{"id":3751,"date":"2017-02-22T05:50:25","date_gmt":"2017-02-22T05:50:25","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=3751"},"modified":"2017-02-22T05:50:25","modified_gmt":"2017-02-22T05:50:25","slug":"abdul-qodir-zaelani-m-a-keterbatasan-ekonomi-tidak-menjadi-halangan-untuk-mendapatkan-referensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=3751","title":{"rendered":"Abdul Qodir Zaelani, M.A.: \u201cKeterbatasan Ekonomi Tidak Menjadi Halangan Untuk Mendapatkan Referensi\u201d"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3725\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Maktabah-Syamilah-5.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"1280\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> \u201cMaktabah Syamilah merupakan software yang memiliki sekian ribu kitab. Untuk menvalidasi kitab aslinya, kita perlu mencari media lain selain dari Maktabah Syamilah, baik dalam buku\/kitab aslinya ataupun berupa scan atau pdf. Karena bisa saja terjadi ada kalimat atau lembar kitab yang terhapus, maka kita perlu menvalidasi kitab itu. Karena yang saya alami, di Maktabah Syamilah terkadang ada pernyataan tapi tidak tahu ada di kitab mana,\u201d ujar Abdul Qodir Zaelani, M.A., selaku pemateri Penelusuran Literatur Islam Non al-Maktabah al-Syamilah pada Pelatihan Digital Library Maktabah Syamilah pada Sabtu-Minggu (18-19\/2\/17).<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekretaris Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung ini menambahkan, saat ini kita bisa mencari kitab-kitab non Maktabah Syamilah yang bisa didownload. Ada banyak kitab-kitab lain non Maktabah Syamilah seperti <em>Maktabah Waqfiyah, Khizanah al-Kutub, Maktabah Mushawaroh<\/em>, dan lain sebagainya. Ada sekitar 29 media website yang bisa mendownload maktabah secara gratis. Jadi apa yang tidak ter<em>cover<\/em> dalam Maktabah Syamilah, bisa di cari di website tersebut, bahkan bisa mencapai jutaan kitab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi sekarang tidak ada alasan bagi seorang yang melakukan penelitian seperti skripsi, tesis, maupun disertasi kekurangan buku, semua bisa dicari dengan gampang. Keterbatasan ekonomi tidak menjadi halangan untuk mendapatkan referensi (buku\/kitab),\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSilahkan alamat-alamat yang saya berikan bisa dicari di internet untuk memperkaya wawasan tentang kajian-kajian keagamaan. Namun sekali lagi, kita boleh mendownloadnya untuk diri pribadi, namun tidak untuk dikomersilkan\u201d tegas Abdul Qodir Zaelani, M.A., yang juga sebagai pemimpin redaksi jurnal al-\u2018Adalah: Jurnal Hukum Islam yang telah terakreditasi Kemenristek Dikti. (Dewi Yulianti)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: \u201cMaktabah Syamilah merupakan software yang memiliki sekian ribu kitab. Untuk menvalidasi kitab aslinya, kita perlu mencari media lain selain dari Maktabah Syamilah, baik dalam buku\/kitab aslinya ataupun berupa scan atau pdf. Karena bisa saja terjadi ada kalimat atau lembar kitab yang terhapus, maka kita perlu menvalidasi kitab itu. Karena yang saya alami, di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3725,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-3751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3751"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3751\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}