{"id":18490,"date":"2025-06-26T12:29:17","date_gmt":"2025-06-26T12:29:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=18490"},"modified":"2025-06-26T13:00:22","modified_gmt":"2025-06-26T13:00:22","slug":"1-muharram-1447-h-saatnya-kita-jujur-pada-diri-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=18490","title":{"rendered":"1 Muharram 1447 H Saatnya Kita Jujur pada Diri Sendiri"},"content":{"rendered":"<article class=\"text-token-text-primary w-full\" dir=\"auto\" data-testid=\"conversation-turn-8\" data-scroll-anchor=\"true\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden\" tabindex=\"-1\">\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"relative flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"b984f722-f2f8-48b3-acb8-17c066342e45\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light\">\n<p data-start=\"121\" data-end=\"197\">\n<p data-start=\"121\" data-end=\"197\">\n<p style=\"text-align: center;\" data-start=\"121\" data-end=\"197\"><strong data-start=\"121\" data-end=\"197\">1 Muharram 1447 H Saatnya Kita Jujur pada Diri Sendiri<\/strong><br \/>\nRita Zaharah<br \/>\n<em>Pengurus MUI Lampung\/Dosen DLB UIN Raden Intan Lampung<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"199\" data-end=\"671\">Waktu berjalan pelan namun pasti, dan tanpa terasa, kita telah sampai di gerbang tahun baru Islam. 1 Muharram 1447 Hijriah kembali hadir, membisikkan pesan-pesan sunyi yang sering kita abaikan di tengah riuhnya dunia. Ia tidak datang dengan gemerlap kembang api atau sorak sorai keramaian, tetapi membawa ketenangan yang dalam. Sebuah panggilan lembut untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam diri, dan bertanya dengan jujur: sudah sampai di mana langkah hidupku hari ini?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"673\" data-end=\"1027\">Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah bukan hanya tentang perpindahan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna. Di balik langkah-langkah beliau yang sarat risiko itu, tersimpan pesan abadi bahwa setiap perubahan besar bermula dari kejujuran hati. Kejujuran untuk mengakui kekurangan, menyesali dosa, dan menata kembali arah hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1029\" data-end=\"1433\">Di tahun baru Islam ini, mari kita belajar untuk jujur pada diri sendiri. Sebuah kejujuran yang tidak membutuhkan penonton atau pujian. Cukup antara kita dan Allah. Apakah shalat kita benar-benar karena cinta, atau hanya rutinitas tanpa ruh? Apakah tutur kata kita membangun, atau justru sering melukai? Apakah kita benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik, atau masih memelihara kesalahan yang sama?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1435\" data-end=\"1757\">Jujur pada diri sendiri memang bukan perkara mudah. Dunia hari ini kerap memaksa kita untuk sibuk membangun citra, bukan memperbaiki karakter. Kita berlomba menunjukkan kebaikan di luar, sementara luka-luka batin dibiarkan membusuk di dalam. Kita sering ingin terlihat baik, padahal yang lebih penting adalah menjadi baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1759\" data-end=\"2095\">1 Muharram adalah momen untuk berhenti dari kebisingan dunia, dan mendengar kembali suara hati yang lama terabaikan. Ia mengingatkan kita bahwa waktu terus berjalan, dan umur terus berkurang. Kita tidak tahu apakah akan bertemu dengan 1 Muharram berikutnya. Maka selama napas masih berhembus, tidakkah kita ingin memperbaiki arah hidup?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2097\" data-end=\"2410\">Muhasabah bukan sekadar evaluasi, tetapi proses penyadaran yang lembut dan mendalam. Ia mengajak kita menangis bukan karena kehilangan dunia, tapi karena terlalu lama jauh dari Tuhan. Ia mengajak kita menundukkan kepala, bukan karena kalah oleh dunia, tetapi karena sadar betapa lemahnya kita tanpa bimbingan-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2412\" data-end=\"2740\">Tahun baru Islam bukan hanya peristiwa kalender, tetapi undangan suci untuk berubah. Setiap dari kita pernah salah, pernah terjatuh, pernah lelah dalam taat. Namun Allah tidak pernah menutup pintu-Nya. Justru 1 Muharram ini adalah kesempatan untuk mengetuk kembali pintu ampunan-Nya, dan mulai melangkah pelan menuju cahaya-Nya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2742\" data-end=\"3180\">Perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Cukup satu kejujuran kecil, satu niat tulus untuk menjadi lebih baik, sudah cukup untuk menjadi awal hijrah kita. Jika tahun lalu masih dipenuhi amarah, semoga tahun ini bisa lebih sabar. Jika tahun lalu hati kita penuh keluh, semoga tahun ini lebih banyak syukur. Jika tahun lalu kita hanya menjadi penonton kebaikan, semoga tahun ini kita ikut menjadi pelaku kebaikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3182\" data-end=\"3494\">Tahun baru ini juga menjadi pengingat bahwa hidup kita bukan hanya tentang diri sendiri. Apa kontribusi kita untuk keluarga, masyarakat, dan agama? Sudahkah kita menjadi cahaya bagi sekitar, atau justru bayangan yang menutupi? Mari kita hadirkan kejujuran yang memerdekakan hati, bukan membelenggunya dengan ego.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3496\" data-end=\"3867\">Semoga di awal tahun yang baru ini, kita tidak hanya mencatat tanggal baru dalam kalender, tetapi juga membuka lembaran baru dalam hidup. Sebuah lembaran yang lebih bersih, lebih jujur, dan lebih dekat kepada Allah. Mari kita jadikan 1 Muharram 1447 H ini sebagai titik awal untuk kembali. Kembali kepada fitrah, kepada keikhlasan, kepada cahaya iman yang sempat meredup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3869\" data-end=\"4224\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Jangan tunggu nanti. Karena nanti belum tentu ada. Hari ini adalah waktu terbaik untuk jujur, untuk bertaubat, untuk memperbaiki. Selamat Tahun Baru Islam. Mari kita mulai langkah baru dengan hati yang bersih dan tekad yang kuat. Karena sejatinya, hijrah terbesar bukanlah berpindah tempat, melainkan berubah menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1 Muharram 1447 H Saatnya Kita Jujur pada Diri Sendiri Rita Zaharah Pengurus MUI Lampung\/Dosen DLB UIN Raden Intan Lampung Waktu berjalan pelan namun pasti, dan tanpa terasa, kita telah sampai di gerbang tahun baru Islam. 1 Muharram 1447 Hijriah kembali hadir, membisikkan pesan-pesan sunyi yang sering kita abaikan di tengah riuhnya dunia. Ia tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18456,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,44],"tags":[],"class_list":["post-18490","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-opini"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-05-02-at-10.53.59-Copy-1536x909-1.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18490"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18493,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18490\/revisions\/18493"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18456"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}