yang sudah dilarang serta\u00a0dibubarkan di banyak negara tersebut datang dari organisasi maupun\u00a0perorangan. Salah satunya dari Organisasi para Ulama dan Cendikiawan\u00a0Muslim, Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut Ketua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4576,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-4575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4575"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4575\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}