{"id":20288,"date":"2026-09-04T00:18:49","date_gmt":"2026-09-04T00:18:49","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20288"},"modified":"2026-09-04T00:18:49","modified_gmt":"2026-09-04T00:18:49","slug":"utb-perkuat-kurikulum-administrasi-bisnis-berbasis-obe-untuk-hadapi-transformasi-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20288","title":{"rendered":"UTB Perkuat Kurikulum Administrasi Bisnis Berbasis OBE untuk Hadapi Transformasi Digital"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bandar Lampung &#8211; <strong>MUI Lampung Digital<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Tulang Bawang (UTB) Bandar Lampung memperkuat pemutakhiran kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis melalui penerapan Outcome Based Education (OBE), sebagai langkah strategis menghasilkan lulusan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya tersebut dibahas dalam Lokakarya Kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis yang digelar di Aula Kampus UTB, Rabu (2\/9\/2026). Lokakarya mengangkat tema \u201cMewujudkan Kurikulum OBE yang Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing untuk Menghasilkan Lulusan Unggul di Era Transformasi Digital dan Globalisasi.\u201d Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Tulang Bawang, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si., dan dihadiri para Wakil Rektor, para Kepala Biro\/Lembaga\/UPT,\u00a0 para Dekan dan Wakil Dekan, para Kaprodi dan Sekprodi,\u00a0 para Dosen, beberapa stakeholders, dan Alumni Program Studi Administrasi Bisnis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perubahan lingkungan strategis menuntut perguruan tinggi tidak sekadar menyelenggarakan proses pendidikan, tetapi memastikan lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja. \u201cKurikulum harus mampu menjawab perubahan zaman. Perguruan tinggi harus memastikan apa yang dipelajari mahasiswa benar-benar memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,\u201d ujar Prof. Sarono.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri agar proses pendidikan tidak berjalan sendiri tanpa memahami kebutuhan pengguna lulusan. \u201cLink and match harus diwujudkan dalam proses pendidikan, bukan hanya menjadi konsep. Karena itu, masukan dari industri, pemerintah, alumni, asosiasi profesi dan stakeholders sangat penting dalam penyempurnaan kurikulum,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Prof. Sarono, implementasi OBE juga harus berjalan seiring dengan sistem penjaminan mutu agar capaian pembelajaran dapat diukur dan ditingkatkan secara berkelanjutan. \u201cKita ingin lulusan UTB tidak hanya memiliki ijazah, tetapi memiliki kompetensi, karakter dan kemampuan beradaptasi sehingga mampu bersaing di tingkat regional, nasional maupun global,\u201d ujarnya sebelum membuka lokakarya secara resmi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung Suryani, dalam sambutan pengantarnya mengatakan bahwa lokakarya kurikulum menjadi bagian penting dari proses pemutakhiran kurikulum agar semakin sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan bisnis dan kebutuhan stakeholders. Menurut Suryani, kurikulum berbasis OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai titik utama dalam proses pendidikan. Artinya, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada materi yang diberikan dosen, tetapi pada kompetensi yang benar-benar dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. \u201cKami ingin pemutakhiran Kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Tulang Bawang mengikuti karakteristik Kurikulum Nasional AIABI, yakni Coherence, Relevance, Agile, Analytic, dan Social Driven,\u201d kata Suryani yang juga Sekretaris Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis (AIABI) Wilayah I Sumatera.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menjelaskan, Coherence berarti kurikulum memiliki keterpaduan dan kesinambungan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, mata kuliah, pembelajaran hingga asesmen. Relevance berarti kurikulum harus relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dunia industri, perkembangan profesi, ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Sementara Agile bermakna lincah dan adaptif terhadap perubahan. Kurikulum harus mampu merespons perkembangan teknologi digital, perubahan model bisnis dan dinamika lingkungan global. Adapun Analytic menekankan kemampuan analitis lulusan dalam mengidentifikasi masalah, mengolah informasi dan data, berpikir kritis, serta mengambil keputusan berbasis bukti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan Social Driven berarti kurikulum diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap kebutuhan sosial dan masyarakat. Kompetensi Administrasi Bisnis tidak hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan UMKM, kewirausahaan sosial, pelayanan publik dan pembangunan masyarakat. \u201cDengan lima karakteristik tersebut, kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori administrasi bisnis, tetapi mampu menerapkannya untuk menyelesaikan persoalan nyata dan menciptakan nilai bagi organisasi maupun masyarakat,\u201d ujar Suryani yang juga Ketua MUI Provinsi Lampung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Ir. Tony Ferdinansyah, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng., yang menjadi narasumber pertama, membawakan materi \u201cLink &amp; Match Pendidikan Tinggi dengan Kebutuhan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Kurikulum Berbasis Outcomes Based Education (OBE)\u201d. Tony menjelaskan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi Administrasi Bisnis. Kebutuhan tersebut mencakup pengelolaan usaha, pemasaran, keuangan, pelayanan pelanggan, manajemen sumber daya manusia, penyelenggaraan kegiatan atau event, kewirausahaan hingga digital business. \u201cIni adalah lahan kerja yang luas dan terus berkembang bagi lulusan Program Studi Administrasi Bisnis,\u201d ujar Tony.