{"id":4303,"date":"2017-04-19T00:39:09","date_gmt":"2017-04-19T00:39:09","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4303"},"modified":"2017-04-19T00:39:09","modified_gmt":"2017-04-19T00:39:09","slug":"nu-hadapi-tantangan-zaman-dengan-implementasi-bukan-wacana-stand-up-comedy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4303","title":{"rendered":"NU Hadapi Tantangan Zaman Dengan Implementasi, Bukan Wacana Stand Up Comedy"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4304\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/IMG-20170417-WA0007.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"480\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong>\u00a0Puluhan tahun silam, Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya seperti\u00a0GP Ansor yang mengelola pasukan khusus Barisan Ansor Serbaguna (Banser)\u00a0telah melawan neo liberalisme dan neo kapitalisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bahkan sebelum berdirinya NU pada 1926, ulama-ulama kami telah berbuat dan\u00a0berkarya nyata mengajak masyarakat untuk memiliki ilmu tauhid, mengunakan\u00a0akal dengan mendirikan pesantren-pesantren hingga mendorong kemandirian\u00a0masyarakat,\u201d ujar Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser\u00a0Kecamatan Tanjung Karang Barat, Heru Zuliyanto, di Bandar Lampung, Senin\u00a0(17\/4\/2017).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kiprah nyata itu, lanjut dia, telah menjadi sejarah jelas. Bukan sekedar\u00a0kecemasan berlebihan neo liberalisme akan membuat politik hanya sebagai\u00a0alat perpanjangan dalam perluasan pasar di Indonesia dan menyulap manusia\u00a0menjadi mahkluk ekonomi semata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSilakan buka sejarah.\u00a0 Tiga cikal bakal NU, Nahdlatul Wathan (1914)\u00a0berorientasi pada kebangkitan berbangsa dan bernegara yang merdeka, bebas\u00a0dari pengaruh penjajahan. Tashwirul Afkar (1918) berorientasi pada duni\u00a0pendidikan dan ilmu pengetahuan, lalu Nahdlatut Tujjar (1918) berorientasi\u00a0pada pengembangan ekonomi ummat. NU selalu menjadi solusi bagi Indonesia.\u00a0Dari politik hingga ekonomi,\u201d papar Heru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Heru mengajak,\u00a0 umat Islam untuk mengimani Al Quran sehingga tak perlu\u00a0takut kekuatan neo liberalisme mampu memanipulasi pikiran manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, manusia memiliki potensi aqliyah terdiri dari panca indera\u00a0dan akal pikiran. Al-qur\u2019an surat An-Nahl ayat 78 menegaskan: Dan Allah\u00a0mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui\u00a0sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar\u00a0kamu bersyukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSatu tafsirnya, manusia mempunyai perangkat hidup yang lain sehingga dapat\u00a0mengetahui jalan untuk mencari rizki dan materi lainnya dibutuhkan. Bahkan\u00a0dapat pula memilih mana yang terbaik untuk meninggalkan yang jelek,\u201d kata\u00a0Heru lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Artha Buana Metro (ABM) di Kelurahan Purwosari\u00a0Kecamatan Metro Utara yang dimiliki Pimpinan Cabang NU Kota Metro, imbuh\u00a0Heru, adalah contoh nyata bagaimana NU menjadi solusi terhadap persoalan\u00a0ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BMT merupakan lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi\u00a0hasil, menumbuh kembangkan bisnis usaha mikro dan kecil, dalam rangka\u00a0mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak berdiri empat tahun lalu, ABM telah mempunyai dua cabang, di Metro\u00a0Barat dan Kabupaten Pringsewu. Asetnya saat ini sekitar Rp13 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cItu penegasan jika NU berakal dalam menyikapi masalah. Bukan hanya pandai\u00a0melempar isu dan wacana stand up comedy. Kami percaya pada Al Quran yang\u00a0menegaskan manusia mempunyai potensi aqliyah. Itu yang membuat kami tidak\u00a0cemas dengan isu neo liberalisme dan neo kapitalisme. NU, Ansor, Banser\u00a0bergerak melaksanakan Islam, bukan sekedar pamer simbol dan memberi\u00a0kecemasan masyarakat,\u201d pungkas Heru. (Erli Badra)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung:\u00a0Puluhan tahun silam, Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya seperti\u00a0GP Ansor yang mengelola pasukan khusus Barisan Ansor Serbaguna (Banser)\u00a0telah melawan neo liberalisme dan neo kapitalisme. &#8220;Bahkan sebelum berdirinya NU pada 1926, ulama-ulama kami telah berbuat dan\u00a0berkarya nyata mengajak masyarakat untuk memiliki ilmu tauhid, mengunakan\u00a0akal dengan mendirikan pesantren-pesantren hingga mendorong kemandirian\u00a0masyarakat,\u201d ujar Kepala Satuan Koordinasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4304,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-4303","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4303","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4303"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4303\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}