{"id":4062,"date":"2017-03-20T00:22:01","date_gmt":"2017-03-20T00:22:01","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=4062"},"modified":"2017-03-20T00:22:01","modified_gmt":"2017-03-20T00:22:01","slug":"kh-sujadi-hindari-merasa-lebih-hebat-dan-suka-merendahkan-orang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=4062","title":{"rendered":"KH. Sujadi : &#8220;Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain&#8221;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4063\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/20170319_065129.jpg\" alt=\"\" width=\"3264\" height=\"1836\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Itulah pesan yang disampaikan KH. Sujadi saat menyampaikan\u00a0kajian Tafsir Surat Al Ma&#8217;un dalam Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung\u00a0NU, Ahad (19\/3\/2017).\u00a0 &#8220;Rasa lebih hebat dari orang lain dan suka merendahkan\u00a0orang lain termasuk bagian dari penjabaran makna hakiki dari perilaku\u00a0menghardik para yatim,&#8221; katanya menjelaskan Surat Al Maun yang sebagian\u00a0diturunkan di Makkah dan sebagian diturunkan di Madinah.<!--more--><\/p>\n<p>Abah Sujadi, begitu Ia biasa disapa menjelaskan bahwa salah satu makna\u00a0hakiki\u00a0 dari yatim berdasarkan Kitab Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi\u00a0rujukan pada kajian tersebut adalah orang tidak mempunyai kapasitas dan\u00a0memiliki kondisi yang memerlukan perhatian.<\/p>\n<p>Jika seseorang suka merendahkan orang lain yang membutuhkan perhatian maka\u00a0menurutnya orang tersebut termasuk golongan yang sudah mendustai Agama\u00a0sebagaimana ditegaskan dalam ayat pertama surat Almaun tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Orang yang mendustakan agama adalah yang menghardik yatim, tidak\u00a0memberikan makan orang miskin, lalai dalam sholat, orang yang senang pamer\u00a0atau riya dan orang yang mencegah dari perbuatan kebaikan,&#8221; terangnya\u00a0mengutip arti Surat Al Maun yang memiliki makna kebaikan ini.<\/p>\n<p>Kiai Alumni Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini juga menjelaskan\u00a0bahwa Surat Al Maun ini merupakan surat yang strategis dan mendapatkan\u00a0perhatian lebih dari surat lain di Al Quran. Hal ini menurutnya karena\u00a0Surat ini dimulai dengan kalimat pertanyaan yang memiliki makna bukan untuk\u00a0di jawab namun untuk menekankan pentingnya memperhatikan apa isi dari yang\u00a0disampaikan.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam surat ini tertulis juga kata Dzalika yang berarti itu bukan bukan\u00a0Hadza yang berarti ini. Bahasa seperti ini menyiratkan bahwa orang yang\u00a0suka merendahkan orang lain dan bangga dengan posisinya termasuk orang yang\u00a0jauh dari Allah SWT,&#8221; jelas Kiai yang energik dan murah senyum ini.<\/p>\n<p>Oleh karenanya Ia mengajak untuk senantiasa menunjukkan perhatian kepada\u00a0orang-orang yang memang memerlukan perhatian terutama anak-anak yatim.<\/p>\n<p>&#8220;Perhatian kepada yatim juga mennunjukkan kesungguhan dalam beragama.\u00a0Jangan sekali-kali mengurusi anak yatim untuk urusan dunia. Keberkahanan\u00a0akan datang kepada yang ikhlas merawat anak-anak yatim,&#8221; pungkas Ulama yang\u00a0juga Bupati Pringsewu ini. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Itulah pesan yang disampaikan KH. Sujadi saat menyampaikan\u00a0kajian Tafsir Surat Al Ma&#8217;un dalam Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung\u00a0NU, Ahad (19\/3\/2017).\u00a0 &#8220;Rasa lebih hebat dari orang lain dan suka merendahkan\u00a0orang lain termasuk bagian dari penjabaran makna hakiki dari perilaku\u00a0menghardik para yatim,&#8221; katanya menjelaskan Surat Al Maun yang sebagian\u00a0diturunkan di Makkah dan sebagian diturunkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4063,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-4062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4062"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4062\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}