{"id":20213,"date":"2026-08-10T04:45:17","date_gmt":"2026-08-10T04:45:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20213"},"modified":"2026-08-10T04:52:06","modified_gmt":"2026-08-10T04:52:06","slug":"dai-alumni-standarisasi-mui-siapkan-pembinaan-30-warga-binaan-lapas-narkotika-bandar-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20213","title":{"rendered":"Dai Alumni Standarisasi MUI Siapkan Pembinaan 30 Warga Binaan Lapas Narkotika Bandar Lampung"},"content":{"rendered":"<h3 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" style=\"text-align: justify;\" data-section-id=\"dsh8k6\" data-start=\"202\" data-end=\"298\"><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"300\" data-end=\"595\">Pringsewu &#8211; <strong>MUI Lampung Digital<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"300\" data-end=\"595\">Dakwah di balik tembok lembaga pemasyarakatan tidak sekadar berbicara tentang ceramah keagamaan. Lebih jauh, dakwah menjadi bagian dari ikhtiar membangun kembali kepercayaan diri dan menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"597\" data-end=\"992\">Semangat itulah yang dibawa Forum Silaturahmi Dai Alumni Standarisasi MUI Pusat Provinsi Lampung dalam pertemuan di Pondok Pesantren Bimboz, Desa Wates, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (8\/8\/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari persiapan program pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas II Bandar Lampung yang akan dimulai September 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"994\" data-end=\"1398\">Pertemuan yang digelar dalam suasana kekeluargaan itu dihadiri para alumni Dai Standarisasi MUI Pusat dari sejumlah daerah di Lampung. Dari Lampung Selatan hadir Ustaz Agus dan Ustaz Hendra Madrawi. Dari Kota Metro hadir Ustaz Syahid dan Ustaz Farhad. Sementara dari Bandar Lampung hadir Ustaz Sukirman, Ustaz Syaif Umar, dan Ustazah Nabila. Tuan rumah Kabupaten Pringsewu diwakili Ustaz Egwan Al-Bayazi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1400\" data-end=\"1605\">Ketua Komisi Dakwah MUI Provinsi Lampung, Dr. KH. Rosidi, MA, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Silaturahmi berlangsung hangat, bahkan diselingi canda dan ngopi bersama di kedai kopi milik Ustaz Egwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1607\" data-end=\"1859\">Forum tersebut merupakan pertemuan rutin yang digelar setiap dua bulan. Namun, pertemuan kali ini memiliki agenda penting, yakni mematangkan persiapan pelaksanaan pelatihan dai, imam, dan khatib bagi warga binaan Lapas Narkotika Klas II Bandar Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1861\" data-end=\"2122\">Ketua Forum Silaturahmi Dai Alumni Standarisasi MUI Pusat Lampung, Ustaz Sukirman, mengatakan pembentukan forum tersebut berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kesamaan langkah di antara para dai alumni standarisasi MUI Pusat.<\/p>\n<blockquote data-start=\"2124\" data-end=\"2295\">\n<p data-start=\"2126\" data-end=\"2295\">\u201cWadah silaturahmi ini penting agar terbangun soliditas dan gerakan dakwah bersama. Dengan begitu, manfaat dakwah bisa lebih terasa di tengah masyarakat,\u201d ujar Sukirman.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2297\" data-end=\"2548\">Ia mengajak seluruh anggota forum untuk meluangkan waktu menghadiri pertemuan rutin dua bulanan. Menurut dia, forum tersebut tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi harus berkembang menjadi wadah untuk melahirkan gerakan dakwah yang nyata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2550\" data-end=\"2797\">Hal itu juga berlaku dalam persiapan pembinaan warga binaan di Lapas Narkotika. Sukirman meminta para dai yang telah mendapatkan tugas menyampaikan materi agar mempersiapkan diri dengan baik dan menyediakan waktu untuk menjalankan amanah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2799\" data-end=\"2975\">\u201cInsya Allah, melalui pengabdian ini akan menjadi sumbangsih para dai MUI untuk ikut membangun masyarakat yang lebih baik, khususnya para mantan narapidana narkotika,\u201d katanya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\" data-section-id=\"1eojai2\" data-start=\"2977\" data-end=\"3018\">Berawal dari Kerja Sama MUI dan Lapas<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3020\" data-end=\"3238\">Ketua Komisi Dakwah MUI Provinsi Lampung, KH Rosidi, menjelaskan program pembinaan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman atau MOU antara MUI Provinsi Lampung dan Lapas Narkotika Klas II Bandar Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3240\" data-end=\"3438\">Program itu kemudian mendapat dukungan dari para alumni Dai Standarisasi MUI Pusat yang berada di Lampung. Menurut Rosidi, kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3440\" data-end=\"3562\">\u201cProgram ini murni pengabdian. Tidak ada anggaran dari mana pun. Semua dilakukan dengan ikhlas karena Allah,\u201d ujar Rosidi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3564\" data-end=\"3777\">Meski tanpa dukungan anggaran khusus, kata dia, kegiatan tersebut tetap akan dilaksanakan secara maksimal. MUI Lampung bahkan telah menyiapkan buku panduan bagi peserta pelatihan yang akan dibagikan secara gratis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3779\" data-end=\"4019\">Sebanyak 30 warga binaan yang telah melalui proses seleksi oleh pihak Lapas akan mengikuti program tersebut. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2026, dengan total 16 kali pertemuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4021\" data-end=\"4231\">Materi yang diberikan tidak berhenti pada teori dakwah. Para peserta juga akan mendapatkan pelatihan praktis, mulai dari teknik menyampaikan ceramah, menjadi orator, hingga keterampilan menjadi imam dan khatib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4233\" data-end=\"4453\">Dengan pola pembinaan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami materi keagamaan, tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan ketika kembali ke tengah masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4455\" data-end=\"4628\">Rosidi berharap program tersebut dapat melahirkan kader-kader dakwah dari kalangan mantan warga binaan yang kelak mampu menjadi pelopor kebaikan di lingkungan masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4630\" data-end=\"4850\">\u201cDiharapkan setelah pelatihan ini lahir dai-dai dari kalangan mantan narapidana yang bisa menjadi pelopor kebaikan di masyarakat,\u201d kata Rosidi, yang juga dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4852\" data-end=\"4970\">Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta yang menyelesaikan rangkaian pelatihan nantinya akan mendapatkan sertifikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4972\" data-end=\"5294\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Bagi para dai yang terlibat, sertifikat tersebut bukanlah tujuan utama. Lebih dari itu, program pembinaan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk meneguhkan bahwa dakwah dapat hadir di mana saja termasuk di balik tembok lapas dengan membawa pesan perubahan, harapan, dan kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pringsewu &#8211; MUI Lampung Digital Dakwah di balik tembok lembaga pemasyarakatan tidak sekadar berbicara tentang ceramah keagamaan. Lebih jauh, dakwah menjadi bagian dari ikhtiar membangun kembali kepercayaan diri dan menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. Semangat itulah yang dibawa Forum Silaturahmi Dai Alumni Standarisasi MUI Pusat Provinsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20214,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,50],"tags":[],"class_list":["post-20213","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-warta-mui"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-09.00.01-scaled.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20213"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20213\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20215,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20213\/revisions\/20215"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}