{"id":3865,"date":"2017-03-04T14:31:57","date_gmt":"2017-03-04T14:31:57","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=3865"},"modified":"2017-03-04T14:31:57","modified_gmt":"2017-03-04T14:31:57","slug":"hadir-sebagai-narasumber-di-fatayat-nu-dr-kh-khairuddin-tahmid-mh-jelaskan-pentingnya-islam-wasathiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=3865","title":{"rendered":"Hadir Sebagai Narasumber di Fatayat NU, Dr. KH. Khairuddin Tahmid, MH Jelaskan Pentingnya Islam Wasathiyah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3866\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/17022402_10208673518651382_2078861246986916836_n.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"720\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung: Maraknya berbagai pemahaman yang kerap menimbulkan keraguan\u00a0dan perpecahan, serta merusak akidah ahlussunnah wal jam`ah, mendapat\u00a0sorotan dikalangan aktifis perempuan NU. Pimpinan wilayah Fatayat NU\u00a0mengadakan kegiatan diskusi Aswaja \u201cPenguatan Nilai-Nilai Aswaja di Era\u00a0Globalisasi,\u201d Sabtu, (4\/3\/2017) di Kantor PWNU Jl. Cut Mutia Bandar Lampung.<\/p>\n<p>Kegiatan diikuti oleh 35 \u2013an peserta perwakilan dari beberapa PC Fatayat.\u00a0Diskusi tersebut juga menghadirkan narasumber ketua MUI Lampung, Dr. KH. Khairudin Tahmid, MH. Hadir pula dalam kesempatan tersebut wakil ketua PWNU\u00a0KH.Agus Saeful Islam.<\/p>\n<p>Wakil ketua PWNU KH.Agus Saeful Islam dalam sambutannya mengapresiasi\u00a0kegiatan yang dilakukan oleh PW Fatayat, dan berharap adanya diskusi\u00a0tentang aswaja tersebut dapat menjadi momentum untuk menyatukan misi dan\u00a0visi akan idiologi aswaja.<\/p>\n<p>Sementara itu ketua PW Fatayat, Khalida menyatakan bahwa diadakannya\u00a0diskusi aswaja sebagai respon atas kegelisahan dikalangan masyarakat,\u00a0utamanya Fatayat\u00a0 akan maraknya berbagai paham yang bisa merusak pemahaman\u00a0aswaja. Hal itu terutama saat menjelang hingga pasca gelaran pilkada\u00a0serentak kemarin.<\/p>\n<p>\u201cDalam tubuh NU kita saat ini banyak yang bilang NU rasa FPI, NU rasa\u00a0Wahabi. Oleh karenanya kita berkumpul hari ini berdiskusi untuk menyatukan\u00a0visi dan pemahaman tentang aswaja,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Fatayat, lanjutnya, sebagai orgnisasi perempuan muda memiliki kewajiban\u00a0memberikan pemahyaman kepada kader-kader Fatayat agar mampu menghadapi\u00a0liberalisasi informasi, dan mampu menyaringnya dengan mengedepankan aswaja\u00a0sebagai idiologinya,<\/p>\n<p>Sementara itu ketua MUI dalam pemaparanya menjelaskan bahwa pentingnya\u00a0pemahaman akan Islam Wasathiyah. Yaitu pemahaman islam yang tidak menjurus\u00a0pada pemahaman keras dan radikal, tetapi santun dan lemah lembut, pemahaman\u00a0yang tidak memaksakan kehendak, tapi kesukarelaan, dan toleransi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDan sebaik-baik amal perbuatan adalah yang pertengahan, dan agama Allah\u00a0itu berada di antara yang beku dan yang mendidih.\u201d (Andira Putri Isnaini)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Maraknya berbagai pemahaman yang kerap menimbulkan keraguan\u00a0dan perpecahan, serta merusak akidah ahlussunnah wal jam`ah, mendapat\u00a0sorotan dikalangan aktifis perempuan NU. Pimpinan wilayah Fatayat NU\u00a0mengadakan kegiatan diskusi Aswaja \u201cPenguatan Nilai-Nilai Aswaja di Era\u00a0Globalisasi,\u201d Sabtu, (4\/3\/2017) di Kantor PWNU Jl. Cut Mutia Bandar Lampung. Kegiatan diikuti oleh 35 \u2013an peserta perwakilan dari beberapa PC Fatayat.\u00a0Diskusi tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,45],"tags":[],"class_list":["post-3865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-ormas-dan-pesantren"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3865"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3865\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}