{"id":4170,"date":"2017-03-27T15:09:26","date_gmt":"2017-03-27T15:09:26","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4170"},"modified":"2017-03-27T15:09:26","modified_gmt":"2017-03-27T15:09:26","slug":"kh-munawir-hancurnya-masjid-hancurnya-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4170","title":{"rendered":"KH. Munawir : &#8220;Hancurnya Masjid, Hancurnya Indonesia&#8221;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4171\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/20170326_092334-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1541\" height=\"881\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Sebagai rumah Allah, masjid memiliki peran strategis dalam\u00a0mensyiarkan dan mendakwahkan Islam. Demikian ditegaskan Ketua Komisi Fatwa\u00a0MUI Provinsi Lampung KH Munawir, Ahad (26\/3\/2017).<\/p>\n<p>&#8220;Dakwahlah yang menghantarkan agama Islam sampai dengan saat ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pentingnya masjid untuk dijadikan pusat dakwah, menurut kiai muda\u00a0 yang\u00a0Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Provinsi Lampung ini karena masjid\u00a0merupakan tempat dan bangunan pertama yang dibangun Allah SWT di muka bumi.<\/p>\n<p>&#8220;Masjid merupakan tempat membangun peradaban dan rumah Allah dimana Nabi\u00a0melakukan miraj pun dimulai dari masjid,&#8221; katanya saat memberikan materi\u00a0Dakwah dan Pelaksanaannya pada Bimbingan Teknis Pengurus PHBI Kabupaten\u00a0Pringsewu di Gedung NU.<\/p>\n<p>Ia berharap pengurus dari sekitar 1 juta masjid di Indonesia, berdasarkan\u00a0data Kementerian Agama, melakukan strategi dakwah untuk merevitalisasi\u00a0peran masjid saat ini.<\/p>\n<p>Strategi yang dapat ditempuh di antaranya menjadikan masjid sebagai tempat\u00a0gerakan, pemeliharaan aqidah ummat Islam Ahlussunnah wal Jamaah (aqidah,\u00a0syariah, akhlak) sesuai dengan sunah Rasulullah, para sahabat, tabi&#8217;in dan\u00a0para ulama salafussalihin.<\/p>\n<p>&#8220;Kita juga harus menjadikan masjid sebagai tempat gerakan peningkatan\u00a0sumber daya manusia jamaah masjid dan putra-putrinya di bidang keilmuan dan\u00a0keterampilan dengan gerakan pemberdayaan ekonomi umat,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSelain itu, ia mengajak kepada umat Islam, khususnya pengurus masjid, untuk\u00a0menjadikan masjid sebagai pusat gerakan dakwah mengajak dan menyadarkan\u00a0orang Islam yang belum menjalankan syariat Islam sebagai tempat kembali\u00a0bagi orang-orang yang ingin kembali kepada Allah.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa saat ini masjid sudah mulai dijadikan tempat\u00a0bagi Aliran radikal dalam mengembangkan ajarannya khususnya kepada para\u00a0pemuda, pelajar dan mahasiswa.<\/p>\n<p>&#8220;Di pojok-pojok masjid kampus saat ini banyak anak-anak muda melakukan\u00a0kajian keislaman tekstual, namun setelah pulang mereka berani menyalahkan\u00a0amaliah orang tua mereka,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, ia mengajak kepada seluruh pengurus masjid untuk senantiasa\u00a0merawat dan menjaga masjid dari gerakan-gerakan yang pada ujungnya dapat\u00a0memecah belah Indonesia. &#8220;Hancurnya Masjid, Hancurnya Indonesia,&#8221;\u00a0pungkasnya. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Sebagai rumah Allah, masjid memiliki peran strategis dalam\u00a0mensyiarkan dan mendakwahkan Islam. Demikian ditegaskan Ketua Komisi Fatwa\u00a0MUI Provinsi Lampung KH Munawir, Ahad (26\/3\/2017). &#8220;Dakwahlah yang menghantarkan agama Islam sampai dengan saat ini,&#8221; katanya. Pentingnya masjid untuk dijadikan pusat dakwah, menurut kiai muda\u00a0 yang\u00a0Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Provinsi Lampung ini karena masjid\u00a0merupakan tempat dan bangunan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4171,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-4170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4170\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}