{"id":4101,"date":"2017-03-22T16:10:34","date_gmt":"2017-03-22T16:10:34","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4101"},"modified":"2017-03-22T16:10:34","modified_gmt":"2017-03-22T16:10:34","slug":"kh-maruf-amin-ingatkan-ayat-perang-tidak-relevan-dipakai-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4101","title":{"rendered":"KH. Ma&#8217;ruf Amin Ingatkan Ayat Perang Tidak Relevan Dipakai di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4102\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/20170322_205457.jpg\" alt=\"\" width=\"3264\" height=\"1836\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jakarta:<\/strong> Rais Aam PBNU KH. Ma&#8217;ruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme\u00a0sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai\u00a0cara khususnya penangkalan didunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian\u00a0hidup masyarakat khususnya generasi muda.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengajak kepada seluruh media online untuk bersatu dengan serentak\u00a0menyuarakan konten-konten damai kotra radikalisme agar masyarakat paham\u00a0serta dapat menerima konten yang benar dan yang seharusnya mereka terima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahaman yang keliru khususnya\u00a0memahami makna jihad,&#8221; tegas Kiai Ma&#8217;ruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama\u00a0Indonesia saat memberikan pengarahan pada peserta Workshop Pencegahan\u00a0Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Rabu\u00a0(22\/3\/2017).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kiai Ma&#8217;ruf menjelaskan bahwa Jihad bukan hanya perang namun jihad bisa\u00a0bermakna perbaikan segala aspek seperti Sosial, budaya, politik dan\u00a0sebagainya,&#8221; Banyak ayat al-Quran tentang perang yang dipakai didaerah\u00a0damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi di Indonesia, sebuah negara yang dibangun diatas kesepakatan dan\u00a0perjanjian dari berbagai agama dan suku, Radikalisme dan Terorisme harus\u00a0harus dilawan. &#8220;Indonesia merupakan Darussalam. Negara damai yang bukan\u00a0dalam wilayah perang,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan bahwa Non muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan muslim\u00a0tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Siapa saja menurutnya membunuh non Muslim\u00a0yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka Ia tidak akan mencium baunya\u00a0surga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karenanya NU sebagai Ormas keagamaan mengedepankan prinsip ukhuwah\u00a0(kebersamaan) yang Ia sebut sebagai Tri Ukhuwah yaitu Ukhuwah Wathaniyyah\u00a0(Kebersamaan dalam bernegara), Ukhuwah Islamiyyah (Kebersamaan dalam Agama\u00a0Islam) dan Ukhuwah Insaniyyah (Kebersamaan sesama manusia). (Muhammad<br \/>\nFaizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta: Rais Aam PBNU KH. Ma&#8217;ruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme\u00a0sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai\u00a0cara khususnya penangkalan didunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian\u00a0hidup masyarakat khususnya generasi muda.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4102,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-4101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4101"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4101\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}