{"id":19472,"date":"2025-12-28T10:24:34","date_gmt":"2025-12-28T10:24:34","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=19472"},"modified":"2025-12-28T10:24:34","modified_gmt":"2025-12-28T10:24:34","slug":"pemprov-lampung-gelar-istighosah-kubro-dan-muhasabah-akhir-tahun-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=19472","title":{"rendered":"Pemprov Lampung Gelar Istighosah Kubro dan Muhasabah Akhir Tahun 2025"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bandar Lampung &#8211; <strong>MUI Lampung Digital<\/strong><br \/>\nPemerintah Provinsi Lampung menggelar Istighosah Kubro dan Muhasabah Akhir Tahun 2025 sebagai rangkaian penutup tahun sekaligus menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan keagamaan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025, bertempat di Masjid Raya Al-Bakrie, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 59, Enggal, Kota Bandar Lampung.<\/p>\n<p>Acara do&#8217;a bersama yang dimulai usai Sholat Isya tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur pimpinan daerah, tokoh agama, akademisi, aparat TNI dan Polri, serta masyarakat dari berbagai lapisan.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-19474 aligncenter\" src=\"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f-300x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f-300x300.jpeg 300w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f-1024x1024.jpeg 1024w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f-150x150.jpeg 150w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f-768x768.jpeg 768w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f-1536x1536.jpeg 1536w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f-600x600.jpeg 600w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f-100x100.jpeg 100w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/6e28dd41-12ec-4ceb-bb4c-39e02e05749f.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Istighosah ini menjadi momentum spiritual untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas perjalanan satu tahun terakhir, sekaligus memohon keberkahan dan perlindungan Allah SWT dalam menghadapi tantangan pada tahun yang akan datang.<\/p>\n<p>Sejumlah tokoh dan pejabat penting tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, ST., MM., dan Wakil Gubernur dr. Jihan Nurlela, MM., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., MM, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. H. M. Firsada, M.Si., Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Lampung Dr. Suryono, SS.,M.Si., Danrem 043\/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantana, S.H., Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, SE.,MBA didampingi Anggota H. Amrullah Buchori Sahab, dan Dr. H. Yanuar Irawan, S.E., M.M., dan pimpinan Forkopimda lainnya.<\/p>\n<p>Sementara dari tokoh agama dan akademisi hadir Ketua MUI Provinsi Lampung KH. Suryani M. Nur, Rektor UIN Raden Intan Prof. Dr. H. Wan Jamaludin Z. M.Ag., Ph.D., Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al Qur&#8217;an Abdullah Bin Mas&#8217;ud (STISA ABM) Dr. Lili Sholehuddin, M.Pd., Wakil Rektor I Universitas Tulang Bawang Bandar Lampung apt. Nopiyansyah, S.Si.,M.Farm., Pejabat Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung H. Dionie Adhan S., S.Ag., M.Kom.I., serta para Pimpinan Pondok Pesantren.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Istighosah Kubro ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk ikhtiar batin dan spiritual Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun daerah. Gubernur menegaskan bahwa &#8220;pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan moral, spiritual, dan kebersamaan sosial&#8221;. Menurutnya, &#8220;nilai-nilai religius menjadi fondasi penting agar kebijakan dan program pembangunan benar-benar membawa kemaslahatan bagi masyarakat&#8221;, ujarnya.<br \/>\nLebih lanjut Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan akhir tahun sebagai waktu muhasabah (introspeksi diri), mengevaluasi niat, sikap, dan peran masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Gubernur berharap &#8220;semoga tahun yang akan datang dapat dihadapi dengan semangat persatuan, kerja sama\/sinerjitas, dan keteguhan iman. Selain itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para ulama, tokoh agama, dan masyarakat yang selama ini berperan aktif menjaga kondusivitas, toleransi, dan keharmonisan di Provinsi Lampung&#8221;, pungkasnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-19475 aligncenter\" src=\"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/e876de83-11d4-48d0-8966-b4213c9fcab7-284x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"284\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/e876de83-11d4-48d0-8966-b4213c9fcab7-284x300.jpeg 284w, https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/e876de83-11d4-48d0-8966-b4213c9fcab7.jpeg 482w\" sizes=\"(max-width: 284px) 100vw, 284px\" \/><\/p>\n<p>Sebelum acara Istighosah, di-isi dengan tausiyah\/ceramah agama oleh Habib Husein Ja\u2019far, yang menyampaikan pesan-pesan spiritual seputar makna muhasabah, doa, dan harapan di penghujung tahun.<br \/>\nDalam ceramahnya, Habib Husein Ja\u2019far mengingatkan bahwa &#8220;pergantian tahun sejatinya adalah pengingat tentang perjalanan waktu dan keterbatasan manusia. Ia menekankan pentingnya kembali kepada Allah SWT dengan memperbaiki niat, memperbanyak istighfar, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia&#8221;. Habib Husein juga menyoroti pentingnya menjadikan do&#8217;a sebagai kekuatan batin dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik di tingkat individu maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, do&#8217;a dan ikhtiar harus berjalan beriringan, sehingga setiap langkah pembangunan dilandasi nilai kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial. Habib mengajak masyarakat &#8220;Mari kita memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan lintas elemen, agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk membangun daerah yang damai dan berkeadaban&#8221;, ujarnya.<\/p>\n<p>Momentum Refleksi Bersama<br \/>\nIstighosah Kubro dan Muhasabah Akhir Tahun ini menjadi ruang refleksi bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pendekatan spiritual dalam kehidupan sosial serta menjadi pondasi moral dalam mewujudkan Provinsi Lampung yang religius, harmonis, dan berkemajuan.<br \/>\nAcara ditutup dengan do&#8217;a bersama yang dipimpin secara bergantian oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Musthofa KH. Romli Latief, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah KH. Basyarudin Maisir, Pimpinan Pondok Pesantren Madarijul Ulum KH. Ihya Ulumudin, dan KH. Zamaksari, KH. Maulana Ismail, serta KH. Imron.<\/p>\n<p>Semoga setiap langkah kita diberkahi, setiap ikhtiar dimudahkan, dan setiap tantangan menjadi jalan naiknya derajat serta luasnya manfaat. Dengan ridha Allah SWT, Tahun 2026 semoga menjadi tahun kemajuan, keberkahan, dan kontribusi yang lebih bermakna bagi Provinsi Lampung khususnya. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin. (Suryani, Selly Marita, Rita Zaharah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Bandar Lampung &#8211; MUI Lampung Digital Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Istighosah Kubro dan Muhasabah Akhir Tahun 2025 sebagai rangkaian penutup tahun sekaligus menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan keagamaan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025, bertempat di Masjid Raya Al-Bakrie, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 59, Enggal, Kota Bandar Lampung. Acara do&#8217;a bersama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19473,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-19472","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/2656b49f-dc7e-4d96-8f31-f3087e0b3b2e.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19472"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19472\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19476,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19472\/revisions\/19476"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19473"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}