{"id":3871,"date":"2017-03-05T07:48:18","date_gmt":"2017-03-05T07:48:18","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=3871"},"modified":"2017-03-05T07:48:18","modified_gmt":"2017-03-05T07:48:18","slug":"hati-hati-munculnya-ulama-instan-pintar-bicara-minim-ilmunya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=3871","title":{"rendered":"Hati-Hati Munculnya Ulama Instan Pintar Bicara Minim Ilmunya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3872 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/FB_IMG_1488691792342.jpg\" alt=\"\" width=\"545\" height=\"395\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pringsewu:<\/strong> Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Anwar Zuhdi mengatakan bahwa pada\u00a0zaman sekarang ini sudah nampak fenomena banyak ummat yang mengalami\u00a0kebingungan dalam memahami dan meyakini pemahaman agama.<!--more--><\/p>\n<p>Hal ini dikarenakan banyaknya pemikiran dan pendapat muncul dari orang yang\u00a0bukan ahli agama namun merasa sudah menguasai ilmu agama. &#8220;Orang-orang\u00a0seperti ini pintar berbicara dan memberi doktrin serta berpenampilan\u00a0seperti para ulama yang alim,&#8221; kata Kiai yang sehari-harinya disapa dengan\u00a0Abah Anwar ini, Ahad (5\/3\/2017).<\/p>\n<p>Fenomena Ulama instan seperti ini sudah diingatkan oleh Imam Ghazali dalam\u00a0Kitab Bidayatul Hidayah dengan Istilah Ulama Su&#8217; yang dijelaskan oleh Abah\u00a0Anwar didepan Jamaah Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Aula Kantor PCNU\u00a0pringsewu.<\/p>\n<p>Dalam Kitab tersebut dijelaskan bahwa Ulama Su&#8217; termasuk Ulama yang merusak\u00a0karena memiliki niatan memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk memperkaya\u00a0diri dengan materi, menyombongkan diri, membanggakan diri dan memperbanyak\u00a0pengikut setia.<\/p>\n<p>&#8220;Ulama seperti ini sebenarnya tertipu oleh syaitan dengan bisikan merasa\u00a0paling baik dan benar. Inilah cara syaitan zaman sekarang yang menyesatkan\u00a0manusia dengan amal ibadah yang seolah baik namun sebenarnya itu adalah\u00a0perangkap syaitan untuk menjerumuskan manusia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Rasulullah menyabdakan bahwa Ulama seperti ini adalah salah satu yang\u00a0dikhawatirkannya\u00a0 disamping Dajjal akhir zaman. &#8220;Kalau Dajjal itu hanya\u00a0menyesatkan manusia. Tapi Ulama Su&#8217; lebih dari itu yaitu menipu dengan\u00a0ajakan agar tidak terlalu cinta kepada dunia namun sebenarnya ia sendiri\u00a0yang memiliki niatan keduniawian,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ulama Su&#8217; dalam Kitab Bidayatul Hidayah disebutkan sebagai orang yang\u00a0munafik yaitu pintar dan banyak berkata namun bodoh dalam amal dan hatinya.\u00a0&#8220;Mari kita berhati-hati dalam memilih ulama yang akan dijadikan panutan.\u00a0Ilmu ulama yang ikhlas akan benar-benar terpancar walaupun tidak\u00a0mempromosikan diri sebagi seorang ulama,&#8221; pungkasnya. (Muhammad Faizin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Anwar Zuhdi mengatakan bahwa pada\u00a0zaman sekarang ini sudah nampak fenomena banyak ummat yang mengalami\u00a0kebingungan dalam memahami dan meyakini pemahaman agama.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3872,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-3871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}