{"id":18351,"date":"2025-06-14T09:10:14","date_gmt":"2025-06-14T09:10:14","guid":{"rendered":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=18351"},"modified":"2025-06-14T09:13:13","modified_gmt":"2025-06-14T09:13:13","slug":"kiai-khabibul-muttaqin-shi-pesantren-adalah-warisan-ulama-tempat-lahirnya-generasi-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/?p=18351","title":{"rendered":"Kiai. Khabibul Muttaqin, SHI : \u201cPesantren Adalah Warisan Ulama, Tempat Lahirnya Generasi Bangsa\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Bandar Lampung, <strong>MUI Lampung Digital<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ponpes Nashihuddin Gelar Haflah Akhirussanah dan Khataman Alfiyah Ibnu Malik Angkatan II, Sabtu (14\/06\/2025). Acara ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momen penuh keberkahan atas capaian para santri dalam menuntaskan pembelajaran kitab Alfiyah Ibnu Malik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify;\">Di tengah semangat para santri yang membara, \u00a0Kiai Khabibul Muttaqin, S.H.I., Pengasuh Ponpes Nashihuddin Kemiling Bandar Lampung <\/span><span style=\"text-align: justify;\">menegaskan makna mendalam dari keberadaan pesantren dalam kehidupan umat Islam di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSantri adalah cahaya umat. Di pesantren, mereka bukan hanya belajar ilmu, tapi juga menjemput keberkahan yang tidak bisa dihitung dengan angka atau uang,\u201d ujar beliau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Kiai Khabibul menekankan bahwa pesantren merupakan warisan besar para ulama Nusantara yang harus dijaga keberlanjutannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPesantren adalah warisan ulama. Dari sini lahir para tokoh bangsa, para alim ulama, dan penjaga nilai-nilai luhur Islam. Ini bukan hanya tempat pendidikan, tapi pusat peradaban,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ponpes Nashihuddin sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang tetap memegang teguh tradisi keilmuan klasik. Para santri diajak menyelami kedalaman ilmu nahwu dan sharaf melalui kitab-kitab salaf seperti Alfiyah Ibnu Malik, yang merupakan puncak rujukan tata bahasa Arab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetiap sudut pondok ini kami manfaatkan sebagai tempat belajar, menghafal, dan berdiskusi. Baik di Masjid, halaman, hingga kamar santri. Inilah wajah pesantren: sederhana tapi sarat makna,\u201d tutur Kiai Khabibul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti, KH. Miftahul Huda, Pengasuh Ponpes Al-Hilma, Lampung Selatan, Drs. H. Makmur, M.Ag, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung, H. Hidir Ibrahim, M.Si, Sekretaris PWNU Lampung<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka memberikan dukungan dan apresiasi atas peran Ponpes Nashihuddin dalam membina generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mencintai tanah air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di akhir sambutannya, Kiai Khabibul Muttaqin menyampaikan harapan besarnya, \u201cSemoga ke depan, Pondok Pesantren Nashihuddin bisa terus istiqamah mencetak santri-santri yang alim, berakhlak, dan mampu menjadi penerang di tengah umat.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan semangat dan dedikasi para pengasuh serta santri, Ponpes Nashihuddin terus meneguhkan dirinya sebagai benteng ilmu dan akhlak di tengah arus zaman. (Rudi Santoso)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung, MUI Lampung Digital Ponpes Nashihuddin Gelar Haflah Akhirussanah dan Khataman Alfiyah Ibnu Malik Angkatan II, Sabtu (14\/06\/2025). Acara ini bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momen penuh keberkahan atas capaian para santri dalam menuntaskan pembelajaran kitab Alfiyah Ibnu Malik. Di tengah semangat para santri yang membara, \u00a0Kiai Khabibul Muttaqin, S.H.I., Pengasuh Ponpes Nashihuddin Kemiling [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18354,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41,42,51],"tags":[],"class_list":["post-18351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-world","category-home","category-warta-nasional-dan-daerah"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/IMG_9402.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18351"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18353,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18351\/revisions\/18353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampung.mui.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}