{"id":3120,"date":"2017-01-03T10:11:26","date_gmt":"2017-01-03T10:11:26","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=3120"},"modified":"2017-01-03T10:11:26","modified_gmt":"2017-01-03T10:11:26","slug":"inilah-alasan-perubahan-hirarki-peraturan-perundang-undangan-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=3120","title":{"rendered":"Inilah Alasan Perubahan Hirarki Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-3121\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/IMG-20170103-WA0020.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Hirarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia kerap kali mengalami perubahan. Seperti yang telah terjadi, terdapat empat kali perubahan dalam tata urutan Hirarki Peraturan Perundang-Undangan.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. Khairudin Tahmid, M.H., dalam Praktikum Hukum Tata Negara bagi Mahasiswa FSH beberapa waktu lalu, menjelaskan empat perubahan tersebut, yaitu <em>pertama<\/em>, berdasarkan Tap MPRS No. XX\/MPRS\/1996, <em>kedua<\/em>, berdasarkan TAP MPR No. III\/MPR\/2000, <em>ketiga,<\/em> berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004, dan keempat berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beliau menambahkan, alasan kenapa hirarki peraturan perundang-undangan seringkali berubah setidaknya ada 2 hal mendasar. <em>Pertama,<\/em> sepanjang pengalaman lahirnya payung hukum hirarki peraturan perundang-undangan, selalu saja masih ditemukan kekurangan, ketidaksempurnaan pengaturannya dengan pertimbangan perspektif yang beragam. Di lain sisi, faktor perkembangan masyarakat dan zaman juga turut mempengaruhi dinamika perubahan pengaturan hukum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kedua<\/em>, oleh karena hukum bersifat dinamis dan responsif terhadap perkembangan, maka bagi siapapun yang mengkaji hukum semestinya selalu melakukan <em>up<\/em><em> to date <\/em>terhadap perubahan-perubahan hukum, agar dalam menempatkan dasar dan rujukan hukum tidak menggunakan sumber hukum yang telah kadaluarsa. (24\/12\/2016)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangankan UU, UUD 1945 pun bisa diamandemen. Memang ini tergantung suasana kebatinan pembuat UU. Pembuat UU ini mewakili kepentingan-kepentingan partai politiknya. Kadang-kadang melalukan terobosan baru, bukan untuk kepentingan dewan namun kepentingan partai politik yang mengusungnya. Berarti politik hukum sangat dominan dalam pembuatan UU. Meskipun tidak semuanya seperti ini,\u201d jelas Wakil Dekan I tersebut. (Siti Zubaidah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Hirarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia kerap kali mengalami perubahan. Seperti yang telah terjadi, terdapat empat kali perubahan dalam tata urutan Hirarki Peraturan Perundang-Undangan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3121,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-3120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3120"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3120\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}