{"id":20022,"date":"2026-05-25T08:55:09","date_gmt":"2026-05-25T08:55:09","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20022"},"modified":"2026-05-25T09:05:47","modified_gmt":"2026-05-25T09:05:47","slug":"uin-ril-982-persen-pemudik-puas-dengan-operasi-ketupat-krakatau-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20022","title":{"rendered":"UIN RIL: 98,2 Persen Pemudik Puas dengan Operasi Ketupat Krakatau 2026"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Bandar Lampung &#8211; <strong>MUI Lampung Digital<\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mencatat keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2026 di wilayah hukum Polda Lampung.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Berdasarkan hasil kajian akademik, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah mencapai 98,2 persen.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Temuan tersebut dipaparkan dalam kegiatan Verifikasi Pengusulan Nugraha Sakanti Polda Lampung di Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung, Lampung Selatan, Jumat 22 Mei 2026<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Kajian dilakukan oleh tim gabungan akademisi UIN RIL bersama CIC (Konsultan Riset dan Sosial) yang terdiri dari Gesit Yudha, M.IP, Fadhilah Faiqoh, M.A, dan Maulana Bagus Rahmat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Selain melakukan survei kepuasan masyarakat, tim akademisi juga menyusun buku<\/span><span class=\"s2\">Pedoman Strategi Pengamanan Operasi Ketupat Krakatau: Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik Hari Raya Idulfitri di Wilayah Hukum Polda Lampung Tahun 2026<\/span><span class=\"s1\">. Buku tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan strategi pengamanan di wilayah hukum Polda Lampung.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Pada kesempatan itu, buku hasil penelitian tersebut juga diserahkan kepada Polda Lampung. Keterlibatan akademisi UIN RIL dalam penyusunan pedoman strategi operasi dilakukan melalui kerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung sebagai bagian dari penguatan program unggulan pelayanan presisi yang diajukan dalam Anugerah Nugraha Sakanti.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Kajian tersebut mengevaluasi efektivitas Operasi Ketupat Krakatau 2026, termasuk pemanfaatan aplikasi SIGER Lampung Presisi yang dikembangkan Ditlantas Polda Lampung sebagai sistem pemantauan dan pelayanan informasi lalu lintas berbasis digital untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Dalam kajian itu disebutkan, Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama mobilitas masyarakat antara Pulau Jawa dan Sumatera. Arus kendaraan mudik dan balik terpusat pada empat jalur utama, yakni Jalur Lintas Timur, Jalur Lintas Tengah atau arteri, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), dan Jalur Lintas Barat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Operasi Ketupat Krakatau 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai H-7 hingga H+6 Lebaran dengan melibatkan lebih dari 4.000 personel gabungan. Sebanyak 2.701 personel berasal dari Polri dan sisanya dari unsur instansi terkait. Pengamanan juga didukung 60 Pos Pengamanan, 20 Pos Pelayanan, 16 Posko Bencana, satu Posko SAR, dan satu Pos Terpadu yang tersebar di 15 kabupaten\/kota.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Selama operasi berlangsung, tercatat 913.533 penumpang dan 213.940 kendaraan melintas melalui jalur utama, khususnya Tol Trans Sumatera dan Pelabuhan Bakauheni. Berbagai rekayasa lalu lintas diterapkan, mulai dari<\/span><span class=\"s2\">one way<\/span><span class=\"s1\">,<\/span><span class=\"s2\">contra flow<\/span><span class=\"s1\">, kanalisasi hingga sistem<\/span><span class=\"s2\">buffer zone<\/span><span class=\"s1\">di kawasan pelabuhan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Hasilnya, angka kecelakaan lalu lintas turun 16 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, tidak terjadi kemacetan panjang di jalur utama, nihil kasus pembegalan selama masa operasi, serta pengawalan aman terhadap 11.194 kendaraan roda dua.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat, tim peneliti melakukan survei terhadap 1.204 responden dari total populasi 5.000 pemudik dan pengguna layanan publik selama operasi berlangsung.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Responden terdiri dari pengguna kendaraan roda dua dan roda empat, pengguna Tol Trans Sumatera, pengguna jalur arteri dan lintas tengah, pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Bakauheni, hingga masyarakat pengguna pos pengamanan dan pos pelayanan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Pengukuran kepuasan dilakukan menggunakan skala Likert dengan indikator meliputi keamanan perjalanan mudik, kelancaran lalu lintas, pelayanan petugas kepolisian, penanganan kemacetan, rekayasa lalu lintas, pelayanan pos pengamanan, pelayanan kesehatan, penanganan kecelakaan, hingga informasi dan komunikasi publik.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Hasil survei menunjukkan sebanyak 857 responden atau 71,2 persen menyatakan sangat puas, 325 responden atau 27 persen menyatakan puas, dan hanya 22 responden atau 1,8 persen yang menyatakan kurang atau tidak puas. Dengan demikian, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 mencapai 98,2 persen.