{"id":4133,"date":"2017-03-25T14:21:45","date_gmt":"2017-03-25T14:21:45","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4133"},"modified":"2017-03-25T14:21:45","modified_gmt":"2017-03-25T14:21:45","slug":"beredar-foto-pramuka-tak-mendidik-kwarda-lampung-minta-pembina-pramuka-resapi-metode-kepramukaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4133","title":{"rendered":"Beredar Foto Pramuka Tak Mendidik, Kwarda Lampung Minta Pembina Pramuka Resapi Metode Kepramukaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4134 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/IMG-20170325-WA0052.jpg\" alt=\"\" width=\"639\" height=\"451\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Sedang marak di media sosial foto Pramuka yang terlihat sedang\u00a0makan tanpa alas di alam terbuka. Foto ini lantas menjadi viral dan\u00a0mendapat kecaman dari netizen.<\/p>\n<p>Mengenai itu, Kak Zainuri Agung MM. Pd, Ketua harian Kwartir Daerah Gerakan\u00a0Pramuka Lampung yakin bahwa oknum pembina yang melakukan kegiatan di foto\u00a0tersebut kurang paham metode pembinaan Pramuka.<\/p>\n<p>&#8220;Saya yakin, oknumnya kurang menghayati metode kepramukaan. Karena foto\u00a0tersebut jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan. Kegiatan\u00a0Pramuka itu keren, gembira dan bernilai,&#8221; demikian kata kak Zainuri saat di\u00a0wawancarai di sela kegiatan Rakerda, Sabtu (25\/03)<\/p>\n<p>Menurut kak Zainuri, dengan makan dengan beralaskan langsung dengan tanah\u00a0akan memiliki dampak pada kesehatan. &#8220;Walaupun dengan filosofi cinta alam\u00a0dan kasih sayang sesama manusia, namun perlu di ingat juga bahwa pramuka\u00a0iti suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kak Zainuri menekankan agar para pembina lain, khususnya pembina yang ada\u00a0di Lampung tidak mencontoh hal tersebut. &#8220;Saya harap jangan ada yang\u00a0meniru, jika itu terjadi di lingkup kwarda Lampung maka kami akan langsung<br \/>\nmemberikan teguran dan pendidikan kepada yang bertanggung jawab baik itu\u00a0pembina atau senior,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Agar tidak terjadi lagi, kak Zainuri menyarankan dalam membina, pembina\u00a0harus mempelajari dan meresapi metode kepramumaan, juga berpedoman pada\u00a0aturan-aturan yang berlaku, seperti SKU yang sarat nilai-nilai.<\/p>\n<p>Diketahui, foto ini sudah mendapat tanggapan dari Ketua Kwartir Nasional\u00a0Indonesia, kak Adhyaksa Dault melalu akun instagramnya, @adhyaksadault.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tegaskan ini bukan bagian dari pendidikan dan pembinaan di Gerakan\u00a0Pramuka, saya sangat menyayangkan hal ini. Saya pastikan bahwa pembina\u00a0kegiatan tersebut belum mengikuti atau memenuhi kualifikasi pelatih dan\u00a0pembina Pramuka,&#8221; kak Adhyaksa Dault dalam keterangan tertulisnya.<\/p>\n<p>Kak Adhyaksa Dault meminta,\u00a0 agar Panitia kegiatan tersebut ditegur dan\u00a0diberikan pembinaan. Menjadi pelajaran berharga dan tidak boleh terulang\u00a0kembali. Kwarnas akan selesaikan dengan sebaik-baiknya paling lambat Senin,\u00a027 Maret 2017. (Robby Aditiya Putra)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Sedang marak di media sosial foto Pramuka yang terlihat sedang\u00a0makan tanpa alas di alam terbuka. Foto ini lantas menjadi viral dan\u00a0mendapat kecaman dari netizen. Mengenai itu, Kak Zainuri Agung MM. Pd, Ketua harian Kwartir Daerah Gerakan\u00a0Pramuka Lampung yakin bahwa oknum pembina yang melakukan kegiatan di foto\u00a0tersebut kurang paham metode pembinaan Pramuka. &#8220;Saya yakin, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4134,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-4133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4133"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4133\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}