{"id":2456,"date":"2016-11-09T12:52:52","date_gmt":"2016-11-09T12:52:52","guid":{"rendered":"http:\/\/mui-lampung.or.id\/?p=2456"},"modified":"2016-11-09T12:52:52","modified_gmt":"2016-11-09T12:52:52","slug":"habiburrahma-el-shirazy-indonesia-pernah-menjadi-center-ilmu-pengetahuan-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=2456","title":{"rendered":"Habiburrahma El-Shirazy: Indonesia Pernah Menjadi Center Ilmu Pengetahuan Islam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2457\" src=\"http:\/\/mui-lampung.or.id\/wp-content\/uploads\/2016\/11\/14938300_1120384414675447_922755434958308823_n-1.jpg\" alt=\"14938300_1120384414675447_922755434958308823_n\" width=\"960\" height=\"640\" \/><strong>Bandar Lampung:<\/strong> Semarak Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS)<!--more--> yang ke 16 yang dilaksanakan di GSG (Gedung Serba Guna) IAIN Raden Intan pada 1-4 November berlangsung meriah. Tamu udangan maupun peserta begitu antusias dalam mengikuti acara ini. Hadir pula di tengah-tengah\u00a0 konferensi seorang sastrawan Nasional, yaitu Habiburrahman El-Shirazy atau yang biasa di panggil Kang Abik sebagai salah satu pembicara dalam konferensi pada Rabu (2\/11\/2016). Ketika turun dari podium, sastrawan yang terkenal dengan novel Ayat-ayat Cintanya ini diburu para peserta dan juga tamu yang ingin berpose bersamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan seperti ini memang harus terus ada di Indonesia, saya rasa hari ini hingga besok dan setelahnya teman-teman di Lampung berpesta intelektual,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemestinya kita harus bisa memberikan kontribusi solusi, karena tantangan dan permasalahan <em>kan<\/em> banyak sekali. Kita memang harus bisa memberikan solusi yang terbaik namun kita harus menyelesaikan masalah-masalah kita dengan baik terlebih dahulu supaya dapat memberikan kontribusi yang terbaik. Seperti contohnya ya kalian-kalian ini harus belajar dengan sungguh-sungguh sehingga nanti keilmuan kalian diakui oleh dunia agar kalian kemudian bisa memberikan kontribusi dalam dunia Islam,\u201d lanjutnya sekaligus memberikan arahan kepada mahasiswa yang mengerumuninya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Habiburrahmah El-Shirazy mengatakan bahwa negara Indonesia dulu pernah menjadi center ilmu pengetahuan. \u201cSejarah mencatat, dulu semua berkiblat kepada kita, semua mendengarkan kita apapun yang kita ucapkan, mereka mendengarkan. Karena memang betul saat itu adalah kita yang paling produktif, kita yang paling banyak menulis. Kalau sekarang <em>kan<\/em> kita harus mengakui, kita mau melihat diri kita saja kita harus memakai katanya orang lain. Seolah kita tidak punya cermin,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia pun mengatakan bahwa hal tersebut merupakan problem yang harus dipecahkan.\u201dItu suatu problem yang semoga kalian anak-anak muda ini nanti kedepan \u00a0menjadi orang-orang yang bisa mendelegasikan Islam, menegosiasikan Islam lebih baik dibanding generasi yang terdahulu,\u201d pungkasnya. (Dewie Yulianti)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung: Semarak Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2457,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-2456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2456"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2456\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}