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Tingginya angka tersebut menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap kinerja Polda Lampung dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan selama momentum mudik dan balik Lebaran.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Tim peneliti menilai keberhasilan itu didukung oleh kualitas pelayanan petugas di lapangan, manajemen lalu lintas yang efektif, kesiapan fasilitas pelayanan publik, serta pemanfaatan teknologi melalui aplikasi SIGER Lampung Presisi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Strategi komunikasi publik melalui siaran langsung TikTok dan berbagai kanal digital lainnya juga dinilai efektif dalam memberikan informasi kondisi lalu lintas secara<\/span><span class=\"s2\">real time<\/span><span class=\"s1\">kepada masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Selain survei kepuasan, tim peneliti juga melakukan analisis regresi ordinal untuk mengukur faktor yang paling memengaruhi kepuasan publik. Hasilnya menunjukkan kualitas pelayanan personel Polri menjadi faktor dominan dengan<\/span><span class=\"s2\">odds ratio<\/span><span class=\"s1\">sebesar 11,29 kali.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Faktor lainnya adalah manajemen lalu lintas dengan<\/span><span class=\"s2\">odds ratio<\/span><span class=\"s1\">9,92 kali, fasilitas dan infrastruktur 2,41 kali, informasi dan teknologi 1,86 kali, serta manajemen pelabuhan 1,66 kali.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Menurut Gesit, temuan tersebut menunjukkan bahwa di tengah perkembangan teknologi digital, kualitas interaksi antara aparat dan masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam keberhasilan pelayanan publik.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">\u201cTemuan ini sangat penting karena membalikkan asumsi umum bahwa teknologi canggih otomatis menjadi penentu kepuasan publik. Justru sentuhan kemanusiaan dari petugas di lapangan, mulai dari sikap, komunikasi, hingga daya tanggap, yang paling membekas di hati masyarakat. Ini sejalan dengan teori SERVQUAL yang menempatkan reliability dan responsiveness sebagai inti kualitas pelayanan publik,\u201d ujar Gesit.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Dalam kajian yang sama, aplikasi SIGER Lampung Presisi juga dinilai menjadi salah satu faktor penting keberhasilan operasi. Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh informasi kondisi lalu lintas secara<\/span><span class=\"s2\">real time<\/span><span class=\"s1\">, jalur perjalanan, lokasi<\/span><span class=\"s2\">rest area<\/span><span class=\"s1\">, pos pengamanan, layanan kesehatan, hingga informasi kedaruratan lainnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Survei menunjukkan tingkat kepuasan pengguna aplikasi SIGER Lampung Presisi mencapai 97 persen. Sebanyak 61,7 persen responden mengaku merasakan manfaat langsung dari aplikasi tersebut, sementara 36,9 persen lainnya menunjukkan potensi peningkatan pengguna layanan digital.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Selain pengendalian lalu lintas, Polda Lampung juga menjalankan sejumlah program pelayanan humanis seperti Mudik Gratis, Kawal Mudik, Penitipan Kendaraan Gratis, Dokter Keliling, hingga layanan Mini ICU di sejumlah titik strategis.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Meski mencatat berbagai capaian positif, tim peneliti tetap memberikan sejumlah catatan evaluasi. Dalam kajian tersebut disebutkan masih terjadi kenaikan kasus pencurian dengan pemberatan sebesar 62 persen serta peningkatan jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 18 persen dibanding periode sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"s1\">Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tim peneliti merekomendasikan lima langkah strategis untuk operasi mendatang, yakni peningkatan kompetensi pelayanan humanis personel Polri, penguatan manajemen lalu lintas berbasis data historis, penambahan fasilitas di titik padat, perluasan sosialisasi aplikasi SIGER Lampung Presisi, serta penguatan koordinasi lintas instansi di Pelabuhan Bakauheni.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung &#8211; MUI Lampung Digital Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mencatat keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2026 di wilayah hukum Polda Lampung. Berdasarkan hasil kajian akademik, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah mencapai 98,2 persen. Temuan tersebut dipaparkan dalam kegiatan Verifikasi Pengusulan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20023,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,51],"tags":[],"class_list":["post-20022","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-warta-nasional-dan-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-25-at-13.40.54-scaled.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20022"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20024,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20022\/revisions\/20024"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}