{"id":18840,"date":"2025-08-04T23:10:26","date_gmt":"2025-08-04T23:10:26","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=18840"},"modified":"2025-08-06T00:03:09","modified_gmt":"2025-08-06T00:03:09","slug":"seputar-masjid-hilangnya-generasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=18840","title":{"rendered":"Seputar Masjid; Hilangnya Generasi"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Dr. Agus Hermanto, MHI<\/strong>\u00a0<em>Ketua Masjid Darul Hidayah Kemiling Bandar Lampung<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Generasi muda adalah cerminan masa depan bangsa, untuk itu perlu adanya kaderisasi terhadap anak-anak bangsa agar senantiasa tumbuh, berkembang hingga menjadi insan yang sempurna. Era digital merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua, meskipun pada satu sisi banyak sekali manfaat dan kemaslahatan yang dapat kita rasakan, namun pada sisi yang lain kerap kali menjadi penting untuk mengamati dan mencermati gejolak beda pada generasi muda. Hal itu wajar, karena begitu lahir, mereka senantiasa dihadapkan dengan digitalisasi yang ada disekitarnya, sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkan atau menafikan, jalan yang mulia adalah bagaimana dapat dimanfaatkan hingga menjadi media yang bernilai kemaslahatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika tantangan generasi saat ini (Gen-Z) berbeda, maka butuh suatu metode yang berbeda dalam mendidik anak bangsa agar juga dapat maju dan berkepribadian mulia, peran orang tua harus senantiasa &#8220;ada&#8221; pada setiap dunia mereka, &#8220;ada&#8221; bukan berarti wujud fisik yang mendampingi anak kita dimanapun ia berada kita di sisinya, melainkan kontrol terhadapnya menjadi satu hal yang penting untuk dijaga. Anak pada umumnya tidak lepas dari tiga pengaruh yang ada pada dirinya, yaitu keluarga, lingkungan dan pendidikan atau apa yang dia baca. Tiga faktor ini akan senantiasa mewarnai gaya dan prilaku generasi untuk menjadi insan yang mulia. Berhasil dan gagalnya seorang generasi adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga kepedulian dan kepekaan orang tua dalam mendidik harus menjadi perhatian bersama, jangan sampai generasi kita tergelincir pada suatu hal yang sia-sia hingga kelak tidak menjadi apa-apa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat ini, peran pendidikan bukan hanya terpacu pada seorang ibu, melainkan survey mengatakan bahwa keberhasilan seorang anak sangat dipengaruhi oleh seorang ayah, terutama seorang anak laki-laki. Sedangkan rusaknya generasi adalah akibat sifat acuh seorang ayah pada anaknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat ini, kita melihat mulai minimnya generasi kita dekat pada masjid, hal ini penting untuk kita renungkan, apakah faktor dari anak, orang tua, sahabat mereka, lingkungan mereka berada atau memang pengurus masjid yang membuat mereka tidak nyaman untuk bergaul di lingkungan masjid, sehingga mereka memilih mencari hiburan di luar masjid, bergerombol bahkan asyik bermain game tanpa kontrol hingga lupa waktu shalat dan belajar mengaji, hal ini menjadi hal yang harus kita telusuri akar persoalannya dan menjadi tugas kita bersama untuk senantiasa bersama-sama agar mereka cinta dengan masjid. Kehadiran mereka di masjid adalah jalan mulia yang harus kita support agar konsisten dan nyaman bergaul dan berkiprah, seperti menjadi RISMA (Remaja Islam Masjid). Jalan yang dapat menjadi media untuk mereka tetap konsisten adalah semangat dari kita, maka manfaatkan hari-hari besar sebagai media untuk mereka berlomba, berkreasi dan berperan aktif dalam mewujudkan kreasi dan kreativitas mereka, yakinlah bahwa mereka generasi kita, yang akan meneruskan dan melanjutkan harapan kita semua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Dr. Agus Hermanto, MHI\u00a0Ketua Masjid Darul Hidayah Kemiling Bandar Lampung Generasi muda adalah cerminan masa depan bangsa, untuk itu perlu adanya kaderisasi terhadap anak-anak bangsa agar senantiasa tumbuh, berkembang hingga menjadi insan yang sempurna. Era digital merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua, meskipun pada satu sisi banyak sekali manfaat dan kemaslahatan yang dapat kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18696,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,44],"tags":[],"class_list":["post-18840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/WhatsApp-Image-2025-07-18-at-06.13.02.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18840"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18840\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18851,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18840\/revisions\/18851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}