{"id":19766,"date":"2026-03-18T20:47:25","date_gmt":"2026-03-18T20:47:25","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=19766"},"modified":"2026-03-18T20:47:25","modified_gmt":"2026-03-18T20:47:25","slug":"rumah-jurnal-solusi-akademisi-era-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=19766","title":{"rendered":"Rumah Jurnal Solusi Akademisi Era Kini"},"content":{"rendered":"<p><strong><br \/>\nDr. Agus Hermanto, MHI<\/strong> Ketua Rumah Jurnal Thoriqul Iman<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rumah Jurnal hadir sebagai solusi bagi para akademisi era kini yang secara legal merespon tantangan dalam menghadapi perubahan aturan tugas akhir kuliah tidak lagi harus menulis skripsi yang panjang dan rumit, kini mahasiswa memiliki opsi untuk menghasilkan Jurnal atau buku sebagai syarat kelulusan. Perubahan ini membawa angin segar bagi dunia akademis, karena mahasiswa dapat lebih fokus pada penelitian dan pengembangan diri, serta meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka sesuai bidang keilmuan yang dimiliki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan Rumah Jurnal, proses publikasi artikel ilmiah menjadi lebih mudah dan cepat serta tepat sasaran dalam merespon dan progres serta solutif terhadap persoalan kekinian, yang tentunya tidak sekedar mempermudah dalam memberikan solusi dengan cara kotor, melainkan secara profesional dan proporsional.<br \/>\nPlatform ini menyediakan akses ke berbagai jurnal ilmiah terindeks, memungkinkan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka dengan lebih luas. Selebihnya, Rumah Jurnal juga menyediakan panduan dan dukungan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas tulisan dan penelitian mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Solusi ini tidak hanya mempermudah proses akademis, tapi juga meningkatkan kualitas penelitian dan kontribusi ilmiah. Mahasiswa dapat lebih fokus pada topik yang mereka minati, sehingga hasil penelitian mereka lebih mendalam dan berkualitas. Selain itu, publikasi jurnal juga dapat meningkatkan visibilitas dan reputasi akademis mahasiswa, membuka peluang karir dan penelitian lebih lanjut.<br \/>\nRumah Jurnal juga berperan sebagai wadah bagi akademisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan adanya platform ini, mahasiswa dapat belajar dari para ahli dan peneliti lainnya, meningkatkan kemampuan mereka dalam penelitian dan penulisan ilmiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam era digital ini, Rumah Jurnal menjadi solusi yang sangat relevan bagi akademisi. Dengan teknologi yang terus berkembang, proses publikasi dan akses ke informasi ilmiah menjadi lebih mudah. Rumah Jurnal memanfaatkan teknologi ini untuk menyediakan akses ke jurnal ilmiah dan memfasilitasi proses publikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berpijak dari sinilah Rumah Jurnal Tarqi hadir sebagai salah satu platform yang legal di bawah CV Tarqi Publishing dan Yayasan Tarbiyah Thariqul Iman berupaya untuk merespon dan memberikan solusi bagi akademisi era kini yang menghadapi perubahan aturan tugas akhir kuliah, dengan menyediakan akses ke jurnal ilmiah dan memfasilitasi proses publikasi, Rumah Jurnal Tarqi berusaha untuk membantu meningkatkan kualitas penelitian dan kontribusi ilmiah. Solusi ini juga membuka peluang karir dan penelitian lebih lanjut bagi mahasiswa, menjadikan Rumah Jurnal sebagai partner ideal bagi akademisi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Agus Hermanto, MHI Ketua Rumah Jurnal Thoriqul Iman Rumah Jurnal hadir sebagai solusi bagi para akademisi era kini yang secara legal merespon tantangan dalam menghadapi perubahan aturan tugas akhir kuliah tidak lagi harus menulis skripsi yang panjang dan rumit, kini mahasiswa memiliki opsi untuk menghasilkan Jurnal atau buku sebagai syarat kelulusan. Perubahan ini membawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19767,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,44],"tags":[],"class_list":["post-19766","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/6464A125-A7E6-4990-9F2F-BF18E69E4397.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19766"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19766\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19768,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19766\/revisions\/19768"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}