{"id":20013,"date":"2026-05-24T11:45:17","date_gmt":"2026-05-24T11:45:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20013"},"modified":"2026-05-24T11:45:17","modified_gmt":"2026-05-24T11:45:17","slug":"prosesi-wukuf-di-arafah-renungan-dan-harapan-hidup-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=20013","title":{"rendered":"PROSESI WUKUF DI ARAFAH : Renungan dan Harapan Hidup Manusia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Prof. Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag<\/strong><br \/>\nGuru Besar UIN Raden Intan Lampung dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prosesi Wukuf di Arofah merupakan Rukun Haji. Jika ditinggalkan, hajinya batal, tidak sah. Maka jamaah haji meski dalam kondisi apapun harus berwukuf, yaitu melakukan Safari Wukuf biasanya diantar mobil dan jamaah berada di dalam mobil melewati atau mampir di Arofah..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padang Arafah itu tempat mustajab, di Arofah adalah waktu terbaik untuk memanjatkan doa, memohon ampun, dan bermunajat, karena Allah SWT sangat dekat dengan hamba-hamba-Nya pada hari tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebanggaan Allah SWT<br \/>\nPada hari wukuf, tanggal 9 Dzulhijjah 1457 H bertepatan 26 Mei 2026, dalam suasana wukuf, di mana malaikat menyaksikan jutaan manusia yang berkumpul dengan pakaian sederhana dan penuh kerendahan hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasul Muhammad SAW bersabda bahwa Allah SWT membanggakan jamaah haji yang sedang wukuf di hadapan malaikat- malaikat-Nya dan paling banyak membebaskan manusia dari siksa api neraka.<br \/>\nWukuf di Arafah adalah puncak ibadah haji berupa berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, sejak tergelincirnya matahari hingga terbit fajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksanaannya menjadi rukun haji paling utama yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji bagi jamaah haji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mari kita simak uraian ibadah puncak haji Wukuf di Arofah tentang pengertian, dalil, makna filosofis dan keutamaan wukuf.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. ARTI WUIUF<br \/>\nPengertian Wukuf, secara bahasa, kata Wukuf berasal dari bahasa Arab yaitu Wuquf yang berarti &#8220;berhenti&#8221; atau &#8220;berdiam diri&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian secara istilah, Wukuf adalah berdiam diri melakukan zikir, do&#8217;a, harapan hidup, muhasabah, dan ibadah rukun haji sebagai prosesi puncak haji yang harus dilakukan oleh setiap jamaah haji tanpa diwakilkan dalam waktu tertentu.<br \/>\nDalam konteks ibadah haji, wukuf bermakna berhenti sejenak dari segala aktivitas dan kesibukan duniawi untuk berkumpul di Padang Arafah, lalu memusatkan diri sepenuhnya pada doa, dzikir, dan perenungan hidup manusia kepada Allah SWT.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. DALIL WUKUF<br \/>\nKewajiban dan kedudukan wukuf didasarkan pada Al-Qur&#8217;an dan Hadis Nabi Muhammad SAW.<br \/>\nDalam Al-Qur&#8217;an, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 198 yang memerintahkan jamaah untuk bertolak dari tempat bertolaknya orang banyak (ifadhah). Mayoritas ulama menafsirkannya sebagai wukuf di Arafah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadis: Rasulullah SAW bersabda menegaskan posisinya sebagai inti haji, &#8220;Al-Hajju Arafah&#8221; yang berarti &#8220;Haji itu adalah (wukuf di) Arafah&#8221;<br \/>\n(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lainnya).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. MAKNA FILOSOFIS WUKUF<br \/>\nWukuf di Arafah mengandung makna filosofis. Di mana nilai-nilai spiritual yang sangat dalam bagi setiap muslim, khususnya yang sedang menjalani Wukuf di Arofah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Arafah itu Miniatur Mahsyar<br \/>\nWukuf di Arofah, bagaikan Miniatur Padang Mahsyar. Di mana Jutaan jamaah yang berkumpul di satu tempat Padang Arofah dengan pakaian ihram putih yang sama. Kain Ihram putih yang dipakainya mengandung makna filosofisnya menghapus sekat status sosial, kekayaan, suku, dan bangsa.<br \/>\nHal ini merupakan refleksi dari manusia kelak saat dibangkitkan di Padang Mahsyar.<\/p>\n<p>(2) Makrifat dan Pengenalan Diri. Secara bahasa, Arafah juga berarti &#8220;mengetahui&#8221; atau &#8220;mengenal&#8221;, disebut Ma&#8217;rifah. Arafah, Ya&#8217;rifu, Arafah. Di tempat ini, jamaah diajak merenungi hakikat penciptaan manusia, mengakui segala dosa, dan mengenal Allah SWT sebagai Sang Pencipta, Alloh SWT.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(3) Wukuf itu Penghentian Keburukan<br \/>\nWukuf berarti berdiam diri. Maksudnya, upaya menghentikan berbuat Keburukan. Berhenti dari rutinitas dunia adalah simbol kebulatan tekad manusia untuk menghentikan segala perbuatan maksiat dan memulai lembaran hidup yang baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4. KEUTAMAAN WUKUF<br \/>\nKeutamaan atau manfaat dari Wukuf, di mana Hari Arafah merupakan salah satu waktu paling mustajab dalam Islam. Ada beberapa keutamaan utama melakukan Wukuf, antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Peleburan Dosa Melaksanakan wukuf menjadi sarana memohon ampunan. Jannah haji mendapatkan maghfirah Allah. Selain untuk jamaah haji yang sedang berwukuf supaya memperbanyak ibadah. Disunnahkan pula bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk yang di Indonesia untuk berpuasa Arafah yang memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu, dan dosa setahun yang akan datang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi yang sedang berwukuf, jadikan wukuf untuk momen Pengabulan Doa. Waktu di Padang Arafah adalah waktu terbaik untuk memanjatkan doa, memohon ampun, dan bermunajat, karena Allah SWT sangat dekat dengan hamba-hamba-Nya pada hari tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi yang sedang berpuasa Arofah di tanah air, perbanyak zikir, do&#8217;a dan beramal saleh lainnya seperti sedekah untuk memperoleh maghfirah Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(2) Kebanggaan Allah SWT<br \/>\nPada hari wukuf, malaikat-malaikat menyaksikan jutaan manusia yang berkumpul dengan pakaian sederhana, pakaian ihram putih dan penuh kerendahan hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT membanggakan jamaah haji yang sedang wukuf di hadapan para malaikat-Nya dan paling banyak membebaskan manusia dari api siksa neraka, dan kelak semoga mendapat balasan surga dari Allah SWT.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prof. Dr. H. Abdul Syukur, M.Ag Guru Besar UIN Raden Intan Lampung dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung Prosesi Wukuf di Arofah merupakan Rukun Haji. Jika ditinggalkan, hajinya batal, tidak sah. Maka jamaah haji meski dalam kondisi apapun harus berwukuf, yaitu melakukan Safari Wukuf biasanya diantar mobil dan jamaah berada di dalam mobil melewati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20014,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,44],"tags":[],"class_list":["post-20013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-18.27.38.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20013"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20013\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20015,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20013\/revisions\/20015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}