{"id":2599,"date":"2016-11-23T16:18:13","date_gmt":"2016-11-23T16:18:13","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=2599"},"modified":"2016-11-23T16:18:13","modified_gmt":"2016-11-23T16:18:13","slug":"m-syafii-antonio-orang-indonesia-tidak-boleh-pesimis-dengan-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=2599","title":{"rendered":"M.\u00a0Syafii Antonio: \u201cOrang Indonesia Tidak Boleh Pesimis dengan Masa Depan\u201d  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2600\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/15032648_1133664010014154_2252242517587159312_n.jpg\" alt=\"15032648_1133664010014154_2252242517587159312_n\" width=\"960\" height=\"640\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bandar Lampung:<\/strong> \u201cSaat ini terjadi kesalah pahaman di masyarakat tentang ekonomi syariah,<!--more-->\u201d kata M. Syafii Antonio pakar ekonomi syari\u2019ah saat menyampaikan materi beberapa waktu lalu dalam acara FLASH (Festival Lampung Syariah) yang diadakan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Lampung yang di gelar di Mall Boemi Kedaton pada 17-22 September 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya \u201cPemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah hanya pada sektor keuangan saja. Padahal tidak demikian, adanya ekonomi syariah juga terdapat pada sektor industri, pertanian, pertambangan, perkebunan, perdagangan, tourisme, medis, kosmetik, media, kuliner serta semua yang berbasis pada nilai-nilai al-Qur\u2019an dan tidak bertentangan dengan hadis itu adalah ekonomi syariah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk menggerakkan sektor-sektor tersebut maka diperlukan adanya sektor keuangan,\u201d ujar M. Syafii Antonio.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIa berharap dengan adanya Flash ini masyarakat bertambah wear, yakin, bahwa pemerintah mendukung, akademisi mendukung, \u00a0industri juga mendukung.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni merupakan tempat yang tepat untuk memberikan pencerahan dan pendidikan kepada masyarakat tentang ekonomi syari\u2019ah,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara seperti ini menurutnya akan lebih baik jika diadakan setiap bulan, namun dengan konsep yang berbeda yaitu dengan adanya inisiasi dari sektor-sektor serta diadakan di sentra-sentra industri kecil supaya lebih tersosialisasi langsung ke masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201ctidak akan ada bank kalau tidak ada pasar, yang harus di besarkan adalah pasarnya terlebih dahulu.\u00a0 Kalau ada pasar, insyaAllah Bank ikut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPara ekonom-ekonom yang ada di Indonesia harus memiliki bekal. Diantara bekal-bekal tersebut ialah memiliki wawasan, ilmu pengetahuan serta kompetensi.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWawasan artinya, Indonesia adalah negara yang banyak diberi keberkahan oleh Allah Swt kita memiliki SDA yang melimpah. Sebagai orang Indonesia kita tidak boleh pesimis dengan masa depan Indonesia dan masa depan umat Islam yang ada di Indonesia. Ia mengatakan, we are in a good position.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKompetensi artinya,\u00a0 kita harus tahu bahwa kita menguasai dalam bidang apa, disamping itu yang tidak kalah penting adalah memiliki passion, kita harus tahu menyukai bidang apa. Seperti tulis menulis, fashion, kuliner, dan lain-lain. Ia juga berharap\u00a0 acara seperti ini bisa terus berkelanjutan kedepannya. Orang akan excellent jika menggeluti apa yang dia sukai.\u201d (Dewi Yulianti)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: \u201cSaat ini terjadi kesalah pahaman di masyarakat tentang ekonomi syariah,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2600,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-2599","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2599"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2599\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}