{"id":4484,"date":"2017-05-06T07:39:45","date_gmt":"2017-05-06T07:39:45","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4484"},"modified":"2017-05-06T07:39:45","modified_gmt":"2017-05-06T07:39:45","slug":"kembangkan-ekonomi-syariah-mui-bukan-hanya-berwacana-tapi-kerja-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4484","title":{"rendered":"Kembangkan Ekonomi Syariah MUI : &#8220;Bukan Hanya Berwacana Tapi Kerja Nyata&#8221;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4485\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/IMG-20170506-WA0013.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"810\" \/><br \/>\n<strong>Bandar Lampung:<\/strong>\u00a0Ketua MUI Pusat H. Luqmanul Hakim menegaskan bahwa yang\u00a0paling mendesak saat ini dari segala wacana yang berkembang mengenai\u00a0langkah strategis pengembangan ekonomi ummat Islam khususnya Ekonomi\u00a0Syariah adalah aksi nyata. Hal ini ditegaskannya saat menjadi pemateri pada\u00a0Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) MUI Se Sumbagsel yang dilaksanakan di\u00a0Hotel Nusantara Syariah Bandarlampung, Sabtu (6\/5\/17).<\/p>\n<p>Luqman yang pernah menjabat Ketua LPPOM Pusat ini mengingatkan saat ini\u00a0kesenjangan ekonomi di Indonesia sangat tinggi. &#8220;Saat ini terjadi harta 4\u00a0orang terkaya Indonesia sama dengan harta yang dimiliki oleh 100 juta\u00a0penduduk Indonesia,&#8221; tegasnya pada Rakorda yang mengangkat Tema\u00a0&#8220;Meningkatkan Peran MUI dalam Pengembangan Ekonomi Syariah, Dakwah dan\u00a0Literasi Media Guna Merespon Globalisasi&#8221;.<\/p>\n<p>Dalam masalah ini MUI berperan dengan terus melakukan aksi nyata dengan\u00a0mencanangkan Ekonomi Syariah sebagai bentuk arus baru ekonomi Indonesia.\u00a0&#8220;Jika kesenjangan ekonomi ini tidak diatasi maka akan memunculkan masalah\u00a0lain,&#8221; tegasnya dihadapan peserta Rakorda yang berasal dari 5 Provinsi\u00a0yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung ini.<\/p>\n<p>Senada dengan Luqman, Ketua Umum MUI Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid\u00a0juga melihat MUI sudah berkiprah dalam aksi dan rekomendasi tentang\u00a0bagaimana menyuarakan Islam yang mandiri dan kuat secara ekonomi agar ada\u00a0kesejahteraan masyarakat muslim di Indonesia yang mampu mengelola dan\u00a0mengembangkan ekonomi umat.<\/p>\n<p>Gerakan ekonomi syariah umat menjadi salah satu jawaban atas keinginan dan\u00a0harapan bangsa membangun kultur ekonomi umat dan pemerintah membangun\u00a0struktur yang membela\u00a0 kepentingan umat.<\/p>\n<p>Dengan kiprah MUI dalam pengembangan ekonomi ummat Ia yakin pembangunan dan\u00a0perkembangan kesejahteraan akan lebih cepat terealisasi serta kesenjangan\u00a0yang sangat kentara ini akan dapat ditekan. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung:\u00a0Ketua MUI Pusat H. Luqmanul Hakim menegaskan bahwa yang\u00a0paling mendesak saat ini dari segala wacana yang berkembang mengenai\u00a0langkah strategis pengembangan ekonomi ummat Islam khususnya Ekonomi\u00a0Syariah adalah aksi nyata. Hal ini ditegaskannya saat menjadi pemateri pada\u00a0Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) MUI Se Sumbagsel yang dilaksanakan di\u00a0Hotel Nusantara Syariah Bandarlampung, Sabtu (6\/5\/17). Luqman yang pernah menjabat Ketua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4485,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-4484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4484"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4484\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}