{"id":3760,"date":"2017-02-23T20:28:27","date_gmt":"2017-02-23T20:28:27","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=3760"},"modified":"2017-02-23T20:28:27","modified_gmt":"2017-02-23T20:28:27","slug":"k-h-munawir-sebelum-fatwa-di-tetapkan-hendaknya-di-tinjau-lebih-dahulu-pendapat-imam-madzhab-dan-ulama-mutabar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=3760","title":{"rendered":"K.H. Munawir: \u201cSebelum Fatwa di\u00a0Tetapkan Hendaknya di Tinjau Lebih Dahulu Pendapat Imam Madzhab dan Ulama Mu\u2019tabar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3761\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/12745496_223134864702672_5757733937869025445_n.jpg\" alt=\"\" width=\"935\" height=\"629\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Keberadaan Fatwa MUI belakangan ini menjadi hangat diperbincangan masyarakat. Dalam penetapannya MUI tentunya tidak main-main dalam merumuskan fatwa. Dalam Pelatihan Digital Library Maktabah Syamilah yang mengundang 50 peserta utusan MUI daerah dan Pondok Pesantren pada 18-19 Februari 2017 lalu dibahas pula Metode Penetapan Fatwa.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMetode Penetapan Fatwa yang dirumuskan oleh MUI diputuskan tahun 2013 lalu\u201d, ujar K.H. Munawir sebagai pengantar dalam materi Metode Penetapan Fatwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">K.H. Munawir selaku Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung menjelaskan bahwa sebelum fatwa di\u00a0tetapkan hendaknya di tinjau lebih dahulu pendapat para imam madzhab dan ulama yang mu\u2019tabar tentang masalah yang akan di fatwakan tersebut, secara seksama berikut dalilnya. Masalah yang jelas hukumnya hendaknya disampaikan sebagaimana adanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Poin selanjutnya yang harus diperhatiakan yaitu dalam masalah yang terjadi khilafiyah di kalangan madzhab, maka penetapan fatwa didasarkan pada hasil usaha penemuan titik temu diantara pendapat pendapat ulama madzhab melalui metode <em>al-jam\u2019u wa at-taufiq<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJika usaha penemuan titik temu tidak berhasil dilakukan, penetapan fatwa di dasarkan pada tarjih melalui metode <em>muqoronah<\/em> dengan menggunakan kaidah-kaidah usul fiqh muqaran,\u201d papar K.H. Munawir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beliau mengungkapkan, \u201cDalam masalah yang tidak ditemukan pendapat hukumnya di kalangan madzhab, penetapan fatwa di dasarkan pada hasil ijtihad jama\u2019i (kolektif) melalui metode bayani, ta\u2019lili (qiyasi, istihsani, ilhaqi) istislahi, dan saddal-zari\u2019ah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, dalam Metode Penetapan Fatwa perlu ditegaskan bahwa penetapan fatwa harus senantiasa memperhatikan kemaslahatan umum (mashalih \u2018ammah) dan maqashid al-syar\u2019iyah. (Nur Fatmawati Anwar)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Keberadaan Fatwa MUI belakangan ini menjadi hangat diperbincangan masyarakat. Dalam penetapannya MUI tentunya tidak main-main dalam merumuskan fatwa. Dalam Pelatihan Digital Library Maktabah Syamilah yang mengundang 50 peserta utusan MUI daerah dan Pondok Pesantren pada 18-19 Februari 2017 lalu dibahas pula Metode Penetapan Fatwa.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3761,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-3760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3760"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3760\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}