{"id":3087,"date":"2017-01-01T14:54:14","date_gmt":"2017-01-01T14:54:14","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=3087"},"modified":"2017-01-01T14:54:14","modified_gmt":"2017-01-01T14:54:14","slug":"prosedur-mengurus-sertifikasi-halal-mui-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=3087","title":{"rendered":"Prosedur Mengurus Sertifikasi Halal MUI Lampung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3088 aligncenter\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/sertifikasi-halal-sebagai-upaya-strategis-dalam-menyajikan-produk-untuk-masyarakat-_140611203411-847.jpg\" alt=\"\" width=\"465\" height=\"276\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung menghimbau pengusaha produk makanan dan sejenisnya untuk\u00a0 melakukan sertifikasi halal bagi produk makanan yang dijual di masyarakat.<!--more--><\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Sebelum menerbitkan sertifikat halal, LPPOM MUI Lampung akan melakukan audit ke seluruh outlet, dapur, dan gudang untuk menilai apakah produk yang diproduksi memenuhi persyaratan atau tidak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Menurut bagian Kesekretariatan LPPOM MUI Lampung, Astuti, proses pengajuan sertifikasi halal melalui berbagai tahapan dan persyaratan yang sudah ditentukan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;LPPOM MUI Lampung akan memproses permohonan sesuai dengan pedoman dan ketentuan di MUI dengan mengacu kepada SK Direktur LP POM MUI No. KS03\/Dir\/LPPOMMUI\/11,&#8221; jelasnya di Kantor LPPOM MUI Lampung Komplek Islamic Center Rajabasa Bandar Lampung, Kamis (28\/12).<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Adapun syarat-syaratnya meliputi melampirkan foto copy KTP pemohon dan surat-surat pendukung perusahaan seperti SIU, SITU dan sejenisnya. &#8220;Selama proses pembuatan pihak yang mengajukan akan mendapatkan surat keterangan dalam proses sertifikasi yang berlaku selama 14 hari kerja,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Pemohon juga disyaratkan membuat manual sistem Jaminan Halal yang memenuhi beberapa kriteria seperti Informasi Dasar Perusahaan, Standard Operating Procedure (SOP), Sistem Administrasi dan sejenisnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya Pemohon diwajibkan mengisi data bahan-bahan baku dan produk yang ada secara rinci. &#8220;Diwajibkan membawa contoh produk pada saat pengajuan sertifikat halal baik dalam proses pembuatan maupun perpanjangan sertifikat,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Setelah itu lanjutnya akan dilakukan audit oleh tim auditor yang melakukan kesepakatan waktu dengan pemohon. &#8220;Diperkirakan waktu selesai proses sertifikasi ini sekitar 1 bulan setelah audit lapangan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Untuk masa berlaku, sertifikat halal berlaku selama 2 tahun sejak diterbitkan. &#8220;Bagi pelaku usaha wajib memperpanjang masa berlaku sertifikat sebelum masa berlaku habis dengan mengembalikan sertifikat yang lama,&#8221; pungkasnya. (Muhammad Faizin).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung menghimbau pengusaha produk makanan dan sejenisnya untuk\u00a0 melakukan sertifikasi halal bagi produk makanan yang dijual di masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3088,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-3087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3087"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3087\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}