{"id":3979,"date":"2017-03-12T15:33:24","date_gmt":"2017-03-12T15:33:24","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=3979"},"modified":"2017-03-12T15:33:24","modified_gmt":"2017-03-12T15:33:24","slug":"3-tips-agar-terhindar-dari-pengaruh-faham-radikal-terorisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=3979","title":{"rendered":"3 Tips Agar Terhindar dari Pengaruh Faham Radikal Terorisme"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3980 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/images-1.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"168\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung<\/strong>: Setelah Nashir Abbas (mantan panglima teroris) menjelaskan bagaimana ciri-ciri orang yang sudah terpengaruh oleh faham radikal terorisme, sebagai narasumber dalam acara Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kamus Dalam Mencegah Faham Rdikal Terorisme yang digelar di Gedung Rektorat, lantai 2, Universitas Lampung, Rabu (8\/3\/17), ia kemudian memaparkan upaya-upaya atau tips-tips apa saja yang harus dilakukan agar tidak \u00a0terpengaruh dengan faham radikal terorisme. Berikut 3 tips jitu yang bisa dilakukan menurut Nashir Abbas, diantaranya adalah:<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pertama, <\/em>ber<em>tabayyun<\/em> (klarifikasi). Jika kita diajukan pertanyaan-pertanyaan oleh seseorang yang hanya mengajukan dua pilihan yang tidak seimbang, atau pertanyaan yang menjebak seperti disuruh memilih nabi Muhammad atau jokowi, atau memilih Al-Qur\u2019an atau KUHP, maka kita harus kritis terhadap pertanyaan tersebut, mengapa pilihannya hanya dua dan tidak seimbang, dan lain-lain. Sikap kritis akan menyelamatkan kita. Kalau kita tidak kritis, maka kita akan terus larut dalam keadaan dan akhirnya kita terkena doktrin faham radikal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kedua<\/em> adalah sharing. Ketika kita memperoleh informasi, baik dari selebaran-selebaran, orang yang baru kita kenal, atau siapa saja, maka hal yang harus kita lakukan adalah sharing baik kepada teman, guru, orang tua atau dengan siapa saja orang yang kita anggap bisa dipercaya. Dengan sharing, maka kita akan mendapatkan s<em>econd opinion<\/em> (pendapat berbeda). Kalau kita tidak mau sharing ketika kita memperoleh informasi apapun, maka kita akan tetap terbawa dan semakin larut dalam doktrin. Biasanya kelompok-kelompok faham radikalisme itu melarang orang untuk sharing, karena sesungguhnya itulah yang mereka inginkan, kita digiring untuk hanya mendengarkan omongan mereka, dan tidak boleh mendengar pendapat orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang <em>ketiga<\/em> adalah tanya dengan diri sendiri. Bagaimana jika hal itu terjadi dengan diri kita, dengan\u00a0 keluarga kita dan lain-lain. Insya Allah tips yang singkat ini bisa menyelamatkan kita dari pengaruh faham-faham radikal terorisme. (Dewi Yulianti)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Setelah Nashir Abbas (mantan panglima teroris) menjelaskan bagaimana ciri-ciri orang yang sudah terpengaruh oleh faham radikal terorisme, sebagai narasumber dalam acara Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kamus Dalam Mencegah Faham Rdikal Terorisme yang digelar di Gedung Rektorat, lantai 2, Universitas Lampung, Rabu (8\/3\/17), ia kemudian memaparkan upaya-upaya atau tips-tips apa saja yang harus dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3980,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-3979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3979"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3979\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}