{"id":20048,"date":"2026-06-03T01:13:52","date_gmt":"2026-06-03T01:13:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20048"},"modified":"2026-06-03T01:57:37","modified_gmt":"2026-06-03T01:57:37","slug":"kadis-parekraf-lampung-ajak-mahasiswa-jadi-motor-penggerak-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20048","title":{"rendered":"Kadis Parekraf Lampung Ajak Mahasiswa Jadi Motor Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung-<strong>MUI Lampung Digital<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">FISIP Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung menggelar kegiatan Studium Generale (Kuliah Umum) bertajuk \u201cEksplorasi Potensi Lampung: Menguatkan Identitas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Lokal\u201d pada Selasa (2\/6\/2026) di Aula Kampus UTB.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-20050 aligncenter\" src=\"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-07.38.34-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-07.38.34-300x225.jpeg 300w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-07.38.34-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-07.38.34-768x576.jpeg 768w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-07.38.34-600x450.jpeg 600w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-07.38.34.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi Lampung, Ir. Tony Ferdinansyah, S.T., M.T. sebagai narasumber utama. Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Administrasi Bisnis, dan Administrasi Publik. Turut hadir dalam acara tersebut Plt. Rektor, Dekan FISIP, Kaprodi Ilmu Komunikasi beserta Sekretaris, Kaprodi Administrasi Bisnis beserta Sekretaris, dan Kaprodi Administrasi Publik beserta Sekretaris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pemaparannya, Tony Ferdinansyah menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata dan pusat ekonomi kreatif yang berdaya saing, dengan tetap berpijak pada kekuatan budaya dan kearifan lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam materi yang disampaikan, Tony menjelaskan bahwa kekuatan utama ekonomi kreatif Lampung terletak pada kekayaan budaya dan sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut. Menurutnya, warisan budaya seperti kain tapis, tarian tradisional, musik daerah, serta beragam tradisi masyarakat Lampung menjadi sumber inspirasi yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif. Di sisi lain, potensi sumber daya alam seperti kopi robusta, pisang, bambu, dan rotan menjadi bahan baku penting bagi industri kuliner maupun kerajinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, posisi strategis Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera memberikan keuntungan tersendiri dalam mendukung distribusi produk kreatif ke pasar nasional. Sektor pariwisata juga dinilai mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pengembangan destinasi berbasis budaya dan seni lokal. Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Tony, terus memberikan dukungan melalui berbagai program seperti fasilitasi pameran, promosi digital, pelatihan, hingga penguatan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait strategi pengembangan Pariwisata Lampung, lebih lanjut Tony memaparkan bahwa strategi pengembangan pariwisata yang sedang dan akan terus dilakukan di Provinsi Lampung, yaitu (1) pengembangan destinasi wisata melalui diversifikasi produk wisata, penerapan prinsip keberlanjutan, serta penguatan wisata berbasis budaya, (2) peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, (3) pengembangan infrastruktur dan peningkatan aksesibilitas menuju kawasan wisata agar lebih mudah dijangkau wisatawan, (4) penguatan promosi dan pemasaran melalui penyelenggaraan berbagai event serta optimalisasi media digital, (5) membangun kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tony Ferdinansyah juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi intelektual sekaligus agen perubahan yang mampu menghadirkan ide-ide baru bagi kemajuan daerah. Kreativitas dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi digital menjadikan mahasiswa sebagai sumber inovasi dalam pengembangan destinasi wisata maupun produk ekonomi kreatif. \u201cMahasiswa memiliki peran penting sebagai penghubung antara dunia akademik dan masyarakat melalui kegiatan riset, pengabdian, serta berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menilai mahasiswa merupakan calon pemimpin dan pelaku industri masa depan yang akan menentukan arah perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Dalam kesimpulan materinya, Tony menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis dalam memajukan pariwisata dan budaya Lampung. Dengan kreativitas, semangat kolaboratif, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital, mahasiswa diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan yang tidak hanya menjaga identitas lokal, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Lampung ke tingkat nasional maupun global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Narasumber menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah memiliki sumber daya, regulasi, dan dukungan anggaran untuk membangun ekosistem pariwisata. Sementara itu, mahasiswa memiliki kreativitas, energi, dan penguasaan teknologi digital yang dapat menghasilkan berbagai inovasi baru. \u201cKolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa akan melahirkan sinergi yang saling melengkapi. Pemerintah menyediakan dukungan dan struktur, sedangkan mahasiswa menghadirkan ide-ide segar serta pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kegiatan Studium Generale ini, Universitas Tulang Bawang berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai potensi daerah serta mampu berkontribusi aktif dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Lampung sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah berbasis potensi lokal.(Suryani, Rita Zaharah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung-MUI Lampung Digital FISIP Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung menggelar kegiatan Studium Generale (Kuliah Umum) bertajuk \u201cEksplorasi Potensi Lampung: Menguatkan Identitas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Lokal\u201d pada Selasa (2\/6\/2026) di Aula Kampus UTB. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi Lampung, Ir. Tony Ferdinansyah, S.T., M.T. sebagai narasumber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20049,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,51],"tags":[],"class_list":["post-20048","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-warta-nasional-dan-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-03-at-07.35.53.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20048","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20048"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20048\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20054,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20048\/revisions\/20054"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20049"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20048"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20048"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20048"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}