{"id":4537,"date":"2017-05-06T23:34:51","date_gmt":"2017-05-06T23:34:51","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4537"},"modified":"2017-05-06T23:34:51","modified_gmt":"2017-05-06T23:34:51","slug":"indonesia-akan-terpecah-belah-jika-anut-ideologi-yang-berdasarkan-agama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4537","title":{"rendered":"Indonesia Akan Terpecah Belah Jika Anut Ideologi Yang Berdasarkan Agama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4538\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/20170506_110708-1.jpg\" alt=\"\" width=\"2523\" height=\"1773\" \/><strong>Bandar Lampung:<\/strong>\u00a0&#8220;Jika ingin Negara Indonesia tetap utuh seperti sekarang ini\u00a0maka\u00a0 ideologi Pancasila harus dipertahankan,&#8221; Demikian pernyataan Kapolda\u00a0Lampung Irjen. Pol. Sudjarno didepan peserta Rapat Koordinasi Daerah\u00a0Majelis Ulama Indonesia Wilayah Sumatera Bagian Selatan yang dilaksanakan\u00a0di Hotel Nusantara Syariah Bandarlampung, Sabtu (6\/5\/17).<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa Indonesia dibangun dengan berbagai keragaman sejak\u00a0zaman dahulu dan keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam merebut\u00a0kemerdekaan yang kemudian keberagaman tersebut dapat dipertahankan hingga\u00a0saat ini dengan ideologi Pancasila.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila Indonesia menganut ideologi yang berdasarkan Agama maka akan\u00a0memecah belah bangsa ditengah keberagaman yang dimiliki Indonesia,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Oleh karenanya Ia meminta para Ulama untuk dapat bersuara dan memberikan\u00a0dukungan kepada pemerintah dan Polri dalam upaya penanganan terhadap\u00a0tindakan kelompok yang berupaya memecah belah bangsa dan berupaya\u00a0mengganggu ideologi Pancasila.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan kebijaknnya beberapa waktu lalu dengan melarang aksi pawai\u00a0kelompok yang mengusung ideologi khilafah. &#8220;Saya melihat dalam kegiatan\u00a0tersebut tidak ada satupun simbol-simbol NKRI. Yang ada hanya Bendera hitam\u00a0dan putih yang mencirikan kelompok ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain itu Sudjarno juga berharap para Ulama turut berperan serta dalam\u00a0memberikan pemahaman kepada ummat untuk bijak dan berhati-hati dalam\u00a0penggunaan Media Sosial.<\/p>\n<p>Menurutnya peran media sosial saat ini sangat vital dalam pembentukan pola\u00a0pikir dan perilaku masyarakat. Ia mengatakan bahwa sebenarnya masyarakat\u00a0saat ini sedang dalam penjajahan media sosial. &#8220;Media Sosial saat ini sudah\u00a0menjajah kita. Dan kita yang dijajah tidak merasa dijajah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Hal ini bisa dilihat dari kerelaan kita selaku masyarakat untuk\u00a0mengeluarkan anggaran uang untuk keperluan bermedia sosial. &#8220;Penjajahan\u00a0itupun saat inipun sudah sampai kedalam rumah,&#8221; tegasnya seraya\u00a0mencontohkan betapa saat ini banyak ditemukan orang berkumpul namun tidak\u00a0melakukan interaksi dengan baik.<\/p>\n<p>&#8220;Masing-masing sibuk dengan android mereka masing-masing,&#8221; katanya melihat\u00a0fenomena efek yang timbul dari media sosial yaitu menjauhkan yang dekat dan\u00a0mendekatkan yang jauh.<\/p>\n<p>Hal ini menurutnya dapat menjadi ancaman persatuann dan kesatuan bangsa dan\u00a0dapat menjadi embrio perpecahan karena minimnya kepedulian kepada\u00a0sekitarnya. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung:\u00a0&#8220;Jika ingin Negara Indonesia tetap utuh seperti sekarang ini\u00a0maka\u00a0 ideologi Pancasila harus dipertahankan,&#8221; Demikian pernyataan Kapolda\u00a0Lampung Irjen. Pol. Sudjarno didepan peserta Rapat Koordinasi Daerah\u00a0Majelis Ulama Indonesia Wilayah Sumatera Bagian Selatan yang dilaksanakan\u00a0di Hotel Nusantara Syariah Bandarlampung, Sabtu (6\/5\/17). Ia menambahkan bahwa Indonesia dibangun dengan berbagai keragaman sejak\u00a0zaman dahulu dan keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4538,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-4537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4537\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}