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih menurut dia, Provinsi Lampung memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor tersebut karena memiliki potensi alam, budaya, kuliner dan UMKM kreatif. Potensi tersebut, lanjutnya, membutuhkan sumber daya manusia profesional yang memiliki orientasi bisnis dan mampu mengelola peluang menjadi aktivitas ekonomi yang produktif. \u201cLulusan yang memahami ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan,\u201d katanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paparan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai kompetensi yang perlu dipertimbangkan dalam pemutakhiran kurikulum Administrasi Bisnis UTB agar semakin dekat dengan kebutuhan industri daerah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Narasumber kedua, Dra. Novita Ikasari, M.Comm., Ph.D., dari Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI) Pusat sekaligus akademisi Universitas Indonesia, membahas Kurikulum Nasional AIABI 2026. Novita menjelaskan bahwa implementasi OBE membutuhkan kerangka kerja yang sistematis, mulai dari penetapan Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Bahan Kajian, Mata Kuliah, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Asesmen hingga Evaluasi. Dalam pendekatan tersebut, penyusunan kurikulum harus dimulai dengan pertanyaan mendasar mengenai lulusan seperti apa yang hendak dihasilkan dan kompetensi apa yang harus mereka kuasai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari profil lulusan tersebut kemudian dirumuskan CPL, bahan kajian, struktur mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga metode asesmen untuk memastikan capaian yang ditetapkan benar-benar dapat diukur. Novita Ikasari juga memaparkan tahapan penyusunan kurikulum serta penjenjangan kompetensi profil lulusan dan domain Administrasi Bisnis. Materi tersebut menjadi rujukan penting bagi Program Studi Administrasi Bisnis UTB dalam menyelaraskan struktur kurikulum dengan perkembangan keilmuan sekaligus kebutuhan profesi Administrasi Bisnis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Ketua Tim Pengembang Kurikulum Universitas Lampung, Dr. Budi Kadaryanto, S.Pd., M.A., menekankan bahwa keberhasilan OBE tidak ditentukan hanya oleh tersusunnya dokumen kurikulum. Dalam materi \u201cPenjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Kurikulum OBE\u201d, Dr. Budi Kadaryanto, M.A. menjelaskan tiga komponen penting, yakni Outcomes Based Curriculum (OBC), Outcomes Based Learning and Teaching (OBLT), serta Outcomes Based Assessment and Evaluation (OBAE).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">OBC menjawab bagaimana kurikulum dikembangkan berdasarkan SKL dan CPL. OBLT menjawab bagaimana SKL dan CPL dicapai melalui proses pembelajaran. Sedangkan OBAE memastikan bagaimana ketercapaian SKL dan CPL diukur, dievaluasi dan dijamin secara berkelanjutan. Dengan demikian, OBE harus menjadi sebuah siklus yang menghubungkan perencanaan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, asesmen, evaluasi, dan perbaikan mutu. Dr. Budi juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan tugas pokok dosen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi hasil belajar, pembimbingan dan pelatihan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lokakarya tersebut menjadi ruang dialog antara unsur perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, asosiasi profesi, akademisi, stakeholders dan alumni. Masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkaya proses pemutakhiran kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis UTB, sehingga struktur dan substansi pembelajaran benar-benar mampu menjawab perkembangan dunia bisnis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Program Studi Administrasi Bisnis UTB, implementasi OBE sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu dan memastikan setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian kompetensi lulusan. Dengan mengintegrasikan karakteristik Coherence, Relevance, Agile, Analytic dan Social Driven, Program Studi Administrasi Bisnis UTB diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan manajerial dan analitis, adaptif terhadap teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, memahami kebutuhan industri, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemutakhiran kurikulum tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi penting bagi Program Studi Administrasi Bisnis UTB untuk menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital, perubahan model bisnis dan dinamika global.(Astri Rahayu, Rita Zaharah).<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung &#8211; MUI Lampung Digital Universitas Tulang Bawang (UTB) Bandar Lampung memperkuat pemutakhiran kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis melalui penerapan Outcome Based Education (OBE), sebagai langkah strategis menghasilkan lulusan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri. Upaya tersebut dibahas dalam Lokakarya Kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis yang digelar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20289,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,51],"tags":[],"class_list":["post-20288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-warta-nasional-dan-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/PHOTO-2026-09-04-06-51-19.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20288"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20288\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20290,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20288\/revisions\/20290"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}