{"id":2610,"date":"2016-11-24T15:10:58","date_gmt":"2016-11-24T15:10:58","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=2610"},"modified":"2016-11-24T15:10:58","modified_gmt":"2016-11-24T15:10:58","slug":"pcnu-pringsewu-ingatkan-agar-warga-nu-waspada-pergerakan-kelompok-anti-nkri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=2610","title":{"rendered":"PCNU Pringsewu Ingatkan Agar Warga NU Waspada Pergerakan Kelompok Anti NKRI"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2611\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/NU-Indonesia.jpg\" alt=\"nu-indonesia\" width=\"798\" height=\"446\" \/><strong>Pringsewu:<\/strong> Ketua Tanfidziyyah PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrohim<!--more--> menghimbau kepada seluruh warga NU khususnya di Kabupaten dengan motto &#8220;Jejama Secancanan Bersenyum Manis&#8221; untuk waspada dan peka terhadap pergerakan kelompok-kelompok yang berniatan merongrong dan meruntuhkan keutuhan NKRI.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mari pertahankan NKRI dari rongrongan kelompok yang sekarang sudah sangat pintar memainkan peranan dalam mempengaruhi pemikiran masyarakat melalui berbagai media,&#8221; ajaknya Rabu (23\/11) saat mendiskusikan pergerakan tersebut khususnya di Kabupaten Pringsewu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Menurutnya beberapa gejala pergerakan dari kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi yang mereka inginkan diberbagai tempat sudah mulai terlihat. Hal ini berdasarkan pemberitaan dan laporan dari warga. &#8220;Kita warga Pringsewu perlu lebih waspada apalagi sekarang ini masih hangat permasalahan terkait unjuk rasa lanjutan kasus yang dilakukan oleh Basuki Cahya Purnama alias Ahok,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Menurutnya bisa saja pergerakan dan unjuk rasa tersebut ditunggangi oleh kepentingan kelompok tersebut. &#8220;Dengan membakar semangat keagamaan ummat Islam, kelompok ini bisa membenturkan ummat Islam dengan Pemerintah sehingga mereka memiliki kesempatan untuk menyusupkan paham mereka,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Oleh karenanya Ia menghimbau kepada masyarakat Pringsewu untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang beredar yang dapat memperkeruh suasana. &#8220;Saya himbau kepada seluruh pengurus NU semua tingkatan di Kabupaten Pringsewu untuk peka dan menjaga kondusifitas lingkungan serta selalu memberikan pencerahan sehingga warga tidak mudah terpengaruh oleh ajakan-ajakan yang mengarah kepada makar,&#8221; himbaunya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Sesuai dengan Maklumat yang dikeluarkan PBNU, Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa dengan menyerahkan semua permasalahan kepada pihak berwajib. &#8220;NU dan Ormas Besar lainnya yang terbukti istiqomah mengawal NKRI, tidak ikut dalam unjuk rasa yang digelar. Jangan sampai kasus ini dimanfaatkan kelompok tertentu untuk memecah belah bangsa,&#8221; tandasnya..<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Ia mengingatkan bahwa kondisi damai yang selama ini dirasakan oleh berbagai suku dan agama Indonesia harus dijaga. &#8220;Kita bukan bangsa arab. Kita memiliki budaya sendiri. Jangan sampai Perpecahan seperti di Negara Timur Tengah dibawa ke Indonesia. NKRI Harga Mati,&#8221; tegasnya. (Muhammad Faizin).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu: Ketua Tanfidziyyah PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrohim<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2611,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-2610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2610"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2610\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}