{"id":19091,"date":"2025-09-03T04:50:52","date_gmt":"2025-09-03T04:50:52","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=19091"},"modified":"2025-09-03T04:50:52","modified_gmt":"2025-09-03T04:50:52","slug":"doa-bersama-kebangsaan-ikhtiar-spiritual-menjaga-lampung-tetap-damai-dan-kondusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=19091","title":{"rendered":"Do&#8217;a Bersama Kebangsaan: Ikhtiar Spiritual Menjaga Lampung Tetap Damai dan Kondusif"},"content":{"rendered":"<p><strong>KH. Suryani M. Nur<\/strong> <em>Ketua MUI Provinsi Lampung<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal 31 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi masyarakat Lampung. Pemerintah Provinsi bersama unsur Forkopimda (Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, Kapolda, Kajati, Danrem 043\/Gatam, Kabinda), dan Pangdam XXI\/Radin Inten, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Ketua PWNU Lampung, serta para tokoh agama dan masyarakat berkumpul di Gedung DPRD Provinsi Lampung untuk menggelar Do&#8217;a Bersama Kebangsaan. Acara ini digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan kebersamaan menjelang rencana aksi unjuk rasa mahasiswa, ormas, dan OKP pada 1 September 2025.<\/p>\n<p>Do&#8217;a bersama kebangsaan ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Lampung, memiliki kearifan luhur: menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, do&#8217;a, dan semangat persatuan (al-ukhuwah). Di tengah potensi kerawanan sosial akibat dinamika politik dan kebijakan pemerintah yang menuai protes, semua pihak hadir bersama-sama, berdo&#8217;a agar Lampung tetap aman, damai, dan kondusif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alhamdulillah, do&#8217;a tersebut di-ijabah oleh Allah SWT. Pada hari Senin, 1 September 2025, aksi unjuk rasa berlangsung damai. Aspirasi mahasiswa, ormas, dan OKP tersampaikan tanpa menimbulkan anarkisme maupun kerusakan. Situasi yang kondusif ini patut kita syukuri bersama sebagai buah dari ikhtiar kebersamaan seluruh elemen bangsa.<\/p>\n<p>1. Menyampaikan Aspirasi dengan Hikmah :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agama Islam tidak melarang umatnya menyampaikan pendapat dan aspirasi. Bahkan, kebebasan berbicara dan mengingatkan penguasa adalah bagian dari ajaran agama. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara yang baik, penuh hikmah, dan menghindari kerusakan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur\u2019an:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u0627\u064f\u062f\u0652\u0639\u064f \u0627\u0650\u0644\u0670\u0649 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0650\u0651\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u064e\u0651\u062a\u0650\u064a\u0652 \u0647\u0650\u064a\u064e \u0627\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f\u06d7<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya: &#8221; Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik&#8221; \u00a0( QS. An-Nahl : 125 ).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayat ini memberikan pedoman (guidance) bahwa dalam menyampaikan aspirasi, mahasiswa dan masyarakat harus tetap mengedepankan etika, kearifan, dan semangat membangun (konstruktif). Menyampaikan kritik boleh, bahkan perlu, tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan, apalagi kerusakan.<\/p>\n<p>2. Larangan Membuat Kerusakan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasulullah SAW juga telah memberikan peringatan keras agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi. Beliau bersabda:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u0644\u064e\u0627 \u0636\u064e\u0631\u064e\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0636\u0650\u0631\u064e\u0627\u0631\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya: &#8220;Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.\u201d (HR. Ibnu Majah, Ahmad, Malik, dan Daruquthni).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadits ini menegaskan bahwa setiap bentuk aksi yang berpotensi merusak fasilitas umum, menyakiti\/merugikan orang lain, atau menimbulkan kericuhan adalah sesuatu yang dilarang oleh Islam. Aspirasi yang disampaikan dengan damai dan tertib justru akan lebih didengar dan membawa maslahat.<\/p>\n<p>3. Do&#8217;a dan Kebersamaan Sebagai Solusi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang terjadi di Lampung pada 31 Agustus dan 1 September 2025 memberikan teladan yang baik. Bahwa ketika ada potensi konflik, semua pihak (pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, mahasiswa, dan masyarakat) harus merapatkan barisan. Do&#8217;a Bersama Kebangsaan&#8221; yang digelar bukan hanya simbol, tetapi juga ikhtiar spiritual yang memupuk rasa persaudaraan (al-ukhuwah) dan semangat kebangsaan (nasionalisme).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aksi damai yang berlangsung di Lampung menjadi bukti bahwa masyarakat kita sudah dewasa dalam berdemokrasi. Kritik bisa disampaikan, aspirasi bisa didengar, tetapi semuanya tetap dalam bingkai persatuan dan keutuhan bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dewan Pimpinan MUI Provinsi Lampung, mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk terus menjaga suasana kondusif, memperkuat persaudaraan (al-ukhuwah), dan menghindari segala bentuk provokasi. Semoga Lampung tetap menjadi daerah yang damai, aman, dan religius, di mana aspirasi rakyat tersampaikan dengan bijak, dan pemerintah pun mendengar dengan arif.<\/p>\n<p>Allah SWT berfirman:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650\u064a\u0652 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0651\u0634\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064f \u0627\u0650\u0644\u0670\u0649 \u0635\u0650\u0631\u064e\u0627\u0637\u064d \u0645\u064f\u0651\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0652\u0645\u064d .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya: &#8220;Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).&#8221; (QS. Al-Baqarah: 213)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semoga do&#8217;a dan ikhtiar kita bersama senantiasa diridhai oleh Allah SWT, dan Provinsi Lampung menjadi contoh daerah yang aman, damai, kondusif serta penuh keberkahan. Wallahu a&#8217;lam bishawab.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KH. Suryani M. Nur Ketua MUI Provinsi Lampung Tanggal 31 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi masyarakat Lampung. Pemerintah Provinsi bersama unsur Forkopimda (Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, Kapolda, Kajati, Danrem 043\/Gatam, Kabinda), dan Pangdam XXI\/Radin Inten, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Ketua PWNU Lampung, serta para tokoh agama dan masyarakat berkumpul di Gedung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19092,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,50],"tags":[],"class_list":["post-19091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-warta-mui"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/6111be4c-a6fb-4d53-9ff8-3643b821e44f.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19091"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19091\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19094,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19091\/revisions\/19094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}